Nah kan dibilang juga apa. waktu itu nggak bisa dibendung. tau-tau udah mau masuk akhir oktober. kerasa cepet banget, apalagi buat mereka yang menikmati setiap detik dalam hidupnya. waktu akan terasa lebih cepat daripada seharusnya. beda nih sama mas-mas mbak-mbak kantoran yang update terus di sosial media gara-gara nungguin jam 5 sore yang lamanya minta ampun. hehe.
Ngomongin masalah kantoran, kemarin awal bulan saya sempet nih ngelamar disalah satu kantor majalah gitu. sebabnya apa saya juga kurang paham, tapi saya tetep berangkat interview ke jakarta. bisa dibilang ini pertama kalinya saya ke jakarta untuk mencari pekerjaan. memang sih saya punya keinginan untuk kerja di majalah. jadi kesempatan itu saya ambil aja.
Saya berangkat bareng temen saya yang notabene nya juga buta wilayah Jakarta. orang Jakarta aja bingung sama wilayah mereka sendiri, apalagi kami yang perantauan dari jawa. akhirnya dengan bermodalkan nekat, Google map, dan bismillah tentunya kami berangkat ke ibu kota.
Awalnya semua berjalan smooth, kayak rambut para model di iklan sunsilk. kami tiba di stasiun Senen jam 3 dinihari dan langsung mencari guesthouse terdekat untuk beristirahat. jadwal interview saya pukul 5 sore, jadi ya agak jaim juga kalo musti istirahat di stasiun ala ala backpacker. bukannya keren yang ada malah kayak gembel kesasar.
Setelah men-charge tenaga dan smartphone kami pun langsung check out dan mencari transportasi umum ke lokasi interview. ternyata butuh 2 jam perjalan dari Senen yang letaknya di Jakarta pusat sampai lokasi interview yang terletak di Jakarta Selatan. kantor majalah yang saya lamar terletak di bilangan Gandaria tepatnya di gedung perkantoran Gandaria 8 yang bersebelahan dengan Gandaria City Mall.
Karena merasa akrab dengan mall kami pun berniat mengisi perut dengan makanan yang dijajakan di dalam mall tersebut. tapi apa mau dikata, setelah masuk ke dalam mall yang bisa dibilang mewah itu kami kebingungan mencari tempat makan. bukan karena kami nggak bisa membaca menu, tapi karena nama semua venue makanan disana terdengar asing bagi kami. yah namanya juga perantauan, kami pun nggak tega mempertaruhkan isi dompet kami dengan harga makanan yang belum jelas.
Akhirnya dengan anggun kami meninggalkan mall dan mencari warung makan terdekat di pinggiran jalan. yang penting ada nasi lah buat hari itu. lagian orang-orang juga nggak pada kenal sama kami. hehe.
Setelah selesai melahap nasi ramesan kami kembali kedalam mall dengan gagah dan nongkrong di salah satu tempat ngopi yang udah familiar nama dan harganya. setelah berbincang sebentar saya pun segera bersiap untuk melaksanakan misi utama saya yaitu interview.
Saya berjalan dengan jumawa menuju gedung perkantoran dan menukarkan ktp saya dengan visitor card. setelah bersikap angkuh saya pun bingung mau masuk pintu sebelah mana. tapi saya pura-pura nggak bingung dan stay cool ngikutin bapak-bapak berdasi yang jalan di depan saya. ketika bapak itu masuk jalur khusus seorang security menghampiri saya dan menanyakan tujuan saya. saya pun dengan percaya diri menyebut nama perusahaan majalah yang saya tuju.
Si security dengan ramah menunjukkan lift paling pojok dan menyuruh saya menempelkan visitor card ke pintu masuk agar bisa sampai ke deretan lift tersebut. udah sok kepedean, jalan dengan angkuh dan jumawa, eh ternyata ndeso juga. mungkin itu yang terlintas di benak si security. fak.
Setelah sampai di kantor majalah saya langsung melihat beberapa pelamar lain yang asyik berbincang. kebanyakan dari mereka adalah wanita yang dari cara berpakaian nya terbilang stylish. Mbak sebelah saya tampil casual dengan kaos putih tipis dan rok lipit bermotif floral dengan warna kalem selutut. membawa tas slempang kecil dari kulit berwarna cokelat serta peeptoe berwarna gading.
Menurut kata hati saya sih dia cantik, sampe saya nggak berani noleh dan melihat wajahnya secara langsung. dia juga lagi asyik ngobrol dengan mbak-mbak sebelahnya lagi yang penampilannya cetar. awalnya saya cuma bisa lihat high heels berwarna perak blink-blink nya. kemudian saya telusuri keatas, dia memakai rok sepan selutut berwarna merah tua, tas jinjing berwarna hitam dengan atasan blouse berwarna gelap. rambutnya disemir merah tembaga di curly dan di urai ala syahrini, dan lipstik berwarna merah terang. kedengerannya sih lebay ya, tapi kok ya pantes-pantes aja buat dia.
Di sebelahnya lagi ada mbak-mbak yang asyik baca majalah. penampilannya bold dengan alis tebal dan lipstik hitam. atasan berupa sweater kelelawar berbahan woll berwarna abu-abu tua. bawahannya celana pensil tiga perempat berwarna hitam dan wadges berwarna hitam. dan beberapa mbak-mbak lain yang penampilannya juga nggak kalah stylish.
Dari mereka semua ternyata cuma saya yang baru interview pertama di kantor itu. setelah menunggu lebih dari 30 menit akhirnya saya pun dipanggil. bukan dipanggil sama suster, apalagi gusti allah, tapi dipanggil sama ibu HRD. dengan melenggak-lenggok ala model papan atas, nggak ding, saya pun masuk kedalam ruang rapat. disana cuma ada seorang wanita muda berumur sekitar akhir 20 an yang geulis pisan. saya menghabiskan 15 menit saya dengan wanita itu. untuk interview tentunya.
Banyak hal yang ia tanyakan pada saya temasuk asmara dan keuangan (dikira mama loren kali ah). tapi saya tertarik pada satu pertanyaan yang sebenarnya simple tapi membuat saya berpikir ulang.
ibu geulis : "Kenapa kamu mau kerja sebagai desainer grafis disini?"
saya : "Karena saya tertarik di dunia fashion bu. saya rasa passion saya disini dan ini salah satu cara untuk bisa masuk ke dalam industri fashion."
ibu geulis : "Kalo kamu tertarik dengan dunia fashion, kenapa kamu apply nya di desainer grafis?"
saya : ".....(selama beberapa detik) karena sesuai sama major of degree saya bu, saya punya basic di desain grafis jadi ya saya gunakan basic itu."
Mungkin kedengarannya jawaban saya sudah benar dan rasional. tapi kemudian justru pertanyaan itu yang menjadi alasan bagi saya untuk tidak melanjutkan tes berikutnya.
Setelah selesai interview saya menghampiri partner berpergian saya yang saya tinggal di caffee. jam sudah menunjukkan pukul 6 sore tapi kami malah asyik ngobrol sambil ngopi berkelas ditempat itu. kami pikir semua sudah selesai tinggal menuju terminal dan memesan tiket bis untuk pulang.
Lokasi Gandaria memang lebih dekat menuju terminal Lebak Bulus daripada harus kembali ke stasiun Senen. dengan berbekal info dari kawan mengenai nama bis, harga, dan waktu keberangkatan kami pun menuju terminal Lebak Bulus. begitu naik kami langsung di sambut oleh calo tiket. ya seperti terminal lainnya, dan kami anggap itu adalah calo dari agen bus yang mau kami naiki.
Harga tiket yang ditawarkan ternyata jauh dari ekspektasi kami sehingga kami melakukan proses tawar menawar terlebih dahulu. setelah deal kami pun menunggu bis dengan santai. sekitar 15 menit kemudian kami didatangi oleh calo dan membawa kami kembali ke loket.
Ternyata sampai di loket kami diminta menambah sejumlah uang agar bisa mendapatkan tiket dan langsung pulang ke Semarang. kami pun tidak terima dengan permintaan mereka karena kami sudah deal dengan harga yang pertama diberikan. namun si calo dan si penjaga loket tetap bersikeras meminta uang tambahan. dengan emosi yang memuncak tapi berusaha tetap kalem kami meminta uang kami dikembalikan.
Awalnya mereka menolak dan membuka proses tawar menawar lagi. saya pun mengambil jalan tengah dengan menawar setengah dari yang mereka minta. namun ternyata mereka kekeuh tidak mau dan memilih mengembalikan setengah dari uang yang telah kami berikan.
Ya hanya setengah, dengan alasan potongan 50% karena membatalkan. semoga berkah deh bu uangnya. dengan perasaan kecewa kami keluar terminal dan menenangkan diri di mushola terdekat. kawan saya yang emosi nya 2 kali lipat menyesalkan perbuatannya yang sembarangan memesan tiket bis. dia juga pernah mendengar bahwa calo terminal lebak bulus memang nggak ada yang nyante. tapi merasakan sendiri ternyata memang lebih mantap daripada hanya mendengar kata ini kata itu.
Setelah menenangkan pikiran kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke stasiun Senen. jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan beruntungnya kami menemukan bis kopaja yang langsung menuju arah Senen. di atas bis kami menertawai nasib kami sendiri. perjalanan yang begitu smooth di awal ternyata tidak menjanjikan akhir yang smooth juga.
Sesampainya di Senen kami terpaksa menghabiskan malam di stasiun karena kereta menuju Semarang baru akan berangkat keesokan paginya. yah emang dari awal niatnya di Jakarta nggembel ya akhirnya kesampean beneran nggembel disana. walaupun awalnya udah sok jaim pake acara tidur di guesthouse pada akhirnya tetep aja tidur di emperan stasiun. yah begitulah yang namanya travelling. kalo nggak begitu nggak akan ada ceritanya.
Ini baru pengalaman travelling pertama yang benar-benar unik dari saya. semoga besok-besok lagi saya bisa lebih siap berpergian dan tidak terlantar lagi seperti perjalanan saya yang satu ini. selamat siang, selamat berhari minggu. salam cup cup emuah emuah!! hehe
Saturday, 19 October 2013
Saturday, 5 October 2013
Time is T-I-M-E
Wah udah masuk bulan oktober cuy. oh iya, selamat berakhir pekan untuk semua pekerja baik pekerja lepas, nggak lepas, maupun yang mau lepas. tapi kurang pas kayaknya kalo saya ngucapin sekarang. soalnya besok udah hari senin, dan kata temen-temen saya hari minggu justru hari yang menyebalkan. kalo mau nongkrong atau hangout di hari minggu pasti selalu keinget kalo besok hari senin. kalo menurut saya yang pengangguran ini sih semua hari sama aja. sama-sama nganggur soalnya, hahahaha.
