Hai ini hari sabtu ya, wih, udah mau masuk desember euy. pastinya udah punya rencana dong untuk malem tahun baruan. iya deh yang punya pacar, jadi bisa berduaan terus romatis-romantisan sama pacarnya. atau yang masih kuliah bisa banget seru-seruan sama temen kuliahnya. atau mungkin yang udah berkeluarga, pasti bakal menghabiskan malam tahun baru dirumah atau makan malam bersama dengan keluarga kecilnya.
Yang repot ya potongan-potongan kayak saya ini. Pacar nggak punya, berkeluarga apalagi, pastilah belum, dan ironis nya sudah lulus kuliah. belum dapet kerja lagi. double triple bahkan multi ironis kan. yah pada dasarnya sih saya manusia sosial yang punya banyak teman. saya sih mengakui nya teman, tapi entah mereka mengakui saya apa nggak. at least saya bisa menghabiskan malam tahun baru dengan teman yang mana saja. selama mereka juga tidak memiliki rencana dengan teman yang lain.
Tapi tengsin juga kalo setiap tahun baru harus ngeribetin temen-temen untuk buat acara. konsep dasarnya sih untuk menjalin tali silaturahmi, tapi selalu ada udang di balik batu. udang nya ya supaya malam tahun baruan nggak sendiri, alias keliatan sibuk kayak yang lain. nggak mau dong ya di cap anti sosial sama keluarga sendiri gara-gara malam tahun baruan malah tidur dirumah. kesannya kasihan banget gitu nggak punya temen.
Beruntungnya saya yang memiliki teman-teman senasib seperjuangan. yah mereka sama gitu kayak saya, single, belum berkeluarga, dan sudah lulus kuliah. cuma bedanya mereka sudah bekerja sedangkan saya masih santai dirumah. namun diluar itu semua kami bisa punya perasaan yang sama apabila malam tahun baru tiba. jadi jauh-jauh hari sebelumnya biasanya kami sudah merencanakan pesta kami sendiri secara detail. awalnya terasa ironis sekali ketika beberapa pemuda dan pemudi berkumpul tanpa kekasih dengan masalah masing-masing di sebuah rumah. namun entah mengapa kami menikmatinya. but it is not better than sex. sex still better than it.
Saya selalu datang dengan kisah yang sama di setiap tahun. berusaha mendekati wanita, si wanita tidak merespon, lalu berhenti di tengah jalan. Sedangkan kawan-kawan saya yang lain datang dengan kisah yang berbeda. lebih baik dari saya? tidak juga. lebih ironis dari saya? bisa jadi. lebih drama daripada saya? itu pasti.
Salah seorang teman saya, ia wanita dengan sisi urban yang tinggi. kadang ia tertawa kencang sekali, kadang ia mengumpat dengan kesal, dan selebihnya ia hanya berbicara dengan suara yang keras. ia mengalami banyak perubahan semenjak terakhir kami bersama di SMA. Kemudian ia masuk universitas negeri terpandang dan mulai menata penampilannya. jika dulu ia jarang mendapat pacar, justru sekarang ia dipusingkan dengan pacarnya.
Ia datang dengan cerita orang tua yang menentang hubungannya dengan sang pacar. penyebabnya banyak namun teman saya terlalu keras untuk membuka matanya dan melihat kenyataan yang ada. ia pernah sekali bercerita kepada saya tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh pacarnya. kemudian ia juga pernah bercerita tentang keadaan motornya yang rusak karena dijatuhkan pacarnya dan kemudian motor itu juga hilang di rumah sang pacar. mungkin terdengar wajar, namun hal ini menjadi tidak wajar ketika hal ini menimpa putra atau putri kita besok.
Alasan sang orang tua jelas, si pacar tidak bisa menunjukkan sikap gentleman kepada keluarga teman saya. bahkan teman saya harus menjelaskan sendiri duduk perkara mengenai peristiwa tersebut. menyedihkan memang, dan tentu saja ketika ia bercerita ada banyak drama di dalam sana. tapi begitulah orang tua, mereka setia pada sudut pandangnya dan sulit untuk bisa merubahnya. kecuali jika kita mampu dan bersungguh-sungguh melakukannya.
Bahkan ada juga pasangan yang sudah menikah namun tidak mengantongi restu dari orang tua nya. cinta itu rumit karena manusia yang membuatnya rumit. jangan sampai aja kalo ada masalah dalam rumah tangga kemudian orang tua kita tau dan berkata, "Bapak/ibu bilang juga apa,kamu sih nggak mau nurut." itu double tekanan batin kalo menurut saya.
Sampai pada akhirnya teman saya itu serius mengakhiri hubungannya dengan pacarnya. ternyata bukan hanya orang tua nya yang tidak setuju, teman-teman saya yang lain juga menyatakan keberatannya. watch out boy, girl is always follow her friend's suggest. namun nama nya cinta mau apa lagi. setelah putus pun teman saya ini masih terus memikirkan mantannya sampai berharap untuk balikan. nggak tahu juga ding si mantan berpikiran yang sama apa nggak. kalo uda punya gebetan lain bisa apa.
Mungkin karena trauma dengan pengalaman yang lalu sampai sekarang pun teman saya belum menggandeng pasangan lagi. secara fisik dan sifat teman saya bukan ciri orang yang susah mendapatkan pasangan. namun entah karena standar yang tinggi atau belum bisa membuka hati, temen saya ini masih setia sendiri. ya sebelas duabelas lah sama saya. cuma bedanya kalo saya karena nggak laku, dan perempuan-perempuan merasa lebih nyaman berteman dengan saya daripada pacaran. ya saya juga bisa apa. i deserve to be girlfriend not to be boyfriend.
Itu salah satu teman saya yang mungkin tahun ini juga bakal merayakan malam tahun baru dengan saya. We'll see apakah dia masih single sampai akhir bulan depan. Kalo saya sih optimisnya saya yang masih single. hehehe. yaudah bye dulu sementara. sebelum ngomongin temen saya yang lainnya. tabe'!!
Friday, 22 November 2013
Wednesday, 13 November 2013
Ekosistem Pertemanan
Hai selamat malam dan selamat menikmati bulan november. dimana hujan lebih sering turun dengan deras ditemenin sama petir yang nggak nyante. yah, tipikal akhir tahun lah ya. musim hujan. tegarkan diri kalian masing-masing dengan berita banjir di berbagai daerah yang akan menjajah isi berita. yah nggak papa lah, daripada harus mengkonsumsi berita si aryes wigunes yang notabene nya produk acara infotaiment tapi eksis di beberapa program berita.
Sudah lumayan lama nih saya nggak nge-blog. blog terakhir ya cerita saya tentang perjalanan ke Jakarta. setelah itu saya agak disibukkan dengan pengerjaan skripsi teman saya. temen saya yang skripsi tapi saya yang sibuk. yah namanya juga teman. saya kan orangnya sungkan menolak. sungkan menolak dan pintar mengintimidasi. tipikal orang gemini.hehe
Jadi ceritanya teman saya itu melanjutkan studi yang sama dengan saya. awalnya sih dia udah masuk di fakultas ekonomi di kampus biru, kampus yang sama dengan saya. tapi kemudian dia banting setir dan masuk ke jurusan desain walau dia tidak memiliki bakat seni. mungkin dia tipe pemikir praktis yang berpendapat bahwa seni bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.
Singkat cerita walau kami teman yang akrab sewaktu di SMA tapi kami jarang mengambil kelas yang sama di universitas. saya lebih senang merencanakan kelas yang sama dengan beberapa teman satu jurusan dan sepertinya dia lebih senang mengambil kelas yang sesuai dengan jam kuliah kekasihnya yang berada di kampus berbeda. padahal kalau menurut saya salah satu faktor penentu kelulusan di universitas ya ekosisistem pertemanan yang kita bangun dari awal masuk universitas. jadi ya sebenarnya cepat atau lambatnya kelulusan kita tergantung dari bagaimana kita memanage kehidupan kita sendiri di kampus.
Ada nih teman saya yang notabene nya tidak terlalu pintar dalam bidang akademik. tapi ia bisa lulus tepat waktu dengan IPK diatas tiga. kalo kata dia resepnya ya satu, carilah teman yang memberikan energi positif. bukan berarti harus nge-gank dan selalu kumpul dengan para kutu buku dan manusia cupu di kampus. tapi jalinlah hubungan yang baik dengan mereka. simbiosis mutualisme gitulah. kalo mereka butuh bantuan ya kita siap membantu dan begitupun sebaliknya. selain itu jangan anggap dia tidak ada. dengan komunikasi yang baik bisa loh menjalin sebuah ikatan pertemanan dengan mereka. pasti deh mereka akan merasa bahagia. Mahasiswa tipe ini umumnya mudah merasa berhutang budi karena terkadang mereka merasa kesepian. sok tau deh gue.
Berikutnya yang patut dilaksanakan adalah menjalin hubungan yang hangat dengan kakak angkatan. fungsinya apa? ya fungsinya supaya kita bisa tau lebih dalem tentang sifat berbagai dosen yang ajaib, bisa tau kiat-kiat mendapatkan nilai A, atau arsip tugas mereka yang terdahulu. kan lumayan tuh kalo dapet arsip skripsi mereka sekalian. bisa nyontek konsep penulisannya atau tinjauan teorinya sekalian. kalau di kampus saya sih nggak begitu diperhatiin soalnya. yang penting lulus. hehe
Nah kalo sudah bisa ngelaksanain dua hal itu dijamin deh tingkat kelancaran menuju wisuda bakal bertambah 70%. Lalu sisanya apa? sisanya ya manage rencana dan ambisi kamu selama kuliah. kalo cuma biar dapet gelar sarjana mah sekarang tinggal bayar aja udah bisa dapet ijazah sarjana. atau mau mengangkat ekonomi keluarga? banyak loh pengusaha yang hanya bermodalkan ijazah SMA, SMP, bahkan putus sekolah tapi punya penghasilan sebesar pejabat teras kantor-kantor PNS.
