Sunday, 9 February 2014

#1 Week in Bali

   Hai selamat malam semua. Sugeng ndalu. Sugeng rawuh. Sugeng tanggap warso. Sugeng apa ajalah. Lama juga nih saya nggak cuap-cuap di blog saya. Blog nyampah yang isinya pergunjingan dan perdebatan panjang di dunia saya sendiri. Yah itung-itung mengurangi beban pikiran saya lah mengenai orang-orang di sekitar saya yang notabene nya nyentrik-nyentrik
   Ngomong-ngomong masalah orang-orang disekitar saya jadi rindu sama mereka. Hari ini udah genap 8 hari saya menetap di pulau dewata Bali. Sedikit mendadak memang karena saya tipe pengambil keputusan yang spontan. Jadi ya kesempatan untuk bekerja di Bali tidak mungkin saya tangkis begitu saja. Apalagi saya memang sudah kebelet merantau. Entah kemana juga bakal saya jabani. Bukan karena saya identik dengan jamban loh ya. Karena sudah tertanam dalam otak saya bahwa hidup itu singkat, dan akan lebih singkat lagi jika kita tidak mencoba keluar dari zona nyaman.
   Tapi ya itu tadi, banyak yang harus kita tinggalkan. Yang pertama adalah bantuan. Baik itu bantuan finansial dari keluarga, maupun bantuan-bantuan kecil dari teman-teman. Seperti nganter pergi ke tempat A, B, C, D. Bantuin dengerin keluh kesah kita tentang masalah cinta-cinta an atau masalah keluarga. Maupun bantuan nalangi duit jajan kalo kebetulan kantong lagi kempes.
    Saya percaya dibalik hal yang buruk pasti ada hal yang baik. Selalu. Jangan pernah ragu akan hal itu. Nah saya sekarang disini, nongkrong dikosan 3 meter x 3 meter untuk menjadi lebih yakin akan kepercayaan saya itu. Sehingga kehilangan komunitas yang kita cintai. Jauh dari keluarga. Atau jauh dari cinta juga bukan hal yang perlu ditangisi 3 hari 3 malam. Karena prinsipnya kita sama-sama masih ada di dunia. Lain ceritanya kalo ternyata saya adalah manusia istimewa yang hanya ada satu di dunia. Kemudian ketika dunia semakin porak poranda karena kondisi alam yang memburuk saya diterbangkan ke planet mars untuk memulai kehidupan baru disana. hehe. Kayal banget.
     Tapi tenang saja. Saya tidak pernah lupa akan kata-kata saya terhadap teman-teman saya. Jangan pernah terlalu nyaman pada satu kondisi. Karena itu, baru seminggu saya bekerja saya sudah menyiapkan rencana lain untuk mengembangkan kemampuan pribadi saya. Karena sebagai manusia kita punya sifat tamak. Tapi tamak untuk mengembangkan kemampuan dan belajar hal-hal baru saya rasa adalah sesuatu yang positif.
      Yah kita lihat saja sejauh mana saya bisa bertahan di kota perantauan ini. Lalu apa saja yang akan saya dapatkan. Kita bertemu lagi di post berikutnya. Pamit rumiyin mas-mas mbak-mbak, mangewu mangewu, sing penting trimo enak.tabi'.