Ngomong-ngomong oktober jadi keinget kalo tahun baruan udah tinggal 2 bulanan lagi. nggak berasa kan ya waktu udah berlalu hampir setahun. kalo saya sih dulu waktu tahun baru 2013 buat list pencapaian banyak banget tuh. yah antara masih menjadi impian, harapan, atau angan-angan yang penting saya pengen mencapai beberapa hal di tahun 2013 ini. alhamdulillah ada yang tercapai, tapi ya seperti biasa lebih banyak yang belum.
Waktu emang nggak pernah bisa kita kendalikan ya. dia akan terus berjalan tanpa peduli apa yang masih belum sempat kita perbuat. jadi jangan harap si waktu bakal nungguin kita melakukan sesuatu. pernah lihat dong film Click yang dimainin sama abang Adam Sandler. ceilaah abang, maklum saya adek bontotnya dari mantan pembokatnya. di film itu waktu yang bisa dikendalikan malah membuat kita nggak akan focus sama hidup kita sendiri. nggak pernah menghargai dan bersyukur atas apa yang kita miliki. jadi ya gunakanlah setiap detik dalam hidupmu berharga.
Saya pernah buat tweet begini "If you aint comfort with your life, find something new. comfort is not always about money" ya kurang lebih begitulah. saya nge-tweet begitu gara-gara agak nggak nyaman sama keluhan temen-temen saya mengenai pekerjaan mereka masing-masing. Ya bukannya saya mau sok idealis sih, tapi ya bagaimana pun mereka sendiri yang memilih jalan hidup mereka, kemudian apalagi yang mau mereka keluhkan. cinta saya nggak diterima-terima aja saya nggak pernah ngeluh. aiiihhh.
Ya intinya kita hidup di dunia ini cuma sekali. nggak ada rewind atau replay atau try again dalam hidup. kalo toh tuhan memberi kesempatan kedua itu adalah kesempatan untuk kita memperbaiki, bukan kesempatan untuk kita mengulang dari awal. jadi kita harus lebih bijak memanfaatkan waktu yan kita miliki.
Saya juga pernah lihat quote yang bener-bener membangunkan saya. bukan membangunkan saya dari tidur loh ya. bukan juga membangunkan yang lain. tapi membangunkan saya dari sikap terlalu santai yang saya miliki.
begini quote nya, "Ini adalah hidupmu, lakukan apa yang kamu cintai. jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah. jika kamu tidak menyukai pekerjaanmu, keluarlah. jika kamu tidak memiliki cukup waktu, berhenti menonton tv. jika kamu sedang mencari apa yang kamu cintai dalam hidupmu, berhentilah, mereka akan menunggumu ketika kamu mulai melakukan hal-hal yang kamu cintai. berhenti terlalu menganalisa, hidup itu sederhana. semua emosi itu indah. ketika kamu makan, hargai setiap gigitan terakhir. bukalah pikiranmu, tanganmu, dan hatimu untuk hal-hal dan orang-orang baru, kita bersatu karena adanya perbedaan. tanyakan orang lain apa bidang kesukaan mereka, dan bagikan impianmu pada mereka. seringlah berpergian, tersesat akan membantumu menemukan jatidirimu. hidup adalah mengenai orang-orang yang kamu jumpai, dan hal-hal yang kamu buat dengan mereka, jadi bersosialisasilah dan mulai berkreasi. hidup itu singkat. teruslah bermimpi dan bagikan gairahmu."
gimana? masih mau berkompromi dengan hidupmu sendiri? kalo saya sih masih tetep menulis dalam wish list saya sebagai seorang joy oriented dan life adventurer. selamat menikmati setiap detik dalam hidupmu. terus berkarya. dan selamat menikmati hari minggu dan hari-hari lainnya. tabik!!
Wednesday, 25 September 2013
Sang Primadona
waduh udah akhir september nih. lama banget saya nggak nge-post. maklum lah ya namanya juga pengangguran sok sibuk, jadi ya sibuk aja mikirin mau apa dan kemana setiap harinya. hahaha. tapi asli kemarin saya sibuk mempersiapkan segala sesuatu buat lomba paduan suara di Jakarta. saya udah sempet bilang kan ya di post sebelumnya.
waktu di ibu kota saya sempet sih mau sok canggih dengan nge-post lewat smartphone saya. tapi ternyata smartphone saya nggak smart-smart amat. buktinya belum selese nulis udah main nge-hang aja, trus mati sendiri, trus saya ulangi lagi deh nulisnya. eh belum selese lagi udah nge-hang lagi kemudian mati lagi, begitulah seterusnya.
kalau mau ditanya tentang cerita, akhir-akhir ini saya punya seabrek. mulai dari si anak baru yang jadi primadona diantara laki-laki gemulai di organisasi sampai malam keramat dimana banyak rahasia terbongkar tak sengaja. dan ya semua itu masih ada benang merahnya sama postingan saya sebelumnya tentang pecinta sesama jenis. terberkatilah saya bisa hidup diantara mereka, karena mereka adalah inspirasi tulisan saya.
cerita hari ini kita mulai aja sama sang primadona. sang primadona itu cowok tulen (kayaknya) dengan kondisi fisik tanpa reject. eh tapi nggak tahu juga ding kondisi mentalnya sehat apa nggak. oke tanpa pikir panjang dia langsung jadi primadona baik di kalangan wanita-wanita tulen dan yang nggak tulen. banyak sih yang bilang dia good looking, vitamin, obat mata, dan istilah-istilah lain yang intinya memuji fisik si primadona. tapi belakangan banyak juga yang ngerasa ilfil alias ilang feeling ketika melihat ada sisi keangkuhan dan anti-sosial pada diri si primadona. sebelas dua belas lah sama saya.
nah ketika si wanita-wanita tulen mundur perlahan maju lah prajurit-prajurit berhati bidadari yang terlihat agresif sekali pada si primadona. segala cara di halalkan supaya bisa berinteraksi dengan si primadona, walau hanya sekedar ngobrol. entah si primadona sadar apa nggak kalo ada modus di balik peristiwa tapi dia tampak fine-fine aja. malah keliatannya dia lebih nyaman berteman dengan mereka dibanding dengan pria-pria yang benar-benar pria.
hal ini lah yang membuat saya ragu akan ke-pria an si primadona. ketika saya melihat maraknya fenomena pecinta sesama di antara teman-teman saya kemudian saya mulai menjadi was-was. saya selalu mencurigai orang apabila ada hal-hal yang sepertinya tidak seharusnya. nggak tahu nih kelakuan saya ini normal apa nggak. tapi ini dikarenakan adanya traumatik mendalam atas kebohongan teman-teman saya tersebut. asik bahasa saya udah kayak psikolog aja.
usut punya usut ternyata si primadona adalah orang yang idealis. entah idealis entah polos entah juga memoloskan diri. dia sebenernya sudah tahu tentang para pecinta sesama yang selalu menghantui setiap langkahnya. ariel peterpan kali ah. tapi dia berpikiran bahwa mungkin dengan aura positif yang terpancar dari si primadona, para fans fanatik nya bisa kembali ke jalan yag lurus. idealis apa polos apa cuma alibi saya juga nggak paham. yang saya dengar sih ya seperti itu.
ya semoga aja si primadona mendengarkan kata-kata saya bahwa pemikirannya itu perlu dikoreksi lagi. macam lembar jawaban ujian yang belum tentu bener sepenuhnya. jangan sampe deh udah pede ngumpulin lembar jawaban pertama terus pas dikoreksi sama dosen malah banyak yang salah. dapet nilai E kan berabe. duh malah ngomongin ujian. kayak masih kuliah aja.
untung aja si primadona cuma sementara aja ikutan di organisasi ini. ee semoga saja. coba aja kalo seterusnya, bisa kemakan kode-kode nya para fans fanatiknya yang tentunya lebih sangar dari kode-kode kepramukaan. percayalah iman dan taqwa sangat diperlukan di jaman serba kebalik ini. yuk sholat sholat. hehehehe. tabik!
waktu di ibu kota saya sempet sih mau sok canggih dengan nge-post lewat smartphone saya. tapi ternyata smartphone saya nggak smart-smart amat. buktinya belum selese nulis udah main nge-hang aja, trus mati sendiri, trus saya ulangi lagi deh nulisnya. eh belum selese lagi udah nge-hang lagi kemudian mati lagi, begitulah seterusnya.
kalau mau ditanya tentang cerita, akhir-akhir ini saya punya seabrek. mulai dari si anak baru yang jadi primadona diantara laki-laki gemulai di organisasi sampai malam keramat dimana banyak rahasia terbongkar tak sengaja. dan ya semua itu masih ada benang merahnya sama postingan saya sebelumnya tentang pecinta sesama jenis. terberkatilah saya bisa hidup diantara mereka, karena mereka adalah inspirasi tulisan saya.
cerita hari ini kita mulai aja sama sang primadona. sang primadona itu cowok tulen (kayaknya) dengan kondisi fisik tanpa reject. eh tapi nggak tahu juga ding kondisi mentalnya sehat apa nggak. oke tanpa pikir panjang dia langsung jadi primadona baik di kalangan wanita-wanita tulen dan yang nggak tulen. banyak sih yang bilang dia good looking, vitamin, obat mata, dan istilah-istilah lain yang intinya memuji fisik si primadona. tapi belakangan banyak juga yang ngerasa ilfil alias ilang feeling ketika melihat ada sisi keangkuhan dan anti-sosial pada diri si primadona. sebelas dua belas lah sama saya.
nah ketika si wanita-wanita tulen mundur perlahan maju lah prajurit-prajurit berhati bidadari yang terlihat agresif sekali pada si primadona. segala cara di halalkan supaya bisa berinteraksi dengan si primadona, walau hanya sekedar ngobrol. entah si primadona sadar apa nggak kalo ada modus di balik peristiwa tapi dia tampak fine-fine aja. malah keliatannya dia lebih nyaman berteman dengan mereka dibanding dengan pria-pria yang benar-benar pria.
hal ini lah yang membuat saya ragu akan ke-pria an si primadona. ketika saya melihat maraknya fenomena pecinta sesama di antara teman-teman saya kemudian saya mulai menjadi was-was. saya selalu mencurigai orang apabila ada hal-hal yang sepertinya tidak seharusnya. nggak tahu nih kelakuan saya ini normal apa nggak. tapi ini dikarenakan adanya traumatik mendalam atas kebohongan teman-teman saya tersebut. asik bahasa saya udah kayak psikolog aja.
usut punya usut ternyata si primadona adalah orang yang idealis. entah idealis entah polos entah juga memoloskan diri. dia sebenernya sudah tahu tentang para pecinta sesama yang selalu menghantui setiap langkahnya. ariel peterpan kali ah. tapi dia berpikiran bahwa mungkin dengan aura positif yang terpancar dari si primadona, para fans fanatik nya bisa kembali ke jalan yag lurus. idealis apa polos apa cuma alibi saya juga nggak paham. yang saya dengar sih ya seperti itu.
ya semoga aja si primadona mendengarkan kata-kata saya bahwa pemikirannya itu perlu dikoreksi lagi. macam lembar jawaban ujian yang belum tentu bener sepenuhnya. jangan sampe deh udah pede ngumpulin lembar jawaban pertama terus pas dikoreksi sama dosen malah banyak yang salah. dapet nilai E kan berabe. duh malah ngomongin ujian. kayak masih kuliah aja.
untung aja si primadona cuma sementara aja ikutan di organisasi ini. ee semoga saja. coba aja kalo seterusnya, bisa kemakan kode-kode nya para fans fanatiknya yang tentunya lebih sangar dari kode-kode kepramukaan. percayalah iman dan taqwa sangat diperlukan di jaman serba kebalik ini. yuk sholat sholat. hehehehe. tabik!