Tapi punya rencana masa depan bukan berarti kamu aman dari masalah loh ya. contohnya saya, beberapa hari lalu saya sempet nih di SMS sama ayah saya. saya dibilang kurang agresif dalam menggapai masa depan. dikiranya saya cuma bisa buat kopi di pagi buta, ngacir ke teras rumah, dan menghisap rokok. rupanya beliau kurang mengenal anaknya dengan baik. maklumlah beliau pegawai yang lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah.
Ini dia yang terkadang membuat kita sebagai manusia di korupsi hak asasi nya. ujung-ujungnya kita akan dipaksa untuk bekerja di tempat yang tidak kita inginkan. aman secara finansial bukan berarti kita bisa hidup bahagia kan. lebih baik ya aman secara finansial tapi kita tetap bisa menikmati hidup kita sebagai manusia, bukan sebagai pemburu harta. oke, mungkin segitu dulu aja ya omongan ngelanturnya. tetap berkarya dan jangan kebanyakan nonton TV kecuali TV kabel. hehehe. tabik!!
Sudah lumayan lama nih saya nggak nge-blog. blog terakhir ya cerita saya tentang perjalanan ke Jakarta. setelah itu saya agak disibukkan dengan pengerjaan skripsi teman saya. temen saya yang skripsi tapi saya yang sibuk. yah namanya juga teman. saya kan orangnya sungkan menolak. sungkan menolak dan pintar mengintimidasi. tipikal orang gemini.hehe
Jadi ceritanya teman saya itu melanjutkan studi yang sama dengan saya. awalnya sih dia udah masuk di fakultas ekonomi di kampus biru, kampus yang sama dengan saya. tapi kemudian dia banting setir dan masuk ke jurusan desain walau dia tidak memiliki bakat seni. mungkin dia tipe pemikir praktis yang berpendapat bahwa seni bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.
Singkat cerita walau kami teman yang akrab sewaktu di SMA tapi kami jarang mengambil kelas yang sama di universitas. saya lebih senang merencanakan kelas yang sama dengan beberapa teman satu jurusan dan sepertinya dia lebih senang mengambil kelas yang sesuai dengan jam kuliah kekasihnya yang berada di kampus berbeda. padahal kalau menurut saya salah satu faktor penentu kelulusan di universitas ya ekosisistem pertemanan yang kita bangun dari awal masuk universitas. jadi ya sebenarnya cepat atau lambatnya kelulusan kita tergantung dari bagaimana kita memanage kehidupan kita sendiri di kampus.
Ada nih teman saya yang notabene nya tidak terlalu pintar dalam bidang akademik. tapi ia bisa lulus tepat waktu dengan IPK diatas tiga. kalo kata dia resepnya ya satu, carilah teman yang memberikan energi positif. bukan berarti harus nge-gank dan selalu kumpul dengan para kutu buku dan manusia cupu di kampus. tapi jalinlah hubungan yang baik dengan mereka. simbiosis mutualisme gitulah. kalo mereka butuh bantuan ya kita siap membantu dan begitupun sebaliknya. selain itu jangan anggap dia tidak ada. dengan komunikasi yang baik bisa loh menjalin sebuah ikatan pertemanan dengan mereka. pasti deh mereka akan merasa bahagia. Mahasiswa tipe ini umumnya mudah merasa berhutang budi karena terkadang mereka merasa kesepian. sok tau deh gue.
Berikutnya yang patut dilaksanakan adalah menjalin hubungan yang hangat dengan kakak angkatan. fungsinya apa? ya fungsinya supaya kita bisa tau lebih dalem tentang sifat berbagai dosen yang ajaib, bisa tau kiat-kiat mendapatkan nilai A, atau arsip tugas mereka yang terdahulu. kan lumayan tuh kalo dapet arsip skripsi mereka sekalian. bisa nyontek konsep penulisannya atau tinjauan teorinya sekalian. kalau di kampus saya sih nggak begitu diperhatiin soalnya. yang penting lulus. hehe
Nah kalo sudah bisa ngelaksanain dua hal itu dijamin deh tingkat kelancaran menuju wisuda bakal bertambah 70%. Lalu sisanya apa? sisanya ya manage rencana dan ambisi kamu selama kuliah. kalo cuma biar dapet gelar sarjana mah sekarang tinggal bayar aja udah bisa dapet ijazah sarjana. atau mau mengangkat ekonomi keluarga? banyak loh pengusaha yang hanya bermodalkan ijazah SMA, SMP, bahkan putus sekolah tapi punya penghasilan sebesar pejabat teras kantor-kantor PNS.
Tapi punya rencana masa depan bukan berarti kamu aman dari masalah loh ya. contohnya saya, beberapa hari lalu saya sempet nih di SMS sama ayah saya. saya dibilang kurang agresif dalam menggapai masa depan. dikiranya saya cuma bisa buat kopi di pagi buta, ngacir ke teras rumah, dan menghisap rokok. rupanya beliau kurang mengenal anaknya dengan baik. maklumlah beliau pegawai yang lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah.
Ini dia yang terkadang membuat kita sebagai manusia di korupsi hak asasi nya. ujung-ujungnya kita akan dipaksa untuk bekerja di tempat yang tidak kita inginkan. aman secara finansial bukan berarti kita bisa hidup bahagia kan. lebih baik ya aman secara finansial tapi kita tetap bisa menikmati hidup kita sebagai manusia, bukan sebagai pemburu harta. oke, mungkin segitu dulu aja ya omongan ngelanturnya. tetap berkarya dan jangan kebanyakan nonton TV kecuali TV kabel. hehehe. tabik!!
Saturday, 19 October 2013
Jekardah
Nah kan dibilang juga apa. waktu itu nggak bisa dibendung. tau-tau udah mau masuk akhir oktober. kerasa cepet banget, apalagi buat mereka yang menikmati setiap detik dalam hidupnya. waktu akan terasa lebih cepat daripada seharusnya. beda nih sama mas-mas mbak-mbak kantoran yang update terus di sosial media gara-gara nungguin jam 5 sore yang lamanya minta ampun. hehe.
Ngomongin masalah kantoran, kemarin awal bulan saya sempet nih ngelamar disalah satu kantor majalah gitu. sebabnya apa saya juga kurang paham, tapi saya tetep berangkat interview ke jakarta. bisa dibilang ini pertama kalinya saya ke jakarta untuk mencari pekerjaan. memang sih saya punya keinginan untuk kerja di majalah. jadi kesempatan itu saya ambil aja.
Saya berangkat bareng temen saya yang notabene nya juga buta wilayah Jakarta. orang Jakarta aja bingung sama wilayah mereka sendiri, apalagi kami yang perantauan dari jawa. akhirnya dengan bermodalkan nekat, Google map, dan bismillah tentunya kami berangkat ke ibu kota.
Awalnya semua berjalan smooth, kayak rambut para model di iklan sunsilk. kami tiba di stasiun Senen jam 3 dinihari dan langsung mencari guesthouse terdekat untuk beristirahat. jadwal interview saya pukul 5 sore, jadi ya agak jaim juga kalo musti istirahat di stasiun ala ala backpacker. bukannya keren yang ada malah kayak gembel kesasar.
Setelah men-charge tenaga dan smartphone kami pun langsung check out dan mencari transportasi umum ke lokasi interview. ternyata butuh 2 jam perjalan dari Senen yang letaknya di Jakarta pusat sampai lokasi interview yang terletak di Jakarta Selatan. kantor majalah yang saya lamar terletak di bilangan Gandaria tepatnya di gedung perkantoran Gandaria 8 yang bersebelahan dengan Gandaria City Mall.
Karena merasa akrab dengan mall kami pun berniat mengisi perut dengan makanan yang dijajakan di dalam mall tersebut. tapi apa mau dikata, setelah masuk ke dalam mall yang bisa dibilang mewah itu kami kebingungan mencari tempat makan. bukan karena kami nggak bisa membaca menu, tapi karena nama semua venue makanan disana terdengar asing bagi kami. yah namanya juga perantauan, kami pun nggak tega mempertaruhkan isi dompet kami dengan harga makanan yang belum jelas.
Akhirnya dengan anggun kami meninggalkan mall dan mencari warung makan terdekat di pinggiran jalan. yang penting ada nasi lah buat hari itu. lagian orang-orang juga nggak pada kenal sama kami. hehe.
Setelah selesai melahap nasi ramesan kami kembali kedalam mall dengan gagah dan nongkrong di salah satu tempat ngopi yang udah familiar nama dan harganya. setelah berbincang sebentar saya pun segera bersiap untuk melaksanakan misi utama saya yaitu interview.
Saya berjalan dengan jumawa menuju gedung perkantoran dan menukarkan ktp saya dengan visitor card. setelah bersikap angkuh saya pun bingung mau masuk pintu sebelah mana. tapi saya pura-pura nggak bingung dan stay cool ngikutin bapak-bapak berdasi yang jalan di depan saya. ketika bapak itu masuk jalur khusus seorang security menghampiri saya dan menanyakan tujuan saya. saya pun dengan percaya diri menyebut nama perusahaan majalah yang saya tuju.