Saturday, 7 September 2013
Semarang oh Semarang
Brrr, malam ini Semarang diguyur hujan. di hari kelima bulan September ini hujan yang turun makin deres. sederes air mata yang netes waktu kalian putus. eaaaa. tapi malem ini skip dulu deh ngomongin cinta-cintaan. soalnya saya lagi nggak mood mengingat gebetan saya yang terakhir mlempem lagi. lagi? sorry saya ini keseringan ngegebet orang jadinya ya sering juga kandasnya.
Saya udah lama berdomisili di kota Semarang. kira-kira 11 tahun saya berpijak di tanah Semarang dan minum air Semarang. banyak hal yang saya dapatkan dari ibu kota Jawa Tengah ini. mulai dari kenalan, teman, sahabat, sampai cinta. eh lupa, nggak lagi ngomongin cinta ding. pokoknya sebagian besar hidup saya terpengaruh oleh kota Semarang yang relief nya naik turun kayak hubungan cinta. aih, cinta lagi cinta lagi.
Dari segi suhu dan iklim Semarang termasuk salah satu kota yang panas. ini bukan pertama kali nya bagi saya untuk tinggal di daerah yang panas. saya pernah tinggal di probolinggo dan makassar yang notabene nya adalah kota pesisir sehingga panasnya nggak nyantai. tapi keramahan orang Semarang memang tidak ada duanya. ini lah yang membuat saya menjadi orang bersahabat dan tidak susah mencari teman ngobrol dimana pun.
Saya kurang begitu paham dengan sejarah kota Semarang sendiri, namun setau saya Semarang tidak memiliki latar belakang kerajaan. Semarang merupakan pelabuhan besar yang sering disinggahi oleh pedagang dari berbagai negara. dan orang Semarang sendiri adalah para pelarian dari kerajaan Mataram Kuno (setau saya). ada juga yang bilang kalau orang Semarang asli justru tinggal di Semarang bagian atas atau daerah Ungaran. hal ini dikarenakan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang membuat ketenangan orang Semarang asli terusik dan berpindah tempat. dan setau saya juga orang daerah atas lebih cantik-cantik daripada orang daerah bawah. hehehehe.
Semarang sama seperti Bandung, dibagi menjadi 2 bagian, daerah atas dan daerah bawah. dulu daerah bawah adalah laut dengan gugusan pulau-pulau kecil, namun karena ada pengendapan gugusan-gugusan itu bersatu dan menjadi daratan. itu lah mengapa Semarang bawah berada justru dibawah garis laut. macam Belanda aja. kalo menurut orang jaman dulu, orang Semarang Bawah itu minum air kencing orang Semarang Atas. tentunya ini cuma perumpamaan. pasalnya Semarang atas dikenal dengan rumah-rumah megah dan elite yang berbeda dengan kondisi pemukiman di daerah Semarang bawah.
Usut punya usut ternyata dulu Semarang itu macam dua dunia. daerah bawah merupakan pusat aktivitas ekonomi, politik, dan sebagainya. sedangkan daerah atas merupakan daerah perumahan yang pada jamannya di kuasai oleh bangsa eropa. bisa dilihat kok dari arsitekturnya yang sangat art noveau sekali.
Nah kalo jaman sekarang Semarang udah semakin maju. yah walaupun didaerah bawah masih sering banjir rob tapi udah nggak begitu sering lah. rob sendiri adalah pengaruh dari air laut yang naik. yah walau Semarang sama kayak Belanda yang kotanya berada di bawah laut tapi Semarang tidak secanggih Belanda yang bisa mengakali agar daratan tidak tergenang oleh air laut yang naik. Semarang itu juga dikenal sebagai venesia nya jawa. hal ini dikarenakan banyaknya sungai-sungai besar yang malang-melintang di daerah bawah. tapi yaa ada tapinya, nasibnya nggak sama kayak venesia di eropa sono noh.
Yah apa pun yang ada di Semarang tentunya akan sangat ngangeni sekali. belum pernah kan berkeliaran tengah malam untuk sekedar menyantap nasi kucing dan mengobrol dengan orang entah siapa seputar apapun yang bisa diobrolkan. atau wisata kuliner di daerah pecinan untuk sekedar mencari suasana khas tiong hoa. memakan sate babi atau nasi goreng babi (untuk non-muslim) sambil mendengar karaoke lagu mandarin yang terdengar dari berbagai sudut.
Atau ingin sekedar berkumpul dan cuci mata di daerah pahlawan. melihat club vespa dan club motor gede bersebelahan untuk memamerkan kecantikan visual masing-masing kendaraan. mengamati anak-anak street dance berlatih dengan semangat, atau bahkan jika beruntung bisa melihat flash mob atau battle dance di sepanjang trotoar jalan pahlawan. atau bisa jadi beberapa model cantik dengan pakaian minim akan berlenggak-lenggok di sekitar anda untuk memberikan pose terbaiknya pada fotografer-fotografer Semarang.
Keanekaragaman ini lah yang membuat warga Semarang dapat melupakan penatnya kesibukan sehari-hari. work hard play hard. dimana jam berangkat kantor dan pulang kantor berbanding lurus dengan padatnya lalu lintas di jumat malam dan sabtu malam di Kota Semarang. tapi jangan takut akan kehabisan ide untuk sekedar nongkrong atau dinner di kota ini. hal ini dikarenakan ada banyak sekali pilihan untuk menghabiskan malam anda. yang mahal, setengah mahal, standard, murah, sampai gratis pun ada. tergantung bagaimana anda ingin menghibur dan merefresh diri. mungkin dengan siapa anda pergi juga akan berpengaruh. Semarang oh Semarang.
Dari segi suhu dan iklim Semarang termasuk salah satu kota yang panas. ini bukan pertama kali nya bagi saya untuk tinggal di daerah yang panas. saya pernah tinggal di probolinggo dan makassar yang notabene nya adalah kota pesisir sehingga panasnya nggak nyantai. tapi keramahan orang Semarang memang tidak ada duanya. ini lah yang membuat saya menjadi orang bersahabat dan tidak susah mencari teman ngobrol dimana pun.
Saya kurang begitu paham dengan sejarah kota Semarang sendiri, namun setau saya Semarang tidak memiliki latar belakang kerajaan. Semarang merupakan pelabuhan besar yang sering disinggahi oleh pedagang dari berbagai negara. dan orang Semarang sendiri adalah para pelarian dari kerajaan Mataram Kuno (setau saya). ada juga yang bilang kalau orang Semarang asli justru tinggal di Semarang bagian atas atau daerah Ungaran. hal ini dikarenakan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang membuat ketenangan orang Semarang asli terusik dan berpindah tempat. dan setau saya juga orang daerah atas lebih cantik-cantik daripada orang daerah bawah. hehehehe.
Semarang sama seperti Bandung, dibagi menjadi 2 bagian, daerah atas dan daerah bawah. dulu daerah bawah adalah laut dengan gugusan pulau-pulau kecil, namun karena ada pengendapan gugusan-gugusan itu bersatu dan menjadi daratan. itu lah mengapa Semarang bawah berada justru dibawah garis laut. macam Belanda aja. kalo menurut orang jaman dulu, orang Semarang Bawah itu minum air kencing orang Semarang Atas. tentunya ini cuma perumpamaan. pasalnya Semarang atas dikenal dengan rumah-rumah megah dan elite yang berbeda dengan kondisi pemukiman di daerah Semarang bawah.
Usut punya usut ternyata dulu Semarang itu macam dua dunia. daerah bawah merupakan pusat aktivitas ekonomi, politik, dan sebagainya. sedangkan daerah atas merupakan daerah perumahan yang pada jamannya di kuasai oleh bangsa eropa. bisa dilihat kok dari arsitekturnya yang sangat art noveau sekali.
Nah kalo jaman sekarang Semarang udah semakin maju. yah walaupun didaerah bawah masih sering banjir rob tapi udah nggak begitu sering lah. rob sendiri adalah pengaruh dari air laut yang naik. yah walau Semarang sama kayak Belanda yang kotanya berada di bawah laut tapi Semarang tidak secanggih Belanda yang bisa mengakali agar daratan tidak tergenang oleh air laut yang naik. Semarang itu juga dikenal sebagai venesia nya jawa. hal ini dikarenakan banyaknya sungai-sungai besar yang malang-melintang di daerah bawah. tapi yaa ada tapinya, nasibnya nggak sama kayak venesia di eropa sono noh.
Yah apa pun yang ada di Semarang tentunya akan sangat ngangeni sekali. belum pernah kan berkeliaran tengah malam untuk sekedar menyantap nasi kucing dan mengobrol dengan orang entah siapa seputar apapun yang bisa diobrolkan. atau wisata kuliner di daerah pecinan untuk sekedar mencari suasana khas tiong hoa. memakan sate babi atau nasi goreng babi (untuk non-muslim) sambil mendengar karaoke lagu mandarin yang terdengar dari berbagai sudut.
Atau ingin sekedar berkumpul dan cuci mata di daerah pahlawan. melihat club vespa dan club motor gede bersebelahan untuk memamerkan kecantikan visual masing-masing kendaraan. mengamati anak-anak street dance berlatih dengan semangat, atau bahkan jika beruntung bisa melihat flash mob atau battle dance di sepanjang trotoar jalan pahlawan. atau bisa jadi beberapa model cantik dengan pakaian minim akan berlenggak-lenggok di sekitar anda untuk memberikan pose terbaiknya pada fotografer-fotografer Semarang.
Keanekaragaman ini lah yang membuat warga Semarang dapat melupakan penatnya kesibukan sehari-hari. work hard play hard. dimana jam berangkat kantor dan pulang kantor berbanding lurus dengan padatnya lalu lintas di jumat malam dan sabtu malam di Kota Semarang. tapi jangan takut akan kehabisan ide untuk sekedar nongkrong atau dinner di kota ini. hal ini dikarenakan ada banyak sekali pilihan untuk menghabiskan malam anda. yang mahal, setengah mahal, standard, murah, sampai gratis pun ada. tergantung bagaimana anda ingin menghibur dan merefresh diri. mungkin dengan siapa anda pergi juga akan berpengaruh. Semarang oh Semarang.
Thursday, 29 August 2013
W(R)aiting List
Selamat petang wahai para jomblowan-jomblowati yang berkilah nggak punya pacar gara-gara nggak mau pacaran dulu. bisa juga gara-gara mau konsen kuliah dulu, terus konsen nyekripsi, konsen kerja, sampe akhirnya dapet janda/duda kaya raya. amien.
Malam ini agak ribet nih ya. bukan ribet masalah kehidupan saya yang emang udah nggak ketolong lagi, tapi ribet masalah nulis. bukan apa-apa. beberapa minggu yang lalu saya dapet komen dari temen saya tentang tampilan blog saya. yang katanya warnanya kurang cetar, bikin burem mata, dan sebagainya. ya udah deh akhirnya saya utak atik lah tampilan blog saya sampe sekarang jadi kelewat ulala begini.
Tapi ternyata kritikan tidak berhenti disitu saja. beberapa hari kemudian ada lagi nih temen saya yang lain yang komen tentang penulisan saya. bukan masalah bahasa dan konten nya sih, tapi lebih kepada pembagian paragraf dan banyaknya baris per paragraf. nah maka dari itu saya sekarang nulis blog nya harus pake buku panduan menulis karya sastra. nggak ding. pokoknya intinya ribet lah nulisnya. tapi ya nggak papalah, masih ada yang perhatian ini, daripada nggak ada yang merhatiin. udah pacar nggak punya tulisan di blog juga nggak ada yang merhatiin. apes deh.
Kalo ngomong masalah tulis menulis sih saya emang nggak jago. saya lebih ke asal-asalan dan curhat colongan sebenernya. tapi apa boleh buat, orang-orang pada suka baca kisah hidup saya. mungkin gara-gara langka ya, kisah hidup manusia rumpita syalalalalala. saya dari dulu emang suka nulis, selain menggambar, dan bermain bekel tentunya. saya inget banget dulu saya pernah buat buku cerita tentang ranger-ranger gitulah. pengennya sih buat cerita sailor-sailor an, tapi biar macho dikitlah, akhirnya saya angkat cerita ranger-ranger an.
Dari situlah saya mulai menulis kisah fiktif yang sebenernya masih sangat terpengaruh oleh film di tv. karena hobi saya gambar, saya kasih deh tuh sisipan gambar nggak beraturan di beberapa lembar kertas. tapi naas, jaman SD dulu temen-temen lebih suka main lompat tali dan kejar-kejaran daripada baca tulisan saya. mungkin pengaruh juga ya sama tulisan tangan saya yang seabstrak perasaan kalian malam ini. eaaaa.
Cerita berikutnya juga masih terpengaruh sama film kartun di tv. ceritanya ya tentang anak-anak yang punya peliharaan monster di komputer, lalu kemudian monster itu bisa keluar dan menjadi nyata. harap maklum lah, namanya juga cerita fiktif khayalan anak ingusan. nah bedanya, kalo cerita ini cukup banyak peminatnya. walaupun cuma anak-anak sekelas sih. tapi kan lumayan banyak juga, daripada nggak ada. hayo. lagipula saat itu saya buatnya komik, jadi tulisan saya yang acakadul nggak beraturan kayak kumisnya rio dewanto jadi lebih sedikit. paling juga temen-temen saya cuma lihat gambarnya, nggak baca ceritanya kayak apa. perduli apa mereka. hiks.
Setelah jaman SD berakhir saya masuk ke area puberitas. sedikit nggak nyambung sih, tapi saya mulai dengan cerita cinta-cintaan. kayak uda pernah aja ngerasain cinta. ceritanya tentang anak basket yang didemenin sama cewek gagal gaul. yah masih berkiblat ke film drama di tv lah. tapi cerita ini nggak pernah selese. seinget saya sih bukunya saya buang.
Oh iya, saya baru keinget. waktu SD juga saya pernah nulis cerita cinta-cintaan ding. ceritanya kurang lebih meteor garden gitulah. tahu dong drama taiwan meteor garden yang sangat hits di jamannya. nah saya sempet tuh buat cerita kayak gitu. dan bukunya berakhir di lapangan tenis tempat ayah saya biasa latihan tenis. niatnya sih, biar ditemuin sama orang, dibaca, kemudian di terbitkan ke majalah deh. jangan ketawa! maklumi aja napa, namanya juga impian absurd anak SD.
Nah, ketika tinggal di Semarang mulai deh ni cerita saya sedikit berkembang. udah nggak niru film-film di tv lagi. tapi saya mulai menulis tentang kisah cinta teman-teman saya. udah keliatan sih bakat rumpi nya dari SMP. saya dulu pernah nulis cerita tentang kisah cinta temen organisasi pramuka saya. kurang penting emang, tapi ceritanya bagus loh. sungguh. menurut saya tapi.
Entah kenapa dalam setiap cerita yang saya buat pasti ada karakter saya yang saya masukan ke dalam cerita. baik itu sebagai pemeran utama maupun sebagai pemeran pembantu utama. pokoknya harus ada saya lah di dalamnya. nah dari sanalah saya bisa mendapatkan inspirasi yang biasanya datang sebelum tidur malam. inspirasinya sih sekedar untuk membayangkan dan menentukan jalan cerita yang akan saya tulis berikutnya. kadang saya juga memperagakan dialog dan ekspresi setiap karakter sambil berbisik. jadi kalo denger saya ngomong sambil tidur, itu bukan lagi ngigau, tapi saya lagi buat cerita.
Cerita itu lumayan disukai sama temen-temen saya yang notabene nya perempuan. kadang ini jadi modus tersendiri buat saya untuk mendekati perempuan idaman. walau hasilnya nihil kan yang penting sudah mencoba. aduh malah galau. lanjut. cerita paling kocak yang pernah saya buat waktu SMP itu judulnya High School kalo nggak salah. uniknya saya membuat cerita ini berdua alias duet sama temen sebangku saya.
Temen sebangku saya itu namanya sofi, orangnya periang dan overdosis gula, jadinya nggak bisa diem. dia juga punya hobi buat cerita sama gambar komik, sebelas dua belas lah sama saya. nah karena kebetulan kami sebangku dan berhobi sama, ya udah jadilah kami duet maut dalam membuat cerita. ceritanya ya suka-suka, dia mau nulis apa saya mau nulis apa ya terserah. kadang kami malah bikin gambar komik di tengah-tengah cerita. bebas. yang penting tokoh utamanya cuma dua, saya sama si sofi itu.
Nah saking banyaknya temen-temen yang doyan baca cerita kami yang kocak bak penari kecak, sampe-sampe buku cerita itu hilang. ada yang bilang terakhir dibawa inilah, dibawa si anulah, pokoknya nggak terlacak deh sampe akhirnya kami lulus SMP.
Kalo buku yang masih ada sampe sekarang ya cuma SMA I'm In Love sama Double Barreled-Riffle (Senapan Kembar). SMA im in love saya buat waktu kelas 3 SMP. kalo yang ini pake tokoh anak-anak sekelas. ceritanya 100% ngarang dan nggak ada hubungannya sama Eiffel im in love sama sekali. saking banyaknya yang doyan baca buku ini saya sampe buat yang versi keduanya. duileh udah kayak sinetron Indonesia aja ya. mungkin kalo dulu saya nggak keburu lulus bisa sampe seri kesepuluh tuh SMA im in love. macam tersanjung aja.
Jaman SMA saya jadi lebih sering nulis. apalagi waktu itu saya aktif di majalah sekolah. kebanyakan sih cerita pendek sama komik selembar dua lembar gitu deh. saya pertama kali punya komputer pribadi itu waktu jaman SMA. jadi saya meninggalkan gaya menulis tangan, bukan karena alasan modernisasi, tapi alasan kelayakan dan mengurangi resiko katarak mata bagi para pembaca.
Cerita panjang yang saya tulis waktu SMA sih ada, judulnya Panic Evolution. waktu itu saya nulisnya sama kedua sepupu saya yang jadi sepupu saya juga di dalam cerita. ceritanya fiktif sekali, penuh buaian dan fatamorgana. ide pokoknya adalah tentang sebuah negara antah berantah yang diserang oleh alien. menurut saya ceritanya sih bagus, tapi lagi-lagi bahasa saya yang ruwet membuat cerita ini susah dipahami. tapi alhamdulillah cerita ini selesai loh, sudah tamat, walau belum ada yang sudi membacanya.
Cerita yang kedua yang saya post di blog Storyofversus.blogspot.com juga saya tulis dari jaman SMA. namun baru selesai waktu jaman kuliah. namanya juga penulis amatir jadi ya nulisnya suka-suka udel saya aja. mumpung saya punya udel.
Mungkin itu tadi list cerita yang pernah saya buat. walau tidak ada satu pun yang muncul di media publik tapi nggak papa lah. itung-itung biar saya keliatan berwawasan sedikit lah bisa nulis cerita begituan. walaupun ceritanya nggak jelas yang penting masa depan saya jelas lah ya. amien. jangan lupa sikat gigi sebelum tidur. tabik! wassalam.
Malam ini agak ribet nih ya. bukan ribet masalah kehidupan saya yang emang udah nggak ketolong lagi, tapi ribet masalah nulis. bukan apa-apa. beberapa minggu yang lalu saya dapet komen dari temen saya tentang tampilan blog saya. yang katanya warnanya kurang cetar, bikin burem mata, dan sebagainya. ya udah deh akhirnya saya utak atik lah tampilan blog saya sampe sekarang jadi kelewat ulala begini.