Si security dengan ramah menunjukkan lift paling pojok dan menyuruh saya menempelkan visitor card ke pintu masuk agar bisa sampai ke deretan lift tersebut. udah sok kepedean, jalan dengan angkuh dan jumawa, eh ternyata ndeso juga. mungkin itu yang terlintas di benak si security. fak.
Setelah sampai di kantor majalah saya langsung melihat beberapa pelamar lain yang asyik berbincang. kebanyakan dari mereka adalah wanita yang dari cara berpakaian nya terbilang stylish. Mbak sebelah saya tampil casual dengan kaos putih tipis dan rok lipit bermotif floral dengan warna kalem selutut. membawa tas slempang kecil dari kulit berwarna cokelat serta peeptoe berwarna gading.
Menurut kata hati saya sih dia cantik, sampe saya nggak berani noleh dan melihat wajahnya secara langsung. dia juga lagi asyik ngobrol dengan mbak-mbak sebelahnya lagi yang penampilannya cetar. awalnya saya cuma bisa lihat high heels berwarna perak blink-blink nya. kemudian saya telusuri keatas, dia memakai rok sepan selutut berwarna merah tua, tas jinjing berwarna hitam dengan atasan blouse berwarna gelap. rambutnya disemir merah tembaga di curly dan di urai ala syahrini, dan lipstik berwarna merah terang. kedengerannya sih lebay ya, tapi kok ya pantes-pantes aja buat dia.
Di sebelahnya lagi ada mbak-mbak yang asyik baca majalah. penampilannya bold dengan alis tebal dan lipstik hitam. atasan berupa sweater kelelawar berbahan woll berwarna abu-abu tua. bawahannya celana pensil tiga perempat berwarna hitam dan wadges berwarna hitam. dan beberapa mbak-mbak lain yang penampilannya juga nggak kalah stylish.
Dari mereka semua ternyata cuma saya yang baru interview pertama di kantor itu. setelah menunggu lebih dari 30 menit akhirnya saya pun dipanggil. bukan dipanggil sama suster, apalagi gusti allah, tapi dipanggil sama ibu HRD. dengan melenggak-lenggok ala model papan atas, nggak ding, saya pun masuk kedalam ruang rapat. disana cuma ada seorang wanita muda berumur sekitar akhir 20 an yang geulis pisan. saya menghabiskan 15 menit saya dengan wanita itu. untuk interview tentunya.
Banyak hal yang ia tanyakan pada saya temasuk asmara dan keuangan (dikira mama loren kali ah). tapi saya tertarik pada satu pertanyaan yang sebenarnya simple tapi membuat saya berpikir ulang.
ibu geulis : "Kenapa kamu mau kerja sebagai desainer grafis disini?"
saya : "Karena saya tertarik di dunia fashion bu. saya rasa passion saya disini dan ini salah satu cara untuk bisa masuk ke dalam industri fashion."
ibu geulis : "Kalo kamu tertarik dengan dunia fashion, kenapa kamu apply nya di desainer grafis?"
saya : ".....(selama beberapa detik) karena sesuai sama major of degree saya bu, saya punya basic di desain grafis jadi ya saya gunakan basic itu."
Mungkin kedengarannya jawaban saya sudah benar dan rasional. tapi kemudian justru pertanyaan itu yang menjadi alasan bagi saya untuk tidak melanjutkan tes berikutnya.
Setelah selesai interview saya menghampiri partner berpergian saya yang saya tinggal di caffee. jam sudah menunjukkan pukul 6 sore tapi kami malah asyik ngobrol sambil ngopi berkelas ditempat itu. kami pikir semua sudah selesai tinggal menuju terminal dan memesan tiket bis untuk pulang.
Lokasi Gandaria memang lebih dekat menuju terminal Lebak Bulus daripada harus kembali ke stasiun Senen. dengan berbekal info dari kawan mengenai nama bis, harga, dan waktu keberangkatan kami pun menuju terminal Lebak Bulus. begitu naik kami langsung di sambut oleh calo tiket. ya seperti terminal lainnya, dan kami anggap itu adalah calo dari agen bus yang mau kami naiki.
Harga tiket yang ditawarkan ternyata jauh dari ekspektasi kami sehingga kami melakukan proses tawar menawar terlebih dahulu. setelah deal kami pun menunggu bis dengan santai. sekitar 15 menit kemudian kami didatangi oleh calo dan membawa kami kembali ke loket.
Ternyata sampai di loket kami diminta menambah sejumlah uang agar bisa mendapatkan tiket dan langsung pulang ke Semarang. kami pun tidak terima dengan permintaan mereka karena kami sudah deal dengan harga yang pertama diberikan. namun si calo dan si penjaga loket tetap bersikeras meminta uang tambahan. dengan emosi yang memuncak tapi berusaha tetap kalem kami meminta uang kami dikembalikan.
Awalnya mereka menolak dan membuka proses tawar menawar lagi. saya pun mengambil jalan tengah dengan menawar setengah dari yang mereka minta. namun ternyata mereka kekeuh tidak mau dan memilih mengembalikan setengah dari uang yang telah kami berikan.
Ya hanya setengah, dengan alasan potongan 50% karena membatalkan. semoga berkah deh bu uangnya. dengan perasaan kecewa kami keluar terminal dan menenangkan diri di mushola terdekat. kawan saya yang emosi nya 2 kali lipat menyesalkan perbuatannya yang sembarangan memesan tiket bis. dia juga pernah mendengar bahwa calo terminal lebak bulus memang nggak ada yang nyante. tapi merasakan sendiri ternyata memang lebih mantap daripada hanya mendengar kata ini kata itu.
Setelah menenangkan pikiran kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke stasiun Senen. jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan beruntungnya kami menemukan bis kopaja yang langsung menuju arah Senen. di atas bis kami menertawai nasib kami sendiri. perjalanan yang begitu smooth di awal ternyata tidak menjanjikan akhir yang smooth juga.
Sesampainya di Senen kami terpaksa menghabiskan malam di stasiun karena kereta menuju Semarang baru akan berangkat keesokan paginya. yah emang dari awal niatnya di Jakarta nggembel ya akhirnya kesampean beneran nggembel disana. walaupun awalnya udah sok jaim pake acara tidur di guesthouse pada akhirnya tetep aja tidur di emperan stasiun. yah begitulah yang namanya travelling. kalo nggak begitu nggak akan ada ceritanya.
Ini baru pengalaman travelling pertama yang benar-benar unik dari saya. semoga besok-besok lagi saya bisa lebih siap berpergian dan tidak terlantar lagi seperti perjalanan saya yang satu ini. selamat siang, selamat berhari minggu. salam cup cup emuah emuah!! hehe
Ngomongin masalah kantoran, kemarin awal bulan saya sempet nih ngelamar disalah satu kantor majalah gitu. sebabnya apa saya juga kurang paham, tapi saya tetep berangkat interview ke jakarta. bisa dibilang ini pertama kalinya saya ke jakarta untuk mencari pekerjaan. memang sih saya punya keinginan untuk kerja di majalah. jadi kesempatan itu saya ambil aja.
Saya berangkat bareng temen saya yang notabene nya juga buta wilayah Jakarta. orang Jakarta aja bingung sama wilayah mereka sendiri, apalagi kami yang perantauan dari jawa. akhirnya dengan bermodalkan nekat, Google map, dan bismillah tentunya kami berangkat ke ibu kota.
Awalnya semua berjalan smooth, kayak rambut para model di iklan sunsilk. kami tiba di stasiun Senen jam 3 dinihari dan langsung mencari guesthouse terdekat untuk beristirahat. jadwal interview saya pukul 5 sore, jadi ya agak jaim juga kalo musti istirahat di stasiun ala ala backpacker. bukannya keren yang ada malah kayak gembel kesasar.
Setelah men-charge tenaga dan smartphone kami pun langsung check out dan mencari transportasi umum ke lokasi interview. ternyata butuh 2 jam perjalan dari Senen yang letaknya di Jakarta pusat sampai lokasi interview yang terletak di Jakarta Selatan. kantor majalah yang saya lamar terletak di bilangan Gandaria tepatnya di gedung perkantoran Gandaria 8 yang bersebelahan dengan Gandaria City Mall.
Karena merasa akrab dengan mall kami pun berniat mengisi perut dengan makanan yang dijajakan di dalam mall tersebut. tapi apa mau dikata, setelah masuk ke dalam mall yang bisa dibilang mewah itu kami kebingungan mencari tempat makan. bukan karena kami nggak bisa membaca menu, tapi karena nama semua venue makanan disana terdengar asing bagi kami. yah namanya juga perantauan, kami pun nggak tega mempertaruhkan isi dompet kami dengan harga makanan yang belum jelas.
Akhirnya dengan anggun kami meninggalkan mall dan mencari warung makan terdekat di pinggiran jalan. yang penting ada nasi lah buat hari itu. lagian orang-orang juga nggak pada kenal sama kami. hehe.
Setelah selesai melahap nasi ramesan kami kembali kedalam mall dengan gagah dan nongkrong di salah satu tempat ngopi yang udah familiar nama dan harganya. setelah berbincang sebentar saya pun segera bersiap untuk melaksanakan misi utama saya yaitu interview.
Saya berjalan dengan jumawa menuju gedung perkantoran dan menukarkan ktp saya dengan visitor card. setelah bersikap angkuh saya pun bingung mau masuk pintu sebelah mana. tapi saya pura-pura nggak bingung dan stay cool ngikutin bapak-bapak berdasi yang jalan di depan saya. ketika bapak itu masuk jalur khusus seorang security menghampiri saya dan menanyakan tujuan saya. saya pun dengan percaya diri menyebut nama perusahaan majalah yang saya tuju.
Si security dengan ramah menunjukkan lift paling pojok dan menyuruh saya menempelkan visitor card ke pintu masuk agar bisa sampai ke deretan lift tersebut. udah sok kepedean, jalan dengan angkuh dan jumawa, eh ternyata ndeso juga. mungkin itu yang terlintas di benak si security. fak.
Setelah sampai di kantor majalah saya langsung melihat beberapa pelamar lain yang asyik berbincang. kebanyakan dari mereka adalah wanita yang dari cara berpakaian nya terbilang stylish. Mbak sebelah saya tampil casual dengan kaos putih tipis dan rok lipit bermotif floral dengan warna kalem selutut. membawa tas slempang kecil dari kulit berwarna cokelat serta peeptoe berwarna gading.
Menurut kata hati saya sih dia cantik, sampe saya nggak berani noleh dan melihat wajahnya secara langsung. dia juga lagi asyik ngobrol dengan mbak-mbak sebelahnya lagi yang penampilannya cetar. awalnya saya cuma bisa lihat high heels berwarna perak blink-blink nya. kemudian saya telusuri keatas, dia memakai rok sepan selutut berwarna merah tua, tas jinjing berwarna hitam dengan atasan blouse berwarna gelap. rambutnya disemir merah tembaga di curly dan di urai ala syahrini, dan lipstik berwarna merah terang. kedengerannya sih lebay ya, tapi kok ya pantes-pantes aja buat dia.
Di sebelahnya lagi ada mbak-mbak yang asyik baca majalah. penampilannya bold dengan alis tebal dan lipstik hitam. atasan berupa sweater kelelawar berbahan woll berwarna abu-abu tua. bawahannya celana pensil tiga perempat berwarna hitam dan wadges berwarna hitam. dan beberapa mbak-mbak lain yang penampilannya juga nggak kalah stylish.
Dari mereka semua ternyata cuma saya yang baru interview pertama di kantor itu. setelah menunggu lebih dari 30 menit akhirnya saya pun dipanggil. bukan dipanggil sama suster, apalagi gusti allah, tapi dipanggil sama ibu HRD. dengan melenggak-lenggok ala model papan atas, nggak ding, saya pun masuk kedalam ruang rapat. disana cuma ada seorang wanita muda berumur sekitar akhir 20 an yang geulis pisan. saya menghabiskan 15 menit saya dengan wanita itu. untuk interview tentunya.
Banyak hal yang ia tanyakan pada saya temasuk asmara dan keuangan (dikira mama loren kali ah). tapi saya tertarik pada satu pertanyaan yang sebenarnya simple tapi membuat saya berpikir ulang.
ibu geulis : "Kenapa kamu mau kerja sebagai desainer grafis disini?"
saya : "Karena saya tertarik di dunia fashion bu. saya rasa passion saya disini dan ini salah satu cara untuk bisa masuk ke dalam industri fashion."
ibu geulis : "Kalo kamu tertarik dengan dunia fashion, kenapa kamu apply nya di desainer grafis?"
saya : ".....(selama beberapa detik) karena sesuai sama major of degree saya bu, saya punya basic di desain grafis jadi ya saya gunakan basic itu."
Mungkin kedengarannya jawaban saya sudah benar dan rasional. tapi kemudian justru pertanyaan itu yang menjadi alasan bagi saya untuk tidak melanjutkan tes berikutnya.
Setelah selesai interview saya menghampiri partner berpergian saya yang saya tinggal di caffee. jam sudah menunjukkan pukul 6 sore tapi kami malah asyik ngobrol sambil ngopi berkelas ditempat itu. kami pikir semua sudah selesai tinggal menuju terminal dan memesan tiket bis untuk pulang.
Lokasi Gandaria memang lebih dekat menuju terminal Lebak Bulus daripada harus kembali ke stasiun Senen. dengan berbekal info dari kawan mengenai nama bis, harga, dan waktu keberangkatan kami pun menuju terminal Lebak Bulus. begitu naik kami langsung di sambut oleh calo tiket. ya seperti terminal lainnya, dan kami anggap itu adalah calo dari agen bus yang mau kami naiki.
Harga tiket yang ditawarkan ternyata jauh dari ekspektasi kami sehingga kami melakukan proses tawar menawar terlebih dahulu. setelah deal kami pun menunggu bis dengan santai. sekitar 15 menit kemudian kami didatangi oleh calo dan membawa kami kembali ke loket.
Ternyata sampai di loket kami diminta menambah sejumlah uang agar bisa mendapatkan tiket dan langsung pulang ke Semarang. kami pun tidak terima dengan permintaan mereka karena kami sudah deal dengan harga yang pertama diberikan. namun si calo dan si penjaga loket tetap bersikeras meminta uang tambahan. dengan emosi yang memuncak tapi berusaha tetap kalem kami meminta uang kami dikembalikan.
Awalnya mereka menolak dan membuka proses tawar menawar lagi. saya pun mengambil jalan tengah dengan menawar setengah dari yang mereka minta. namun ternyata mereka kekeuh tidak mau dan memilih mengembalikan setengah dari uang yang telah kami berikan.
Ya hanya setengah, dengan alasan potongan 50% karena membatalkan. semoga berkah deh bu uangnya. dengan perasaan kecewa kami keluar terminal dan menenangkan diri di mushola terdekat. kawan saya yang emosi nya 2 kali lipat menyesalkan perbuatannya yang sembarangan memesan tiket bis. dia juga pernah mendengar bahwa calo terminal lebak bulus memang nggak ada yang nyante. tapi merasakan sendiri ternyata memang lebih mantap daripada hanya mendengar kata ini kata itu.
Setelah menenangkan pikiran kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke stasiun Senen. jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan beruntungnya kami menemukan bis kopaja yang langsung menuju arah Senen. di atas bis kami menertawai nasib kami sendiri. perjalanan yang begitu smooth di awal ternyata tidak menjanjikan akhir yang smooth juga.
Sesampainya di Senen kami terpaksa menghabiskan malam di stasiun karena kereta menuju Semarang baru akan berangkat keesokan paginya. yah emang dari awal niatnya di Jakarta nggembel ya akhirnya kesampean beneran nggembel disana. walaupun awalnya udah sok jaim pake acara tidur di guesthouse pada akhirnya tetep aja tidur di emperan stasiun. yah begitulah yang namanya travelling. kalo nggak begitu nggak akan ada ceritanya.
Ini baru pengalaman travelling pertama yang benar-benar unik dari saya. semoga besok-besok lagi saya bisa lebih siap berpergian dan tidak terlantar lagi seperti perjalanan saya yang satu ini. selamat siang, selamat berhari minggu. salam cup cup emuah emuah!! hehe
Saturday, 5 October 2013
Time is T-I-M-E
Wah udah masuk bulan oktober cuy. oh iya, selamat berakhir pekan untuk semua pekerja baik pekerja lepas, nggak lepas, maupun yang mau lepas. tapi kurang pas kayaknya kalo saya ngucapin sekarang. soalnya besok udah hari senin, dan kata temen-temen saya hari minggu justru hari yang menyebalkan. kalo mau nongkrong atau hangout di hari minggu pasti selalu keinget kalo besok hari senin. kalo menurut saya yang pengangguran ini sih semua hari sama aja. sama-sama nganggur soalnya, hahahaha.
Ngomong-ngomong oktober jadi keinget kalo tahun baruan udah tinggal 2 bulanan lagi. nggak berasa kan ya waktu udah berlalu hampir setahun. kalo saya sih dulu waktu tahun baru 2013 buat list pencapaian banyak banget tuh. yah antara masih menjadi impian, harapan, atau angan-angan yang penting saya pengen mencapai beberapa hal di tahun 2013 ini. alhamdulillah ada yang tercapai, tapi ya seperti biasa lebih banyak yang belum.
Waktu emang nggak pernah bisa kita kendalikan ya. dia akan terus berjalan tanpa peduli apa yang masih belum sempat kita perbuat. jadi jangan harap si waktu bakal nungguin kita melakukan sesuatu. pernah lihat dong film Click yang dimainin sama abang Adam Sandler. ceilaah abang, maklum saya adek bontotnya dari mantan pembokatnya. di film itu waktu yang bisa dikendalikan malah membuat kita nggak akan focus sama hidup kita sendiri. nggak pernah menghargai dan bersyukur atas apa yang kita miliki. jadi ya gunakanlah setiap detik dalam hidupmu berharga.
Saya pernah buat tweet begini "If you aint comfort with your life, find something new. comfort is not always about money" ya kurang lebih begitulah. saya nge-tweet begitu gara-gara agak nggak nyaman sama keluhan temen-temen saya mengenai pekerjaan mereka masing-masing. Ya bukannya saya mau sok idealis sih, tapi ya bagaimana pun mereka sendiri yang memilih jalan hidup mereka, kemudian apalagi yang mau mereka keluhkan. cinta saya nggak diterima-terima aja saya nggak pernah ngeluh. aiiihhh.