Tapi ternyata kritikan tidak berhenti disitu saja. beberapa hari kemudian ada lagi nih temen saya yang lain yang komen tentang penulisan saya. bukan masalah bahasa dan konten nya sih, tapi lebih kepada pembagian paragraf dan banyaknya baris per paragraf. nah maka dari itu saya sekarang nulis blog nya harus pake buku panduan menulis karya sastra. nggak ding. pokoknya intinya ribet lah nulisnya. tapi ya nggak papalah, masih ada yang perhatian ini, daripada nggak ada yang merhatiin. udah pacar nggak punya tulisan di blog juga nggak ada yang merhatiin. apes deh.
Kalo ngomong masalah tulis menulis sih saya emang nggak jago. saya lebih ke asal-asalan dan curhat colongan sebenernya. tapi apa boleh buat, orang-orang pada suka baca kisah hidup saya. mungkin gara-gara langka ya, kisah hidup manusia rumpita syalalalalala. saya dari dulu emang suka nulis, selain menggambar, dan bermain bekel tentunya. saya inget banget dulu saya pernah buat buku cerita tentang ranger-ranger gitulah. pengennya sih buat cerita sailor-sailor an, tapi biar macho dikitlah, akhirnya saya angkat cerita ranger-ranger an.
Dari situlah saya mulai menulis kisah fiktif yang sebenernya masih sangat terpengaruh oleh film di tv. karena hobi saya gambar, saya kasih deh tuh sisipan gambar nggak beraturan di beberapa lembar kertas. tapi naas, jaman SD dulu temen-temen lebih suka main lompat tali dan kejar-kejaran daripada baca tulisan saya. mungkin pengaruh juga ya sama tulisan tangan saya yang seabstrak perasaan kalian malam ini. eaaaa.
Cerita berikutnya juga masih terpengaruh sama film kartun di tv. ceritanya ya tentang anak-anak yang punya peliharaan monster di komputer, lalu kemudian monster itu bisa keluar dan menjadi nyata. harap maklum lah, namanya juga cerita fiktif khayalan anak ingusan. nah bedanya, kalo cerita ini cukup banyak peminatnya. walaupun cuma anak-anak sekelas sih. tapi kan lumayan banyak juga, daripada nggak ada. hayo. lagipula saat itu saya buatnya komik, jadi tulisan saya yang acakadul nggak beraturan kayak kumisnya rio dewanto jadi lebih sedikit. paling juga temen-temen saya cuma lihat gambarnya, nggak baca ceritanya kayak apa. perduli apa mereka. hiks.
Setelah jaman SD berakhir saya masuk ke area puberitas. sedikit nggak nyambung sih, tapi saya mulai dengan cerita cinta-cintaan. kayak uda pernah aja ngerasain cinta. ceritanya tentang anak basket yang didemenin sama cewek gagal gaul. yah masih berkiblat ke film drama di tv lah. tapi cerita ini nggak pernah selese. seinget saya sih bukunya saya buang.
Oh iya, saya baru keinget. waktu SD juga saya pernah nulis cerita cinta-cintaan ding. ceritanya kurang lebih meteor garden gitulah. tahu dong drama taiwan meteor garden yang sangat hits di jamannya. nah saya sempet tuh buat cerita kayak gitu. dan bukunya berakhir di lapangan tenis tempat ayah saya biasa latihan tenis. niatnya sih, biar ditemuin sama orang, dibaca, kemudian di terbitkan ke majalah deh. jangan ketawa! maklumi aja napa, namanya juga impian absurd anak SD.
Nah, ketika tinggal di Semarang mulai deh ni cerita saya sedikit berkembang. udah nggak niru film-film di tv lagi. tapi saya mulai menulis tentang kisah cinta teman-teman saya. udah keliatan sih bakat rumpi nya dari SMP. saya dulu pernah nulis cerita tentang kisah cinta temen organisasi pramuka saya. kurang penting emang, tapi ceritanya bagus loh. sungguh. menurut saya tapi.
Entah kenapa dalam setiap cerita yang saya buat pasti ada karakter saya yang saya masukan ke dalam cerita. baik itu sebagai pemeran utama maupun sebagai pemeran pembantu utama. pokoknya harus ada saya lah di dalamnya. nah dari sanalah saya bisa mendapatkan inspirasi yang biasanya datang sebelum tidur malam. inspirasinya sih sekedar untuk membayangkan dan menentukan jalan cerita yang akan saya tulis berikutnya. kadang saya juga memperagakan dialog dan ekspresi setiap karakter sambil berbisik. jadi kalo denger saya ngomong sambil tidur, itu bukan lagi ngigau, tapi saya lagi buat cerita.
Cerita itu lumayan disukai sama temen-temen saya yang notabene nya perempuan. kadang ini jadi modus tersendiri buat saya untuk mendekati perempuan idaman. walau hasilnya nihil kan yang penting sudah mencoba. aduh malah galau. lanjut. cerita paling kocak yang pernah saya buat waktu SMP itu judulnya High School kalo nggak salah. uniknya saya membuat cerita ini berdua alias duet sama temen sebangku saya.
Temen sebangku saya itu namanya sofi, orangnya periang dan overdosis gula, jadinya nggak bisa diem. dia juga punya hobi buat cerita sama gambar komik, sebelas dua belas lah sama saya. nah karena kebetulan kami sebangku dan berhobi sama, ya udah jadilah kami duet maut dalam membuat cerita. ceritanya ya suka-suka, dia mau nulis apa saya mau nulis apa ya terserah. kadang kami malah bikin gambar komik di tengah-tengah cerita. bebas. yang penting tokoh utamanya cuma dua, saya sama si sofi itu.
Nah saking banyaknya temen-temen yang doyan baca cerita kami yang kocak bak penari kecak, sampe-sampe buku cerita itu hilang. ada yang bilang terakhir dibawa inilah, dibawa si anulah, pokoknya nggak terlacak deh sampe akhirnya kami lulus SMP.
Kalo buku yang masih ada sampe sekarang ya cuma SMA I'm In Love sama Double Barreled-Riffle (Senapan Kembar). SMA im in love saya buat waktu kelas 3 SMP. kalo yang ini pake tokoh anak-anak sekelas. ceritanya 100% ngarang dan nggak ada hubungannya sama Eiffel im in love sama sekali. saking banyaknya yang doyan baca buku ini saya sampe buat yang versi keduanya. duileh udah kayak sinetron Indonesia aja ya. mungkin kalo dulu saya nggak keburu lulus bisa sampe seri kesepuluh tuh SMA im in love. macam tersanjung aja.
Jaman SMA saya jadi lebih sering nulis. apalagi waktu itu saya aktif di majalah sekolah. kebanyakan sih cerita pendek sama komik selembar dua lembar gitu deh. saya pertama kali punya komputer pribadi itu waktu jaman SMA. jadi saya meninggalkan gaya menulis tangan, bukan karena alasan modernisasi, tapi alasan kelayakan dan mengurangi resiko katarak mata bagi para pembaca.
Cerita panjang yang saya tulis waktu SMA sih ada, judulnya Panic Evolution. waktu itu saya nulisnya sama kedua sepupu saya yang jadi sepupu saya juga di dalam cerita. ceritanya fiktif sekali, penuh buaian dan fatamorgana. ide pokoknya adalah tentang sebuah negara antah berantah yang diserang oleh alien. menurut saya ceritanya sih bagus, tapi lagi-lagi bahasa saya yang ruwet membuat cerita ini susah dipahami. tapi alhamdulillah cerita ini selesai loh, sudah tamat, walau belum ada yang sudi membacanya.
Cerita yang kedua yang saya post di blog Storyofversus.blogspot.com juga saya tulis dari jaman SMA. namun baru selesai waktu jaman kuliah. namanya juga penulis amatir jadi ya nulisnya suka-suka udel saya aja. mumpung saya punya udel.
Mungkin itu tadi list cerita yang pernah saya buat. walau tidak ada satu pun yang muncul di media publik tapi nggak papa lah. itung-itung biar saya keliatan berwawasan sedikit lah bisa nulis cerita begituan. walaupun ceritanya nggak jelas yang penting masa depan saya jelas lah ya. amien. jangan lupa sikat gigi sebelum tidur. tabik! wassalam.
Wednesday, 21 August 2013
Do Re Mi
wah,tiba-tiba aja udah masuk akhir bulan agustus nih, nggak kerasa juga. mungkin gara-gara awal sampe pertengahan bulan kemarin saking senengnya kali ya dapet thr, belanja-belanja baju baru, sampe mamerin baju baru nya ke khalayak ramai. hahahaha. ya kalo udah gitu ya yang kerasa sekarang cuma kembang kempisnya. kembang kempisnya dompet dan tabungan yang udah minta jatah buat di isi. serba repot ya, nggak punya duit jadi kepengen punya duit, udah punya duit eh malah abis dibelanjain macem-macem. mending ya kayak saya aja udah, stay nggak punya duit. hidup kere!!
eh tapi kere-kere begini saya mau ke jakarta loh. jangan salah, kere boleh kere tapi duit hmmmm nggak punya sama sekali. bulan depan memang nih saya berencana ikut adik-adik saya ke jakarta. adik-adik junior saya lah di paduan suara mahasiswa (psm). nah rencana awalnya sih mau bantuin aja jadi official lomba mereka. tapi kemudian saya banting stir jadi satu-satunya alumni yang ikutan lomba bareng anak-anak bayi.
iya, karena alasan kekurangan suara untuk bass, akhirnya jadilah saya mengisi kekosongan tersebut. alumni lainnya udah berangkat pagi pulang malam buat nyari duit, eh saya malah masih sok asyik ke kampus setiap harinya.
saya sebenernya juga heran sih, kok saya sebegitu cintanya sama paduan suara kampus saya ini. padahal orangnya juga biasa-biasa alias standard alias std. nggak dapet upah lagi, boro-boro upah, dapet snack aja udah alhamdulillah. tapi justru itu mungkin yang buat saya betah. atau apa ya? saya juga bingung.