Ya intinya kita hidup di dunia ini cuma sekali. nggak ada rewind atau replay atau try again dalam hidup. kalo toh tuhan memberi kesempatan kedua itu adalah kesempatan untuk kita memperbaiki, bukan kesempatan untuk kita mengulang dari awal. jadi kita harus lebih bijak memanfaatkan waktu yan kita miliki.
Saya juga pernah lihat quote yang bener-bener membangunkan saya. bukan membangunkan saya dari tidur loh ya. bukan juga membangunkan yang lain. tapi membangunkan saya dari sikap terlalu santai yang saya miliki.
begini quote nya, "Ini adalah hidupmu, lakukan apa yang kamu cintai. jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah. jika kamu tidak menyukai pekerjaanmu, keluarlah. jika kamu tidak memiliki cukup waktu, berhenti menonton tv. jika kamu sedang mencari apa yang kamu cintai dalam hidupmu, berhentilah, mereka akan menunggumu ketika kamu mulai melakukan hal-hal yang kamu cintai. berhenti terlalu menganalisa, hidup itu sederhana. semua emosi itu indah. ketika kamu makan, hargai setiap gigitan terakhir. bukalah pikiranmu, tanganmu, dan hatimu untuk hal-hal dan orang-orang baru, kita bersatu karena adanya perbedaan. tanyakan orang lain apa bidang kesukaan mereka, dan bagikan impianmu pada mereka. seringlah berpergian, tersesat akan membantumu menemukan jatidirimu. hidup adalah mengenai orang-orang yang kamu jumpai, dan hal-hal yang kamu buat dengan mereka, jadi bersosialisasilah dan mulai berkreasi. hidup itu singkat. teruslah bermimpi dan bagikan gairahmu."
gimana? masih mau berkompromi dengan hidupmu sendiri? kalo saya sih masih tetep menulis dalam wish list saya sebagai seorang joy oriented dan life adventurer. selamat menikmati setiap detik dalam hidupmu. terus berkarya. dan selamat menikmati hari minggu dan hari-hari lainnya. tabik!!
Wednesday, 25 September 2013
Sang Primadona
waduh udah akhir september nih. lama banget saya nggak nge-post. maklum lah ya namanya juga pengangguran sok sibuk, jadi ya sibuk aja mikirin mau apa dan kemana setiap harinya. hahaha. tapi asli kemarin saya sibuk mempersiapkan segala sesuatu buat lomba paduan suara di Jakarta. saya udah sempet bilang kan ya di post sebelumnya.
waktu di ibu kota saya sempet sih mau sok canggih dengan nge-post lewat smartphone saya. tapi ternyata smartphone saya nggak smart-smart amat. buktinya belum selese nulis udah main nge-hang aja, trus mati sendiri, trus saya ulangi lagi deh nulisnya. eh belum selese lagi udah nge-hang lagi kemudian mati lagi, begitulah seterusnya.
kalau mau ditanya tentang cerita, akhir-akhir ini saya punya seabrek. mulai dari si anak baru yang jadi primadona diantara laki-laki gemulai di organisasi sampai malam keramat dimana banyak rahasia terbongkar tak sengaja. dan ya semua itu masih ada benang merahnya sama postingan saya sebelumnya tentang pecinta sesama jenis. terberkatilah saya bisa hidup diantara mereka, karena mereka adalah inspirasi tulisan saya.
cerita hari ini kita mulai aja sama sang primadona. sang primadona itu cowok tulen (kayaknya) dengan kondisi fisik tanpa reject. eh tapi nggak tahu juga ding kondisi mentalnya sehat apa nggak. oke tanpa pikir panjang dia langsung jadi primadona baik di kalangan wanita-wanita tulen dan yang nggak tulen. banyak sih yang bilang dia good looking, vitamin, obat mata, dan istilah-istilah lain yang intinya memuji fisik si primadona. tapi belakangan banyak juga yang ngerasa ilfil alias ilang feeling ketika melihat ada sisi keangkuhan dan anti-sosial pada diri si primadona. sebelas dua belas lah sama saya.
nah ketika si wanita-wanita tulen mundur perlahan maju lah prajurit-prajurit berhati bidadari yang terlihat agresif sekali pada si primadona. segala cara di halalkan supaya bisa berinteraksi dengan si primadona, walau hanya sekedar ngobrol. entah si primadona sadar apa nggak kalo ada modus di balik peristiwa tapi dia tampak fine-fine aja. malah keliatannya dia lebih nyaman berteman dengan mereka dibanding dengan pria-pria yang benar-benar pria.
hal ini lah yang membuat saya ragu akan ke-pria an si primadona. ketika saya melihat maraknya fenomena pecinta sesama di antara teman-teman saya kemudian saya mulai menjadi was-was. saya selalu mencurigai orang apabila ada hal-hal yang sepertinya tidak seharusnya. nggak tahu nih kelakuan saya ini normal apa nggak. tapi ini dikarenakan adanya traumatik mendalam atas kebohongan teman-teman saya tersebut. asik bahasa saya udah kayak psikolog aja.
usut punya usut ternyata si primadona adalah orang yang idealis. entah idealis entah polos entah juga memoloskan diri. dia sebenernya sudah tahu tentang para pecinta sesama yang selalu menghantui setiap langkahnya. ariel peterpan kali ah. tapi dia berpikiran bahwa mungkin dengan aura positif yang terpancar dari si primadona, para fans fanatik nya bisa kembali ke jalan yag lurus. idealis apa polos apa cuma alibi saya juga nggak paham. yang saya dengar sih ya seperti itu.
ya semoga aja si primadona mendengarkan kata-kata saya bahwa pemikirannya itu perlu dikoreksi lagi. macam lembar jawaban ujian yang belum tentu bener sepenuhnya. jangan sampe deh udah pede ngumpulin lembar jawaban pertama terus pas dikoreksi sama dosen malah banyak yang salah. dapet nilai E kan berabe. duh malah ngomongin ujian. kayak masih kuliah aja.
untung aja si primadona cuma sementara aja ikutan di organisasi ini. ee semoga saja. coba aja kalo seterusnya, bisa kemakan kode-kode nya para fans fanatiknya yang tentunya lebih sangar dari kode-kode kepramukaan. percayalah iman dan taqwa sangat diperlukan di jaman serba kebalik ini. yuk sholat sholat. hehehehe. tabik!
waktu di ibu kota saya sempet sih mau sok canggih dengan nge-post lewat smartphone saya. tapi ternyata smartphone saya nggak smart-smart amat. buktinya belum selese nulis udah main nge-hang aja, trus mati sendiri, trus saya ulangi lagi deh nulisnya. eh belum selese lagi udah nge-hang lagi kemudian mati lagi, begitulah seterusnya.
kalau mau ditanya tentang cerita, akhir-akhir ini saya punya seabrek. mulai dari si anak baru yang jadi primadona diantara laki-laki gemulai di organisasi sampai malam keramat dimana banyak rahasia terbongkar tak sengaja. dan ya semua itu masih ada benang merahnya sama postingan saya sebelumnya tentang pecinta sesama jenis. terberkatilah saya bisa hidup diantara mereka, karena mereka adalah inspirasi tulisan saya.
cerita hari ini kita mulai aja sama sang primadona. sang primadona itu cowok tulen (kayaknya) dengan kondisi fisik tanpa reject. eh tapi nggak tahu juga ding kondisi mentalnya sehat apa nggak. oke tanpa pikir panjang dia langsung jadi primadona baik di kalangan wanita-wanita tulen dan yang nggak tulen. banyak sih yang bilang dia good looking, vitamin, obat mata, dan istilah-istilah lain yang intinya memuji fisik si primadona. tapi belakangan banyak juga yang ngerasa ilfil alias ilang feeling ketika melihat ada sisi keangkuhan dan anti-sosial pada diri si primadona. sebelas dua belas lah sama saya.
nah ketika si wanita-wanita tulen mundur perlahan maju lah prajurit-prajurit berhati bidadari yang terlihat agresif sekali pada si primadona. segala cara di halalkan supaya bisa berinteraksi dengan si primadona, walau hanya sekedar ngobrol. entah si primadona sadar apa nggak kalo ada modus di balik peristiwa tapi dia tampak fine-fine aja. malah keliatannya dia lebih nyaman berteman dengan mereka dibanding dengan pria-pria yang benar-benar pria.
hal ini lah yang membuat saya ragu akan ke-pria an si primadona. ketika saya melihat maraknya fenomena pecinta sesama di antara teman-teman saya kemudian saya mulai menjadi was-was. saya selalu mencurigai orang apabila ada hal-hal yang sepertinya tidak seharusnya. nggak tahu nih kelakuan saya ini normal apa nggak. tapi ini dikarenakan adanya traumatik mendalam atas kebohongan teman-teman saya tersebut. asik bahasa saya udah kayak psikolog aja.
usut punya usut ternyata si primadona adalah orang yang idealis. entah idealis entah polos entah juga memoloskan diri. dia sebenernya sudah tahu tentang para pecinta sesama yang selalu menghantui setiap langkahnya. ariel peterpan kali ah. tapi dia berpikiran bahwa mungkin dengan aura positif yang terpancar dari si primadona, para fans fanatik nya bisa kembali ke jalan yag lurus. idealis apa polos apa cuma alibi saya juga nggak paham. yang saya dengar sih ya seperti itu.
ya semoga aja si primadona mendengarkan kata-kata saya bahwa pemikirannya itu perlu dikoreksi lagi. macam lembar jawaban ujian yang belum tentu bener sepenuhnya. jangan sampe deh udah pede ngumpulin lembar jawaban pertama terus pas dikoreksi sama dosen malah banyak yang salah. dapet nilai E kan berabe. duh malah ngomongin ujian. kayak masih kuliah aja.
untung aja si primadona cuma sementara aja ikutan di organisasi ini. ee semoga saja. coba aja kalo seterusnya, bisa kemakan kode-kode nya para fans fanatiknya yang tentunya lebih sangar dari kode-kode kepramukaan. percayalah iman dan taqwa sangat diperlukan di jaman serba kebalik ini. yuk sholat sholat. hehehehe. tabik!
Saturday, 7 September 2013
Semarang oh Semarang
Brrr, malam ini Semarang diguyur hujan. di hari kelima bulan September ini hujan yang turun makin deres. sederes air mata yang netes waktu kalian putus. eaaaa. tapi malem ini skip dulu deh ngomongin cinta-cintaan. soalnya saya lagi nggak mood mengingat gebetan saya yang terakhir mlempem lagi. lagi? sorry saya ini keseringan ngegebet orang jadinya ya sering juga kandasnya.
Saya udah lama berdomisili di kota Semarang. kira-kira 11 tahun saya berpijak di tanah Semarang dan minum air Semarang. banyak hal yang saya dapatkan dari ibu kota Jawa Tengah ini. mulai dari kenalan, teman, sahabat, sampai cinta. eh lupa, nggak lagi ngomongin cinta ding. pokoknya sebagian besar hidup saya terpengaruh oleh kota Semarang yang relief nya naik turun kayak hubungan cinta. aih, cinta lagi cinta lagi.
Dari segi suhu dan iklim Semarang termasuk salah satu kota yang panas. ini bukan pertama kali nya bagi saya untuk tinggal di daerah yang panas. saya pernah tinggal di probolinggo dan makassar yang notabene nya adalah kota pesisir sehingga panasnya nggak nyantai. tapi keramahan orang Semarang memang tidak ada duanya. ini lah yang membuat saya menjadi orang bersahabat dan tidak susah mencari teman ngobrol dimana pun.
Saya kurang begitu paham dengan sejarah kota Semarang sendiri, namun setau saya Semarang tidak memiliki latar belakang kerajaan. Semarang merupakan pelabuhan besar yang sering disinggahi oleh pedagang dari berbagai negara. dan orang Semarang sendiri adalah para pelarian dari kerajaan Mataram Kuno (setau saya). ada juga yang bilang kalau orang Semarang asli justru tinggal di Semarang bagian atas atau daerah Ungaran. hal ini dikarenakan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang membuat ketenangan orang Semarang asli terusik dan berpindah tempat. dan setau saya juga orang daerah atas lebih cantik-cantik daripada orang daerah bawah. hehehehe.
Semarang sama seperti Bandung, dibagi menjadi 2 bagian, daerah atas dan daerah bawah. dulu daerah bawah adalah laut dengan gugusan pulau-pulau kecil, namun karena ada pengendapan gugusan-gugusan itu bersatu dan menjadi daratan. itu lah mengapa Semarang bawah berada justru dibawah garis laut. macam Belanda aja. kalo menurut orang jaman dulu, orang Semarang Bawah itu minum air kencing orang Semarang Atas. tentunya ini cuma perumpamaan. pasalnya Semarang atas dikenal dengan rumah-rumah megah dan elite yang berbeda dengan kondisi pemukiman di daerah Semarang bawah.
Usut punya usut ternyata dulu Semarang itu macam dua dunia. daerah bawah merupakan pusat aktivitas ekonomi, politik, dan sebagainya. sedangkan daerah atas merupakan daerah perumahan yang pada jamannya di kuasai oleh bangsa eropa. bisa dilihat kok dari arsitekturnya yang sangat art noveau sekali.
Nah kalo jaman sekarang Semarang udah semakin maju. yah walaupun didaerah bawah masih sering banjir rob tapi udah nggak begitu sering lah. rob sendiri adalah pengaruh dari air laut yang naik. yah walau Semarang sama kayak Belanda yang kotanya berada di bawah laut tapi Semarang tidak secanggih Belanda yang bisa mengakali agar daratan tidak tergenang oleh air laut yang naik. Semarang itu juga dikenal sebagai venesia nya jawa. hal ini dikarenakan banyaknya sungai-sungai besar yang malang-melintang di daerah bawah. tapi yaa ada tapinya, nasibnya nggak sama kayak venesia di eropa sono noh.
Yah apa pun yang ada di Semarang tentunya akan sangat ngangeni sekali. belum pernah kan berkeliaran tengah malam untuk sekedar menyantap nasi kucing dan mengobrol dengan orang entah siapa seputar apapun yang bisa diobrolkan. atau wisata kuliner di daerah pecinan untuk sekedar mencari suasana khas tiong hoa. memakan sate babi atau nasi goreng babi (untuk non-muslim) sambil mendengar karaoke lagu mandarin yang terdengar dari berbagai sudut.
Atau ingin sekedar berkumpul dan cuci mata di daerah pahlawan. melihat club vespa dan club motor gede bersebelahan untuk memamerkan kecantikan visual masing-masing kendaraan. mengamati anak-anak street dance berlatih dengan semangat, atau bahkan jika beruntung bisa melihat flash mob atau battle dance di sepanjang trotoar jalan pahlawan. atau bisa jadi beberapa model cantik dengan pakaian minim akan berlenggak-lenggok di sekitar anda untuk memberikan pose terbaiknya pada fotografer-fotografer Semarang.
Keanekaragaman ini lah yang membuat warga Semarang dapat melupakan penatnya kesibukan sehari-hari. work hard play hard. dimana jam berangkat kantor dan pulang kantor berbanding lurus dengan padatnya lalu lintas di jumat malam dan sabtu malam di Kota Semarang. tapi jangan takut akan kehabisan ide untuk sekedar nongkrong atau dinner di kota ini. hal ini dikarenakan ada banyak sekali pilihan untuk menghabiskan malam anda. yang mahal, setengah mahal, standard, murah, sampai gratis pun ada. tergantung bagaimana anda ingin menghibur dan merefresh diri. mungkin dengan siapa anda pergi juga akan berpengaruh. Semarang oh Semarang.
Dari segi suhu dan iklim Semarang termasuk salah satu kota yang panas. ini bukan pertama kali nya bagi saya untuk tinggal di daerah yang panas. saya pernah tinggal di probolinggo dan makassar yang notabene nya adalah kota pesisir sehingga panasnya nggak nyantai. tapi keramahan orang Semarang memang tidak ada duanya. ini lah yang membuat saya menjadi orang bersahabat dan tidak susah mencari teman ngobrol dimana pun.
Saya kurang begitu paham dengan sejarah kota Semarang sendiri, namun setau saya Semarang tidak memiliki latar belakang kerajaan. Semarang merupakan pelabuhan besar yang sering disinggahi oleh pedagang dari berbagai negara. dan orang Semarang sendiri adalah para pelarian dari kerajaan Mataram Kuno (setau saya). ada juga yang bilang kalau orang Semarang asli justru tinggal di Semarang bagian atas atau daerah Ungaran. hal ini dikarenakan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang membuat ketenangan orang Semarang asli terusik dan berpindah tempat. dan setau saya juga orang daerah atas lebih cantik-cantik daripada orang daerah bawah. hehehehe.
Semarang sama seperti Bandung, dibagi menjadi 2 bagian, daerah atas dan daerah bawah. dulu daerah bawah adalah laut dengan gugusan pulau-pulau kecil, namun karena ada pengendapan gugusan-gugusan itu bersatu dan menjadi daratan. itu lah mengapa Semarang bawah berada justru dibawah garis laut. macam Belanda aja. kalo menurut orang jaman dulu, orang Semarang Bawah itu minum air kencing orang Semarang Atas. tentunya ini cuma perumpamaan. pasalnya Semarang atas dikenal dengan rumah-rumah megah dan elite yang berbeda dengan kondisi pemukiman di daerah Semarang bawah.
Usut punya usut ternyata dulu Semarang itu macam dua dunia. daerah bawah merupakan pusat aktivitas ekonomi, politik, dan sebagainya. sedangkan daerah atas merupakan daerah perumahan yang pada jamannya di kuasai oleh bangsa eropa. bisa dilihat kok dari arsitekturnya yang sangat art noveau sekali.
Nah kalo jaman sekarang Semarang udah semakin maju. yah walaupun didaerah bawah masih sering banjir rob tapi udah nggak begitu sering lah. rob sendiri adalah pengaruh dari air laut yang naik. yah walau Semarang sama kayak Belanda yang kotanya berada di bawah laut tapi Semarang tidak secanggih Belanda yang bisa mengakali agar daratan tidak tergenang oleh air laut yang naik. Semarang itu juga dikenal sebagai venesia nya jawa. hal ini dikarenakan banyaknya sungai-sungai besar yang malang-melintang di daerah bawah. tapi yaa ada tapinya, nasibnya nggak sama kayak venesia di eropa sono noh.
Yah apa pun yang ada di Semarang tentunya akan sangat ngangeni sekali. belum pernah kan berkeliaran tengah malam untuk sekedar menyantap nasi kucing dan mengobrol dengan orang entah siapa seputar apapun yang bisa diobrolkan. atau wisata kuliner di daerah pecinan untuk sekedar mencari suasana khas tiong hoa. memakan sate babi atau nasi goreng babi (untuk non-muslim) sambil mendengar karaoke lagu mandarin yang terdengar dari berbagai sudut.