awal mula saya ikut psm itu saya diajakin sama temen SMA saya dulu. kami sohib kentel lah ya, sekentel susu kental manis. dia kentel saya manis, hore! sebenernya saya itu jaman SD selalu nyaman di barisan penyanyi daripada di barisan peserta upacara. soalnya tempat untuk kelompok paduan suara rindang sih, dibawah pepohonan gitu. nah kemudian jaman SMP juga saya pernah ikutan nyanyi buat ngisi sebuah acara di RRI. terus waktu SMA anggota paduan suaranya wanita semua, jadinya ya saya urungkan niat saya buat gabung di ekskul itu. pernah sih kepikir untuk pake rok biar bisa gabung, tapi kemudian saya baru inget kalo saya udah insyaf.
nah sampai akhirnya saya masuk kuliah, sohib kentel saya ngajakin saya buat audisi paduan suara, ya jelas dong saya mau. antara saya emang berbakat atau mereka mungkin kekurangan orang, saya juga nggak pasti, saya pun lulus audisi tersebut. dan setelah itu kiprah saya di dunia organisasi kampus saya dulu pun dimulai. saya tergabung dalam suara bass, dan coba deh ditebak berapa jumlah suara bass dalam tim kami. yak bener, cuma 2 orang dan saya adalah salah satunya. saya juga heran mengapa organisasi ini nggak bisa menjaring banyak mahasiswa. padahal ribuan mahasiswa diluar sana memiliki bakat dan hobi menyanyi.
kalo kata temen saya, sekali kena air ya udah nyebur sekalian, saya pun seperti itu. malah sekalian juga bawa sabun, sampo, sama sikat gigi, biar sekalian mandi gitu maksudnya. saya nggak hanya ikut latihan vokalnya aja, tapi saya juga aktif dalam organisasinya. waktu jaman itu sih keuangan organisasi ini masih minim, kebanyakan utang sama lintah darat jadi bingung balikinnya. jadi ya dulu sering banget weekend kumpul sama anak-anak paduan suara buat ngumpulin uang. biasanya sih ngamen atau nggak jualan baju bekas di pasar. percayalah hasil dari pengumpulan dana tersebut tidak sebanyak jumlah anggota yang ikut. mungkin kalo kami iuran sendiri lebih banyak uang iuran kami kali.
tapi sebenernya uang yang kami dapet itu adalah bonus sih. yang utama kan kita sebagai tim bakal bener-bener solid, lebih tau karakter masing-masing, dan bisa tahu juga masalah-masalah yang dihadapinya. yah sebagai bahan buat gosip lah nantinya. tapi memang benar, itu yang saya rasakan, karena sampai detik ini pun kami masih sering berkomunikasi dan hang out bareng menghabiskan receh disaat habis gajian.
karena saking aktifnya di organisasi ini, saya akhirnya dipilih menjadi ketua umum. cara milihnya cukup unik sih, dengan menghitung kancing pembina kami dari atas sampai kembali ke atas lagi. norak? biarin. sekarang kancing-kancing siapa, kok situ yang sewot!
semenjak saya menjabat sebagai ketua saya bener-bener menjadikan paduan suara sebagai prioritas dalam hidup saya. pokoknya setiap waktu yang ada saya gunakan sebaik mungkin untuk mengurus acara-acara paduan suara kami. untung aja masa jabatan saya hanya berumur satu tahun, kalo bertahun-tahun saya bisa tua dikampus nanti. yah tapi lumayanlah biar setahun juga tetep dapet beasiswa sebagai ketua organisasi dari kampus. itung-itung buat seneng-seneng. sebelas duabelas sih sama ekskul favorit saya waktu jaman SMA yaitu pramuka. hampir setiap hari, pagi, siang, sore, malem diabisin buat organisasi yang saya pimpin. keliatan nerd nggak ya? bisa jadi bisa jadi!
awalnya saya nggak nyangka aja saya bisa jadi ketua organisasi, nggak nyangkanya kok ya ada gitu loh yang milih saya. padahal saya nggak ada bijaksana-bijaksananya, bijaksini aja nggak, terkesan slengekan dan kebanyakan becanda. yah mungkin karena itu tadi, gara-gara pemilihannya dengan ngitung kancing jadi ya untung-untungan. cita-cita saya sih simple waktu itu, saya pengen anak paduan suara tuh bangga sama organisasi nya sendiri. sedih kan ya kalo udah eksis ikut organisasi tapi mahasiswa lain nggak kenal sama organisasi yang kita ikuti. rasanya pengen iris-iris bawang sambil nyanyi lagu o ina ni keke. nggak nyambung, biarin, yang penting nyanyi.
dari sanalah saya yang punya hobi mengurusi semua masalah (kata temen saya) mulai merombak apa aja yang bisa dirombak. dinding basecamp sendiri aja kami rombak, ala-ala kamar anak gadis (kalo ini asli bukan ide saya). pokoknya saya berusahalah sebaik mungkin bekerja justru dibawah anggota saya, bukan diatas mereka. capek kali diatas melulu, sekali-kali main bawah. hahahaha (ketawa ngeres)
yah karena paduan suara ini juga lah saya jadi kenal sama pejabat-pejabat teras di kampus. apalagi selepas paduan suara, saya juga eksis di badan eksekutif mahasiswa. relasi saya jadi semakin banyak. kan enak semakin banyak relasi semakin banyak juga orang yang bisa saya tawari buat ikut MLM yang saya ikuti. nggak ding.
tapi ya karena saking cintanya sama paduan suara saya masih juga tuh ikut nyanyi ngisi wisuda. yah walau saya sempet ngilang beberapa waktu untuk merefresh diri, akhirnya saya comeback juga dengan suara yang masih berantakan. setelah itu comeback itu saya terus ikutan paduan suara sampe ikut lomba segala. hidup mati saya sama paduan suara lah intinya, soalnya saya nggak mampu nyanyi sendiri, mampunya ya rombongan. kan yang berjamaah lebih baik daripada sendiri.
karena saking loyalnya sama paduan suara, saya pernah sekali waktu terharu banget. tapi nggak sampe nangis juga, cuma terenyuh aja, sekalian tersanjung dan juga tersayang. yaitu waktu saya duduk di kursi wisudawan. otomatis saya nggak nyanyi di barisan paduan suara dong. bisa diketawain rumput yang bergoyang kalo sampe saya masih aja eksis ikut paduan suara sambil pake toga. ya terenyuh nya karena tiba-tiba flashback aja gitu, gimana dulu awal masuk ke paduan suara dan juga keinget sama keakraban anggota-anggotanya dulu. untung saya pandai menahan emosi, kalo nggak, hmmm udah nangis guling-guling mungkin saya sambil jatuh bangun terus push up, scot jump, jalan kodok, dan diakhiri dengan merangkak-rangkak melewati barisan orang tua wisudawan.
nah setelah lulus pun ternyata saya juga nggak betah jauh-jauh sama paduan suara. soalnya ini prestasi baru buat paduan suara mantan kampus saya untuk ikut lomba di luar kota. jadi ya karena banyak dorongan buat ikut ples kemauan diri sendiri setelah mendengar aransemen lagunya yang menantang akhirnya saya memutuskan untuk ikut lagi. ceilaa kayak paham aja masalah begituan. sebenernya sih tujuan awal saya bukan itu. saya pengen nih anak-anak paduan suara itu nggak hanya berkumpul buat nyanyi. ya emang sih tujuan mereka kebanyakan buat menyalurkan bakat dan hobi mereka dalam menyanyi, tapi paduan suara lebih dari itu. karena bukan hanya menyatukan suara tapi paduan suara harus menyatukan soul juga. caranya bagaimana, ya caranya dengan mendekatkan diri satu sama lain.
saya pengen masing-masing mereka merasakan keasyikan seperti yang saya rasakan. dimana paduan suara bukan hanya tempat menyalurkan bakat tapi juga sebagai media sosialisasi, membangun diri dan karakter. tapi ya gimana mau bersosialisasi kalo kumpulnya pas latihan aja, setelah itu ngacir sendiri-sendiri. emang paduan suara kayak tempat pemilihan umum, setelah nyoblos langsung pulang. jadi ya saya pengen aja gitu jadi perekat keakraban diantara mereka. kan tau sendiri hobi saya mencampuri semua urusan (masih kata temen saya).
kalo menurut saya pemimpin sebuah organisasi macam ini haruslah orang yang bisa memanage dirinya sendiri. gimana mau memanage orang lain kalo dirinya sendiri nggak ke kontrol. memanage bukan berarti menyuruh-nyuruh loh, itu mah diktator, kita traktor aja udah cukup. selain itu harus juga nih bisa mengakrabkan anak buahnya, kalo cuma situ sendiri yang eksis di basecamp sih bukan prestasi kalo menurut saya. semakin banyak anggota yang betah di basecamp semakin gampang juga buat pemimpin mengkoordinir setiap acara. "ngomong sih gampang tapi prakteknya?" yah kalo pemimpin udah ngomong seperti itu alamat nggak akan maju organisasi yang dia pimpin. kata-kata kayak gitu udah masuk ke arah pesimis, kita nggak mau dong punya pemimpin pesimis, mimisan aja amit-amit apalagi pesimis. semua hal nggak ada ruginya dicoba buat membangun integritas dan loyalitas bersama atas sebuah organisasi, nggak lucu kan kalo setiap event yang ngurusi cuma saru dua orang aja.
memberi kepercayaan kepada anggota bukan berarti sebagai pemimpin lantas lepas tangan. kontrol sangat penting demi kelancaran kinerja bersama. kalo masih mahasiswa ya dibuat santai aja, nggak usah terlalu serius, toh band serius juga udah bubar. yang penting adalah masing-masing orang paham akan tugasnya dan bisa menyelesaikannya sesuai deadline. deadline juga jangan pemimpin yang menentukan, biarkan si empunya tugas yang menentukan deadline nya sendiri. karena sesungguhnya organisasi kampus itu adalah ajang untuk mengasah keterampilan soft skill sebagai personal maupun tim. jadi beri kesempatan masing-masing anggota untuk mengeksplore kemampuan diri mereka masing-masing. yah macam dora de eksplorer lah ya.
masalah dalam organisasi itu pasti ada. hidup penuh dengan masalah, apalagi kalo hidup bersama. gesekan antar personal besar kemungkinan untuk terjadi. apalagi kalo kita bicara paduan suara. wihhh kebanyakan anggota berhati rapuh bak ranting kering, baik wanita maupun pria. jadi ya masalah cekcok, adu mulut, dan adu domba pasti sering terjadi. sebagai pemimpin haruslah menjadi pihak netral, netral bukan berarti tidak ikut campur dalam mendamaikan mereka. apabila sudah menganggu jalannya organisasi perlu diadakan mediasi, mempertemukan pihak yang berselisih untuk saling sharing. jika sudah mempertemukan secara pribadi, baru deh bawa ke dalam forum agar menjadi pelajaran tersendiri bagi semua anggota. karena menurut saya keledai aja nggak akan jatuh ke lubang yang sama, masa sebagai pemimpin kita mau pusing ngurusin masalah yang sama juga. nggak kan, balikan ama mantan aja udah males, apalagi balik ngurusin begituan. dan percayalah mood yang baik akan membawa segalanya lebih baik. sebagai pemimpin wajib ain untuk selalu punya mood yang bagus. mood jangan dicari tapi diciptakan. gimana caranya? tanya aja sendiri sama hati kecil anda, karena mood yang buruk menurut saya adalah sebuah alasan untuk tidak tampil maksimal. kalo mood pemimpin aja udah ambruk, gimana mood anggotanya, jadi bawalah suasana ke zona nyaman. nyaman untuk semua orang, hewan, maupun tumbuhan.
mungkin itu kali ya yang menurut saya penting untuk jadi seorang pemimpin. yah semoga keikutsertaan saya nanti berbuah manis ya. nggak kayak buah semangka lonjong yang menggiurkan bentuknya tapi tawar rasanya. yah semoga aja lah.alfaaaaatehah!
awalnya saya nggak nyangka aja saya bisa jadi ketua organisasi, nggak nyangkanya kok ya ada gitu loh yang milih saya. padahal saya nggak ada bijaksana-bijaksananya, bijaksini aja nggak, terkesan slengekan dan kebanyakan becanda. yah mungkin karena itu tadi, gara-gara pemilihannya dengan ngitung kancing jadi ya untung-untungan. cita-cita saya sih simple waktu itu, saya pengen anak paduan suara tuh bangga sama organisasi nya sendiri. sedih kan ya kalo udah eksis ikut organisasi tapi mahasiswa lain nggak kenal sama organisasi yang kita ikuti. rasanya pengen iris-iris bawang sambil nyanyi lagu o ina ni keke. nggak nyambung, biarin, yang penting nyanyi.
dari sanalah saya yang punya hobi mengurusi semua masalah (kata temen saya) mulai merombak apa aja yang bisa dirombak. dinding basecamp sendiri aja kami rombak, ala-ala kamar anak gadis (kalo ini asli bukan ide saya). pokoknya saya berusahalah sebaik mungkin bekerja justru dibawah anggota saya, bukan diatas mereka. capek kali diatas melulu, sekali-kali main bawah. hahahaha (ketawa ngeres)
yah karena paduan suara ini juga lah saya jadi kenal sama pejabat-pejabat teras di kampus. apalagi selepas paduan suara, saya juga eksis di badan eksekutif mahasiswa. relasi saya jadi semakin banyak. kan enak semakin banyak relasi semakin banyak juga orang yang bisa saya tawari buat ikut MLM yang saya ikuti. nggak ding.
tapi ya karena saking cintanya sama paduan suara saya masih juga tuh ikut nyanyi ngisi wisuda. yah walau saya sempet ngilang beberapa waktu untuk merefresh diri, akhirnya saya comeback juga dengan suara yang masih berantakan. setelah itu comeback itu saya terus ikutan paduan suara sampe ikut lomba segala. hidup mati saya sama paduan suara lah intinya, soalnya saya nggak mampu nyanyi sendiri, mampunya ya rombongan. kan yang berjamaah lebih baik daripada sendiri.
karena saking loyalnya sama paduan suara, saya pernah sekali waktu terharu banget. tapi nggak sampe nangis juga, cuma terenyuh aja, sekalian tersanjung dan juga tersayang. yaitu waktu saya duduk di kursi wisudawan. otomatis saya nggak nyanyi di barisan paduan suara dong. bisa diketawain rumput yang bergoyang kalo sampe saya masih aja eksis ikut paduan suara sambil pake toga. ya terenyuh nya karena tiba-tiba flashback aja gitu, gimana dulu awal masuk ke paduan suara dan juga keinget sama keakraban anggota-anggotanya dulu. untung saya pandai menahan emosi, kalo nggak, hmmm udah nangis guling-guling mungkin saya sambil jatuh bangun terus push up, scot jump, jalan kodok, dan diakhiri dengan merangkak-rangkak melewati barisan orang tua wisudawan.
nah setelah lulus pun ternyata saya juga nggak betah jauh-jauh sama paduan suara. soalnya ini prestasi baru buat paduan suara mantan kampus saya untuk ikut lomba di luar kota. jadi ya karena banyak dorongan buat ikut ples kemauan diri sendiri setelah mendengar aransemen lagunya yang menantang akhirnya saya memutuskan untuk ikut lagi. ceilaa kayak paham aja masalah begituan. sebenernya sih tujuan awal saya bukan itu. saya pengen nih anak-anak paduan suara itu nggak hanya berkumpul buat nyanyi. ya emang sih tujuan mereka kebanyakan buat menyalurkan bakat dan hobi mereka dalam menyanyi, tapi paduan suara lebih dari itu. karena bukan hanya menyatukan suara tapi paduan suara harus menyatukan soul juga. caranya bagaimana, ya caranya dengan mendekatkan diri satu sama lain.
saya pengen masing-masing mereka merasakan keasyikan seperti yang saya rasakan. dimana paduan suara bukan hanya tempat menyalurkan bakat tapi juga sebagai media sosialisasi, membangun diri dan karakter. tapi ya gimana mau bersosialisasi kalo kumpulnya pas latihan aja, setelah itu ngacir sendiri-sendiri. emang paduan suara kayak tempat pemilihan umum, setelah nyoblos langsung pulang. jadi ya saya pengen aja gitu jadi perekat keakraban diantara mereka. kan tau sendiri hobi saya mencampuri semua urusan (masih kata temen saya).
kalo menurut saya pemimpin sebuah organisasi macam ini haruslah orang yang bisa memanage dirinya sendiri. gimana mau memanage orang lain kalo dirinya sendiri nggak ke kontrol. memanage bukan berarti menyuruh-nyuruh loh, itu mah diktator, kita traktor aja udah cukup. selain itu harus juga nih bisa mengakrabkan anak buahnya, kalo cuma situ sendiri yang eksis di basecamp sih bukan prestasi kalo menurut saya. semakin banyak anggota yang betah di basecamp semakin gampang juga buat pemimpin mengkoordinir setiap acara. "ngomong sih gampang tapi prakteknya?" yah kalo pemimpin udah ngomong seperti itu alamat nggak akan maju organisasi yang dia pimpin. kata-kata kayak gitu udah masuk ke arah pesimis, kita nggak mau dong punya pemimpin pesimis, mimisan aja amit-amit apalagi pesimis. semua hal nggak ada ruginya dicoba buat membangun integritas dan loyalitas bersama atas sebuah organisasi, nggak lucu kan kalo setiap event yang ngurusi cuma saru dua orang aja.
memberi kepercayaan kepada anggota bukan berarti sebagai pemimpin lantas lepas tangan. kontrol sangat penting demi kelancaran kinerja bersama. kalo masih mahasiswa ya dibuat santai aja, nggak usah terlalu serius, toh band serius juga udah bubar. yang penting adalah masing-masing orang paham akan tugasnya dan bisa menyelesaikannya sesuai deadline. deadline juga jangan pemimpin yang menentukan, biarkan si empunya tugas yang menentukan deadline nya sendiri. karena sesungguhnya organisasi kampus itu adalah ajang untuk mengasah keterampilan soft skill sebagai personal maupun tim. jadi beri kesempatan masing-masing anggota untuk mengeksplore kemampuan diri mereka masing-masing. yah macam dora de eksplorer lah ya.
masalah dalam organisasi itu pasti ada. hidup penuh dengan masalah, apalagi kalo hidup bersama. gesekan antar personal besar kemungkinan untuk terjadi. apalagi kalo kita bicara paduan suara. wihhh kebanyakan anggota berhati rapuh bak ranting kering, baik wanita maupun pria. jadi ya masalah cekcok, adu mulut, dan adu domba pasti sering terjadi. sebagai pemimpin haruslah menjadi pihak netral, netral bukan berarti tidak ikut campur dalam mendamaikan mereka. apabila sudah menganggu jalannya organisasi perlu diadakan mediasi, mempertemukan pihak yang berselisih untuk saling sharing. jika sudah mempertemukan secara pribadi, baru deh bawa ke dalam forum agar menjadi pelajaran tersendiri bagi semua anggota. karena menurut saya keledai aja nggak akan jatuh ke lubang yang sama, masa sebagai pemimpin kita mau pusing ngurusin masalah yang sama juga. nggak kan, balikan ama mantan aja udah males, apalagi balik ngurusin begituan. dan percayalah mood yang baik akan membawa segalanya lebih baik. sebagai pemimpin wajib ain untuk selalu punya mood yang bagus. mood jangan dicari tapi diciptakan. gimana caranya? tanya aja sendiri sama hati kecil anda, karena mood yang buruk menurut saya adalah sebuah alasan untuk tidak tampil maksimal. kalo mood pemimpin aja udah ambruk, gimana mood anggotanya, jadi bawalah suasana ke zona nyaman. nyaman untuk semua orang, hewan, maupun tumbuhan.
mungkin itu kali ya yang menurut saya penting untuk jadi seorang pemimpin. yah semoga keikutsertaan saya nanti berbuah manis ya. nggak kayak buah semangka lonjong yang menggiurkan bentuknya tapi tawar rasanya. yah semoga aja lah.alfaaaaatehah!