Atau ingin sekedar berkumpul dan cuci mata di daerah pahlawan. melihat club vespa dan club motor gede bersebelahan untuk memamerkan kecantikan visual masing-masing kendaraan. mengamati anak-anak street dance berlatih dengan semangat, atau bahkan jika beruntung bisa melihat flash mob atau battle dance di sepanjang trotoar jalan pahlawan. atau bisa jadi beberapa model cantik dengan pakaian minim akan berlenggak-lenggok di sekitar anda untuk memberikan pose terbaiknya pada fotografer-fotografer Semarang.
Keanekaragaman ini lah yang membuat warga Semarang dapat melupakan penatnya kesibukan sehari-hari. work hard play hard. dimana jam berangkat kantor dan pulang kantor berbanding lurus dengan padatnya lalu lintas di jumat malam dan sabtu malam di Kota Semarang. tapi jangan takut akan kehabisan ide untuk sekedar nongkrong atau dinner di kota ini. hal ini dikarenakan ada banyak sekali pilihan untuk menghabiskan malam anda. yang mahal, setengah mahal, standard, murah, sampai gratis pun ada. tergantung bagaimana anda ingin menghibur dan merefresh diri. mungkin dengan siapa anda pergi juga akan berpengaruh. Semarang oh Semarang.
Thursday, 29 August 2013
W(R)aiting List
Selamat petang wahai para jomblowan-jomblowati yang berkilah nggak punya pacar gara-gara nggak mau pacaran dulu. bisa juga gara-gara mau konsen kuliah dulu, terus konsen nyekripsi, konsen kerja, sampe akhirnya dapet janda/duda kaya raya. amien.
Malam ini agak ribet nih ya. bukan ribet masalah kehidupan saya yang emang udah nggak ketolong lagi, tapi ribet masalah nulis. bukan apa-apa. beberapa minggu yang lalu saya dapet komen dari temen saya tentang tampilan blog saya. yang katanya warnanya kurang cetar, bikin burem mata, dan sebagainya. ya udah deh akhirnya saya utak atik lah tampilan blog saya sampe sekarang jadi kelewat ulala begini.
Tapi ternyata kritikan tidak berhenti disitu saja. beberapa hari kemudian ada lagi nih temen saya yang lain yang komen tentang penulisan saya. bukan masalah bahasa dan konten nya sih, tapi lebih kepada pembagian paragraf dan banyaknya baris per paragraf. nah maka dari itu saya sekarang nulis blog nya harus pake buku panduan menulis karya sastra. nggak ding. pokoknya intinya ribet lah nulisnya. tapi ya nggak papalah, masih ada yang perhatian ini, daripada nggak ada yang merhatiin. udah pacar nggak punya tulisan di blog juga nggak ada yang merhatiin. apes deh.
Kalo ngomong masalah tulis menulis sih saya emang nggak jago. saya lebih ke asal-asalan dan curhat colongan sebenernya. tapi apa boleh buat, orang-orang pada suka baca kisah hidup saya. mungkin gara-gara langka ya, kisah hidup manusia rumpita syalalalalala. saya dari dulu emang suka nulis, selain menggambar, dan bermain bekel tentunya. saya inget banget dulu saya pernah buat buku cerita tentang ranger-ranger gitulah. pengennya sih buat cerita sailor-sailor an, tapi biar macho dikitlah, akhirnya saya angkat cerita ranger-ranger an.
Dari situlah saya mulai menulis kisah fiktif yang sebenernya masih sangat terpengaruh oleh film di tv. karena hobi saya gambar, saya kasih deh tuh sisipan gambar nggak beraturan di beberapa lembar kertas. tapi naas, jaman SD dulu temen-temen lebih suka main lompat tali dan kejar-kejaran daripada baca tulisan saya. mungkin pengaruh juga ya sama tulisan tangan saya yang seabstrak perasaan kalian malam ini. eaaaa.
Cerita berikutnya juga masih terpengaruh sama film kartun di tv. ceritanya ya tentang anak-anak yang punya peliharaan monster di komputer, lalu kemudian monster itu bisa keluar dan menjadi nyata. harap maklum lah, namanya juga cerita fiktif khayalan anak ingusan. nah bedanya, kalo cerita ini cukup banyak peminatnya. walaupun cuma anak-anak sekelas sih. tapi kan lumayan banyak juga, daripada nggak ada. hayo. lagipula saat itu saya buatnya komik, jadi tulisan saya yang acakadul nggak beraturan kayak kumisnya rio dewanto jadi lebih sedikit. paling juga temen-temen saya cuma lihat gambarnya, nggak baca ceritanya kayak apa. perduli apa mereka. hiks.
Setelah jaman SD berakhir saya masuk ke area puberitas. sedikit nggak nyambung sih, tapi saya mulai dengan cerita cinta-cintaan. kayak uda pernah aja ngerasain cinta. ceritanya tentang anak basket yang didemenin sama cewek gagal gaul. yah masih berkiblat ke film drama di tv lah. tapi cerita ini nggak pernah selese. seinget saya sih bukunya saya buang.
Oh iya, saya baru keinget. waktu SD juga saya pernah nulis cerita cinta-cintaan ding. ceritanya kurang lebih meteor garden gitulah. tahu dong drama taiwan meteor garden yang sangat hits di jamannya. nah saya sempet tuh buat cerita kayak gitu. dan bukunya berakhir di lapangan tenis tempat ayah saya biasa latihan tenis. niatnya sih, biar ditemuin sama orang, dibaca, kemudian di terbitkan ke majalah deh. jangan ketawa! maklumi aja napa, namanya juga impian absurd anak SD.
Nah, ketika tinggal di Semarang mulai deh ni cerita saya sedikit berkembang. udah nggak niru film-film di tv lagi. tapi saya mulai menulis tentang kisah cinta teman-teman saya. udah keliatan sih bakat rumpi nya dari SMP. saya dulu pernah nulis cerita tentang kisah cinta temen organisasi pramuka saya. kurang penting emang, tapi ceritanya bagus loh. sungguh. menurut saya tapi.
Entah kenapa dalam setiap cerita yang saya buat pasti ada karakter saya yang saya masukan ke dalam cerita. baik itu sebagai pemeran utama maupun sebagai pemeran pembantu utama. pokoknya harus ada saya lah di dalamnya. nah dari sanalah saya bisa mendapatkan inspirasi yang biasanya datang sebelum tidur malam. inspirasinya sih sekedar untuk membayangkan dan menentukan jalan cerita yang akan saya tulis berikutnya. kadang saya juga memperagakan dialog dan ekspresi setiap karakter sambil berbisik. jadi kalo denger saya ngomong sambil tidur, itu bukan lagi ngigau, tapi saya lagi buat cerita.
Cerita itu lumayan disukai sama temen-temen saya yang notabene nya perempuan. kadang ini jadi modus tersendiri buat saya untuk mendekati perempuan idaman. walau hasilnya nihil kan yang penting sudah mencoba. aduh malah galau. lanjut. cerita paling kocak yang pernah saya buat waktu SMP itu judulnya High School kalo nggak salah. uniknya saya membuat cerita ini berdua alias duet sama temen sebangku saya.
Temen sebangku saya itu namanya sofi, orangnya periang dan overdosis gula, jadinya nggak bisa diem. dia juga punya hobi buat cerita sama gambar komik, sebelas dua belas lah sama saya. nah karena kebetulan kami sebangku dan berhobi sama, ya udah jadilah kami duet maut dalam membuat cerita. ceritanya ya suka-suka, dia mau nulis apa saya mau nulis apa ya terserah. kadang kami malah bikin gambar komik di tengah-tengah cerita. bebas. yang penting tokoh utamanya cuma dua, saya sama si sofi itu.
Nah saking banyaknya temen-temen yang doyan baca cerita kami yang kocak bak penari kecak, sampe-sampe buku cerita itu hilang. ada yang bilang terakhir dibawa inilah, dibawa si anulah, pokoknya nggak terlacak deh sampe akhirnya kami lulus SMP.
Kalo buku yang masih ada sampe sekarang ya cuma SMA I'm In Love sama Double Barreled-Riffle (Senapan Kembar). SMA im in love saya buat waktu kelas 3 SMP. kalo yang ini pake tokoh anak-anak sekelas. ceritanya 100% ngarang dan nggak ada hubungannya sama Eiffel im in love sama sekali. saking banyaknya yang doyan baca buku ini saya sampe buat yang versi keduanya. duileh udah kayak sinetron Indonesia aja ya. mungkin kalo dulu saya nggak keburu lulus bisa sampe seri kesepuluh tuh SMA im in love. macam tersanjung aja.
Jaman SMA saya jadi lebih sering nulis. apalagi waktu itu saya aktif di majalah sekolah. kebanyakan sih cerita pendek sama komik selembar dua lembar gitu deh. saya pertama kali punya komputer pribadi itu waktu jaman SMA. jadi saya meninggalkan gaya menulis tangan, bukan karena alasan modernisasi, tapi alasan kelayakan dan mengurangi resiko katarak mata bagi para pembaca.
Cerita panjang yang saya tulis waktu SMA sih ada, judulnya Panic Evolution. waktu itu saya nulisnya sama kedua sepupu saya yang jadi sepupu saya juga di dalam cerita. ceritanya fiktif sekali, penuh buaian dan fatamorgana. ide pokoknya adalah tentang sebuah negara antah berantah yang diserang oleh alien. menurut saya ceritanya sih bagus, tapi lagi-lagi bahasa saya yang ruwet membuat cerita ini susah dipahami. tapi alhamdulillah cerita ini selesai loh, sudah tamat, walau belum ada yang sudi membacanya.