Saturday, 17 August 2013
Mudik Merdeka
selamat malam ya saudara-saudara senasib sepenanggungan, dimana tanah masih ngontrak dan air masih beli. yo'i mamen, hari ini ceritanya bangsa kita merayakan kemerdekaannya yang ke 68 tahun nih. udah tua ya, kalo manusia mah uda tinggal menunggu ajal menjemput. banyak-banyak beribadah dan berdoa biar bisa hidup kekal di surga. rencananya sih gitu. ya sebelas duabelas lah sama kondisi negara kita tercinta yang semakin jompo.
aih,kayaknya terlalu keminter nih saya kalo mau ngomongin politik. hidup saya aja masih carut marut mau sok-sok an kasih komentar nggak jelas ke negara yang konteksnya kesatuan tapi sering nggak bersatunya ini. ya banyaklah konflik yang terjadi, alasannya cukup simple,karena indonesia itu bhineka tunggal ika, masyarakatnya berbeda-beda. tapi kalo menurut saya sih itu bukan alasan, kita tidak harus maklum karena itu kan ya. balik lagi deh ke konteks kesatuan yang digadang-gadang si negara gemah ripah loh jinawi ini.
saya pernah buat cerita nih yang agak khayal, tentang bagaimana jika indonesia bisa menjadi salah satu negara adidaya yang kemudian menguasai separuh dari dunia dan menciptakan sebuah pemerintahan dunia yang komunis. hahaha, khayal kan?
akhir-akhir ini banyak sekali dijalanan penjual yang menjajakan stiker yang bergambarkan mantan presiden RI Soeharto yang tengah tersenyum kemudian di beri kata-kata disamping kepalanya "piye nang?isih penak jamanku to?" sebuah pertanyaan simple yang menyudutkan pemerintahan saat ini. kemudian ditambah lagi dengan maraknya meme atau komik yang intinya sama, mengejek kepemimpinan pak SBY dengan cara kreatif. sebuah paham yang berorientasi ke masa lalu sih kalo kata saya. kalo kate em?
saya percaya bahwa kemerdekaan itu punya arti yang sangat luas namun sederhana. yah sesederhana menu warteg yang hampir tiap hari saya lahap. ya bangsa yang merdeka intinya terdiri dari orang-orang yang merdeka. lalu apakah masing-masing dari kita sudah merdeka? mungkin kalo kita hidup dijaman batu dimana semua yang kita kenakan atau gunakan adalah buatan tangan kita sendiri saya percaya kalo kita memang merdeka.
nahkan malah saya lanjutin pembahasannya, hahaha jadi keliatan tololnya. mungkin gara-gara kelamaan mudik ya saya jadi agak kena otaknya. ngomong-ngomong mudik saya emang lama loh mudiknya. saya aja sampe ngerasa mati gaya nggak tahu harus ngapain. kurang lebih 2 stengah minggu alias setengah bulan saya keluar dari Semarang. saya nginep sembarangan aja gitu ke rumah saudara-saudara saya, pokoknya endpoint nya itu di pesisir timur jawa timur lah. singgah nya ya di macem-macem kota, untung aja saya punya keluarga yang notabenene nya perantau, jadi hampir di setiap enggok-enggok an bisa ngaso.
kehidupan dirantau itu lebih enak daripada hidup ngumpul sama keluarga besar di satu kota atau di satu desa yang sama. asli ini nyata tanpa buaian. saya ngalamin sendiri soalnya. yah setidaknya hal yang paling kecil deh, kita nggak perlu nambah dosa dengan ngomongin urusan dapurnya saudara kita. kalo tinggal beda kota apalagi provinsi kan enak, komunikasi nya jadi jarang dan masalah yang harusnya kita nggak tahu memang jadi nggak tahu.
kemarin itu ceritanya saya mudik ke kampung halaman ibu saya. ibu saya unik, dia punya 3 ibu, masing-masing ibu memiliki 1 suami dan suami nya berbeda-beda, jadi hitunglah berapa jarak antara lombok dan ternate jika ibu saya juga punya 1 suami. ya intinya keluarga saya jadi besar banget kayak ukuran tetek nya jupe ditambah nikita mirzani ditambah yeyen. bisa bayangin kan?
kita aja yang idealnya punya 1 ibu bingung mengatasinya apalagi ibu saya yang punya 3 ibu. kalo ke ibu satunya si ibu lain iri, kalo nginep dirumah ibu satunya lebih lama juga bakal jadi ajang ngambek-ngambekan. tapi nggak papa lah ya, itung-itung ibu saya jadi punya 3 surga. amien.
uniknya lagi saya mengalami kendala dalam bahasa. soalnya bahasa daerah yang digunakan di kampung halaman ibu saya itu bahasa madura. saya aja bahasa indonesia masih harus bawa-bawa kamus besar apalagi ini pake bahasa madura, harus makan sate 1000 tusuk dulu kali biar bisa paham. selain itu masalah cuaca juga jadi masalah waktu disana. bukannya nggak tahan sama udara dingin, tapi saya tidak tahu kalau bakal sedingin itu, jadinya nggak ada persiapan lah. akhirnya bunyi-bunyian dari nada mayor ke nada minor terdengar bersautan dari bagian bawah belakang saya. na'asnya bukan saya saja yang mengalaminya, semua orang pun sama, sehingga jadilah setiap malam kami melantunkan symphoni no.6 musik orkestra alami.
tapi sejauh ini saya mensyukuri sekali atas perjalanan mudik yang lebih mirip orang minggat kemarin. yah kapan lagi ketemu sama sesepuh-sesepuh keluarga saya. hitung-hitung pasang tampang lah ke mereka biar mereka tahu sekece apa saya sekarang. sampai akhirnya mereka tahu kalau tampang saya ini memang nggak ada kece-kece nya sama sekali. alhamdulillah. pokoknya mohon maaf lahir batin ya kalo kata-kata saya sering tidak sopan dan tidak berpendidikan, namanya juga sarjana, jadi harap maklum. kebanyakana dapet ilmu-ilmu setinggi langit sih jadi ilmu tentang perilaku dan sopan santun jadi nol, hahaha. tabik!
aih,kayaknya terlalu keminter nih saya kalo mau ngomongin politik. hidup saya aja masih carut marut mau sok-sok an kasih komentar nggak jelas ke negara yang konteksnya kesatuan tapi sering nggak bersatunya ini. ya banyaklah konflik yang terjadi, alasannya cukup simple,karena indonesia itu bhineka tunggal ika, masyarakatnya berbeda-beda. tapi kalo menurut saya sih itu bukan alasan, kita tidak harus maklum karena itu kan ya. balik lagi deh ke konteks kesatuan yang digadang-gadang si negara gemah ripah loh jinawi ini.
saya pernah buat cerita nih yang agak khayal, tentang bagaimana jika indonesia bisa menjadi salah satu negara adidaya yang kemudian menguasai separuh dari dunia dan menciptakan sebuah pemerintahan dunia yang komunis. hahaha, khayal kan?
akhir-akhir ini banyak sekali dijalanan penjual yang menjajakan stiker yang bergambarkan mantan presiden RI Soeharto yang tengah tersenyum kemudian di beri kata-kata disamping kepalanya "piye nang?isih penak jamanku to?" sebuah pertanyaan simple yang menyudutkan pemerintahan saat ini. kemudian ditambah lagi dengan maraknya meme atau komik yang intinya sama, mengejek kepemimpinan pak SBY dengan cara kreatif. sebuah paham yang berorientasi ke masa lalu sih kalo kata saya. kalo kate em?
saya percaya bahwa kemerdekaan itu punya arti yang sangat luas namun sederhana. yah sesederhana menu warteg yang hampir tiap hari saya lahap. ya bangsa yang merdeka intinya terdiri dari orang-orang yang merdeka. lalu apakah masing-masing dari kita sudah merdeka? mungkin kalo kita hidup dijaman batu dimana semua yang kita kenakan atau gunakan adalah buatan tangan kita sendiri saya percaya kalo kita memang merdeka.
nahkan malah saya lanjutin pembahasannya, hahaha jadi keliatan tololnya. mungkin gara-gara kelamaan mudik ya saya jadi agak kena otaknya. ngomong-ngomong mudik saya emang lama loh mudiknya. saya aja sampe ngerasa mati gaya nggak tahu harus ngapain. kurang lebih 2 stengah minggu alias setengah bulan saya keluar dari Semarang. saya nginep sembarangan aja gitu ke rumah saudara-saudara saya, pokoknya endpoint nya itu di pesisir timur jawa timur lah. singgah nya ya di macem-macem kota, untung aja saya punya keluarga yang notabenene nya perantau, jadi hampir di setiap enggok-enggok an bisa ngaso.
kehidupan dirantau itu lebih enak daripada hidup ngumpul sama keluarga besar di satu kota atau di satu desa yang sama. asli ini nyata tanpa buaian. saya ngalamin sendiri soalnya. yah setidaknya hal yang paling kecil deh, kita nggak perlu nambah dosa dengan ngomongin urusan dapurnya saudara kita. kalo tinggal beda kota apalagi provinsi kan enak, komunikasi nya jadi jarang dan masalah yang harusnya kita nggak tahu memang jadi nggak tahu.
kemarin itu ceritanya saya mudik ke kampung halaman ibu saya. ibu saya unik, dia punya 3 ibu, masing-masing ibu memiliki 1 suami dan suami nya berbeda-beda, jadi hitunglah berapa jarak antara lombok dan ternate jika ibu saya juga punya 1 suami. ya intinya keluarga saya jadi besar banget kayak ukuran tetek nya jupe ditambah nikita mirzani ditambah yeyen. bisa bayangin kan?
kita aja yang idealnya punya 1 ibu bingung mengatasinya apalagi ibu saya yang punya 3 ibu. kalo ke ibu satunya si ibu lain iri, kalo nginep dirumah ibu satunya lebih lama juga bakal jadi ajang ngambek-ngambekan. tapi nggak papa lah ya, itung-itung ibu saya jadi punya 3 surga. amien.
uniknya lagi saya mengalami kendala dalam bahasa. soalnya bahasa daerah yang digunakan di kampung halaman ibu saya itu bahasa madura. saya aja bahasa indonesia masih harus bawa-bawa kamus besar apalagi ini pake bahasa madura, harus makan sate 1000 tusuk dulu kali biar bisa paham. selain itu masalah cuaca juga jadi masalah waktu disana. bukannya nggak tahan sama udara dingin, tapi saya tidak tahu kalau bakal sedingin itu, jadinya nggak ada persiapan lah. akhirnya bunyi-bunyian dari nada mayor ke nada minor terdengar bersautan dari bagian bawah belakang saya. na'asnya bukan saya saja yang mengalaminya, semua orang pun sama, sehingga jadilah setiap malam kami melantunkan symphoni no.6 musik orkestra alami.
tapi sejauh ini saya mensyukuri sekali atas perjalanan mudik yang lebih mirip orang minggat kemarin. yah kapan lagi ketemu sama sesepuh-sesepuh keluarga saya. hitung-hitung pasang tampang lah ke mereka biar mereka tahu sekece apa saya sekarang. sampai akhirnya mereka tahu kalau tampang saya ini memang nggak ada kece-kece nya sama sekali. alhamdulillah. pokoknya mohon maaf lahir batin ya kalo kata-kata saya sering tidak sopan dan tidak berpendidikan, namanya juga sarjana, jadi harap maklum. kebanyakana dapet ilmu-ilmu setinggi langit sih jadi ilmu tentang perilaku dan sopan santun jadi nol, hahaha. tabik!
Subscribe to:
Posts (Atom)