Cerita yang kedua yang saya post di blog Storyofversus.blogspot.com juga saya tulis dari jaman SMA. namun baru selesai waktu jaman kuliah. namanya juga penulis amatir jadi ya nulisnya suka-suka udel saya aja. mumpung saya punya udel.
Mungkin itu tadi list cerita yang pernah saya buat. walau tidak ada satu pun yang muncul di media publik tapi nggak papa lah. itung-itung biar saya keliatan berwawasan sedikit lah bisa nulis cerita begituan. walaupun ceritanya nggak jelas yang penting masa depan saya jelas lah ya. amien. jangan lupa sikat gigi sebelum tidur. tabik! wassalam.
Malam ini agak ribet nih ya. bukan ribet masalah kehidupan saya yang emang udah nggak ketolong lagi, tapi ribet masalah nulis. bukan apa-apa. beberapa minggu yang lalu saya dapet komen dari temen saya tentang tampilan blog saya. yang katanya warnanya kurang cetar, bikin burem mata, dan sebagainya. ya udah deh akhirnya saya utak atik lah tampilan blog saya sampe sekarang jadi kelewat ulala begini.
Tapi ternyata kritikan tidak berhenti disitu saja. beberapa hari kemudian ada lagi nih temen saya yang lain yang komen tentang penulisan saya. bukan masalah bahasa dan konten nya sih, tapi lebih kepada pembagian paragraf dan banyaknya baris per paragraf. nah maka dari itu saya sekarang nulis blog nya harus pake buku panduan menulis karya sastra. nggak ding. pokoknya intinya ribet lah nulisnya. tapi ya nggak papalah, masih ada yang perhatian ini, daripada nggak ada yang merhatiin. udah pacar nggak punya tulisan di blog juga nggak ada yang merhatiin. apes deh.
Kalo ngomong masalah tulis menulis sih saya emang nggak jago. saya lebih ke asal-asalan dan curhat colongan sebenernya. tapi apa boleh buat, orang-orang pada suka baca kisah hidup saya. mungkin gara-gara langka ya, kisah hidup manusia rumpita syalalalalala. saya dari dulu emang suka nulis, selain menggambar, dan bermain bekel tentunya. saya inget banget dulu saya pernah buat buku cerita tentang ranger-ranger gitulah. pengennya sih buat cerita sailor-sailor an, tapi biar macho dikitlah, akhirnya saya angkat cerita ranger-ranger an.
Dari situlah saya mulai menulis kisah fiktif yang sebenernya masih sangat terpengaruh oleh film di tv. karena hobi saya gambar, saya kasih deh tuh sisipan gambar nggak beraturan di beberapa lembar kertas. tapi naas, jaman SD dulu temen-temen lebih suka main lompat tali dan kejar-kejaran daripada baca tulisan saya. mungkin pengaruh juga ya sama tulisan tangan saya yang seabstrak perasaan kalian malam ini. eaaaa.
Cerita berikutnya juga masih terpengaruh sama film kartun di tv. ceritanya ya tentang anak-anak yang punya peliharaan monster di komputer, lalu kemudian monster itu bisa keluar dan menjadi nyata. harap maklum lah, namanya juga cerita fiktif khayalan anak ingusan. nah bedanya, kalo cerita ini cukup banyak peminatnya. walaupun cuma anak-anak sekelas sih. tapi kan lumayan banyak juga, daripada nggak ada. hayo. lagipula saat itu saya buatnya komik, jadi tulisan saya yang acakadul nggak beraturan kayak kumisnya rio dewanto jadi lebih sedikit. paling juga temen-temen saya cuma lihat gambarnya, nggak baca ceritanya kayak apa. perduli apa mereka. hiks.
Setelah jaman SD berakhir saya masuk ke area puberitas. sedikit nggak nyambung sih, tapi saya mulai dengan cerita cinta-cintaan. kayak uda pernah aja ngerasain cinta. ceritanya tentang anak basket yang didemenin sama cewek gagal gaul. yah masih berkiblat ke film drama di tv lah. tapi cerita ini nggak pernah selese. seinget saya sih bukunya saya buang.
Oh iya, saya baru keinget. waktu SD juga saya pernah nulis cerita cinta-cintaan ding. ceritanya kurang lebih meteor garden gitulah. tahu dong drama taiwan meteor garden yang sangat hits di jamannya. nah saya sempet tuh buat cerita kayak gitu. dan bukunya berakhir di lapangan tenis tempat ayah saya biasa latihan tenis. niatnya sih, biar ditemuin sama orang, dibaca, kemudian di terbitkan ke majalah deh. jangan ketawa! maklumi aja napa, namanya juga impian absurd anak SD.
Nah, ketika tinggal di Semarang mulai deh ni cerita saya sedikit berkembang. udah nggak niru film-film di tv lagi. tapi saya mulai menulis tentang kisah cinta teman-teman saya. udah keliatan sih bakat rumpi nya dari SMP. saya dulu pernah nulis cerita tentang kisah cinta temen organisasi pramuka saya. kurang penting emang, tapi ceritanya bagus loh. sungguh. menurut saya tapi.
Entah kenapa dalam setiap cerita yang saya buat pasti ada karakter saya yang saya masukan ke dalam cerita. baik itu sebagai pemeran utama maupun sebagai pemeran pembantu utama. pokoknya harus ada saya lah di dalamnya. nah dari sanalah saya bisa mendapatkan inspirasi yang biasanya datang sebelum tidur malam. inspirasinya sih sekedar untuk membayangkan dan menentukan jalan cerita yang akan saya tulis berikutnya. kadang saya juga memperagakan dialog dan ekspresi setiap karakter sambil berbisik. jadi kalo denger saya ngomong sambil tidur, itu bukan lagi ngigau, tapi saya lagi buat cerita.
Cerita itu lumayan disukai sama temen-temen saya yang notabene nya perempuan. kadang ini jadi modus tersendiri buat saya untuk mendekati perempuan idaman. walau hasilnya nihil kan yang penting sudah mencoba. aduh malah galau. lanjut. cerita paling kocak yang pernah saya buat waktu SMP itu judulnya High School kalo nggak salah. uniknya saya membuat cerita ini berdua alias duet sama temen sebangku saya.
Temen sebangku saya itu namanya sofi, orangnya periang dan overdosis gula, jadinya nggak bisa diem. dia juga punya hobi buat cerita sama gambar komik, sebelas dua belas lah sama saya. nah karena kebetulan kami sebangku dan berhobi sama, ya udah jadilah kami duet maut dalam membuat cerita. ceritanya ya suka-suka, dia mau nulis apa saya mau nulis apa ya terserah. kadang kami malah bikin gambar komik di tengah-tengah cerita. bebas. yang penting tokoh utamanya cuma dua, saya sama si sofi itu.
Nah saking banyaknya temen-temen yang doyan baca cerita kami yang kocak bak penari kecak, sampe-sampe buku cerita itu hilang. ada yang bilang terakhir dibawa inilah, dibawa si anulah, pokoknya nggak terlacak deh sampe akhirnya kami lulus SMP.
Kalo buku yang masih ada sampe sekarang ya cuma SMA I'm In Love sama Double Barreled-Riffle (Senapan Kembar). SMA im in love saya buat waktu kelas 3 SMP. kalo yang ini pake tokoh anak-anak sekelas. ceritanya 100% ngarang dan nggak ada hubungannya sama Eiffel im in love sama sekali. saking banyaknya yang doyan baca buku ini saya sampe buat yang versi keduanya. duileh udah kayak sinetron Indonesia aja ya. mungkin kalo dulu saya nggak keburu lulus bisa sampe seri kesepuluh tuh SMA im in love. macam tersanjung aja.
Jaman SMA saya jadi lebih sering nulis. apalagi waktu itu saya aktif di majalah sekolah. kebanyakan sih cerita pendek sama komik selembar dua lembar gitu deh. saya pertama kali punya komputer pribadi itu waktu jaman SMA. jadi saya meninggalkan gaya menulis tangan, bukan karena alasan modernisasi, tapi alasan kelayakan dan mengurangi resiko katarak mata bagi para pembaca.
Cerita panjang yang saya tulis waktu SMA sih ada, judulnya Panic Evolution. waktu itu saya nulisnya sama kedua sepupu saya yang jadi sepupu saya juga di dalam cerita. ceritanya fiktif sekali, penuh buaian dan fatamorgana. ide pokoknya adalah tentang sebuah negara antah berantah yang diserang oleh alien. menurut saya ceritanya sih bagus, tapi lagi-lagi bahasa saya yang ruwet membuat cerita ini susah dipahami. tapi alhamdulillah cerita ini selesai loh, sudah tamat, walau belum ada yang sudi membacanya.
Cerita yang kedua yang saya post di blog Storyofversus.blogspot.com juga saya tulis dari jaman SMA. namun baru selesai waktu jaman kuliah. namanya juga penulis amatir jadi ya nulisnya suka-suka udel saya aja. mumpung saya punya udel.
Mungkin itu tadi list cerita yang pernah saya buat. walau tidak ada satu pun yang muncul di media publik tapi nggak papa lah. itung-itung biar saya keliatan berwawasan sedikit lah bisa nulis cerita begituan. walaupun ceritanya nggak jelas yang penting masa depan saya jelas lah ya. amien. jangan lupa sikat gigi sebelum tidur. tabik! wassalam.
Subscribe to:
Posts (Atom)