Thursday, 16 January 2014

Gemini

       Halo, selamat malam semua. Gimana nih kondisi kalian di awal 2014 ini? Yah semoga kalian bisa jaga kesehatan di tengah dinginnya udara dan kencangnya angin akhir-akhir ini. Banyak hal yang terjadi di awal tahun 2014. Tentu saja yang terjadi di negara kita. Gunung Sinabung yang meletus lagi, Jakarta yang kebanjiran lagi, sampe Manado yang banjir bandang. Yah setidaknya nggak cuma kehidupan kita aja yang dramatis. Ibu pertiwi pun tak mau kalah dramatisnya.
       Ngomong-ngomong ini post pertama saya di tahun 2014 lho. Wah menyenangkan sekali punya tempat untuk menyampaikan aspirasi. Alih-alih membahas soal politik, ekonomi, dan hankam saya malah asyik membicarakan kehidupan orang lain. Yang tentu saja sebagian besar ada di kehidupan saya. Yah mau diapakan lagi, hidup saya tidak bisa jika tidak mengamati kehidupan orang lain. Karena saya yakin, saya bisa belajar banyak dari kehidupan orang lain.
       Pada post-post terakhir saya di bulan Desember kemarin saya sibuk membicarakan teman-teman SMA saya. Individu-individu yang memiliki kemungkinan besar untuk menghabiskan malam tahun baru bersama saya. Namun ternyata perkiraan saya meleset. Saya mengkhianati mereka dengan pergi bersama teman-teman organisasi saya. Menyebalkan? Bukan, itulah pilihan. Dan saya harap saya tidak menyesali pilihan tersebut.
       Sesungguhnya aneh juga jika kita berpikir mengenai identitas kita. Tentu mayoritas dari kita adalah orang muslim, tapi mengapa kita begitu semangat memperingati tahun baru masehi. Sesuatu yang berbeda dari ajaran yang kita ketahui. Tapi itulah hidup, jangan terlalu banyak dipikirkan, jalani saja. Jika tidak bahagia di akhirat, setidaknya kita sudah bahagia di dunia. Terdengar atheis? Tapi inilah realita.
       Sebagian besar waktu saya di tahun 2013 saya dedikasikan untuk keluarga. Terkadang saya berperang dengan batin saya mengenai apa yang sedang saya lakukan dan apa yang akan saya lakukan. Namun sebagian besar jawaban dari pertanyaan saya hanyalah omong kosong. Sampai pada waktunya saya baru menyadari bahwa saya terlalu banyak mengeluh. Bukan mengeluh dalam arti kekanakan, namun mengeluh kepada tuhan.
       Dari hobi saya belajar dari kehidupan orang lain saya baru paham akan arti kata bersyukur. Teman saya mungkin tidak seberuntung saya. Beberapa sudah yatim, ada yang tidak akur dengan keluarganya, ada yang menyimpan kehidupan pribadinya rapat-rapat dari keluarganya. Namun saya tidak demikian. Tapi saya masih saja mengeluh mengapa saya dilahirkan dari keluarga ini. Padahal kawan-kawan saya itu bisa menjalani kehidupannya dengan baik. Sedangkan saya, terisolasi dalam suasana hati yang hitam.
      Banyak mungkin yang menggambarkan saya sebagai sosok periang penuh semangat dan peduli pada orang lain. Namun itulah yang saya pelajari mengenai pencitraan. Saya yang sebenarnya adalah manusia yang naif, pendendam, dan sangat anti disalahkan, bersifat defensif, dan selalu ingin mendapat sorotan. Itulah mengapa saya percaya seutuhnya akan zodiak saya. Gemini. 2 sosok dalam satu bintang.
      Namun terlalu banyak berpikir membuat saya buta akan realita. Teman saya pernah mengajarkan saya mengenai realita. Saya harus segera bangun dari tidur panjang saya dan menghadapi realita tersebut. Bahwa saya bukan remaja belasan tahun lagi. Saya punya tanggung jawab tidak hanya untuk hidup sendiri. Dan realita bahwa jika saya diusir, saya tidak punya apa-apa. Realita itu yang akan saya hadapi sekarang. Walau sudah terlambat untuk menyadarinya.
      Segala sesuatu berjalan tidak baik akhir-akhir ini. Ini bukan keluhan, tapi ini realita. Penyemangat nomer satu saya yaitu teman-teman saya terjebak dalam masalah pelik mereka sendiri. Saya yang dulu akan meluangkan waktu saya untuk mencampuri urusan mereka. Melakukan inter'Friend'tion, gabungan dari kata intervention dengan sisipan friend.
      Namun keadaan saya belum baik untuk melakukan itu sekarang. Saya hanya tidak bisa melihat apa yang ada di sekitar saya menjadi hancur bercerai berai. Tapi saya tidak dalam kondisi prima untuk menyatukannya. Apapun yang mereka putuskan sebenarnya itu adalah hak mereka. Mereka tidak memiliki kewajiban untuk menjaga hubungan baik satu sama lain. Tidak ada undang-undang yang mengatur itu. Namun setidaknya berhentilah mengganggu saya.
      Bukan karena saya kalian berhenti menyapa. Bukan karena saya kalian menyimpan dendam. Dan bukan karena sayalah cinta itu ada. Jalani hidup kalian dengan baik. Tapi bagaimana pun teman adalah penyemangat yang terbaik untuk menjalani hidup. Tapi masalahnya saya tidak bisa mencarikan teman yang seperti itu untuk kalian. Jadi silahkan carilah teman yang sesuai kriteria kalian.
      Saya selalu berusaha optimis menatap realita yang ada. Saya berusaha menyingkirkan sifat naif yang tampaknya sudah melekat pada diri saya. Jika mungkin saya boleh membuat resolusi ditahun ini, saya hanya ingin lebih dewasa. Namun saya tetaplah Gemini yang tampak bersemangat penuh gairah namun pemarah didalam. Dan sebenarnya ingin menjadi lebih dewasa adalah harapan yang sama sekali tidak dewasa.
      Yah mau diapakan lagi. Saya tidak punya wewenang mengatur kehidupan orang lain. Saya bukan pemain catur yang dengan mudah mengatur bidak-bidak caturnya. Saya hanyalah saya, berusaha sebaik mungkin menjadi orang yang baik dan teman yang asyik. Sejarah pertemanan saya selalu berakhir singkat karena saya tidak pernah menetap disatu tempat lebih dari 3 tahun. Jadi jika saya bisa punya teman banyak, saya tidak akan rela melepasnya. Walau mereka menyimpan rahasia dibelakang saya.
      Yaaah lagi-lagi inilah realita yang ada. Semakin bertambah usia kita semakin jauh juga kita dengan teman-teman kita. Yang ada hanyalah partner bisnis, teman kerja, atau tetangga sebelah rumah. Sangat disayangkan kalau semua yang saya banggakan hanya akan menjadi kenangan. Sudah dulu ah ngomong seriusnya. Ntar dikira saya mau ikutan nyaleg lagi. Ngomongin calegjadi inget pemilu. Jadi keinget juga kalo si Satria bergitar mau nyapres. Duh. Baiklah. Sekian. Jaga kesehatan kalian baik-baik ya. Maturnuwun,

Monday, 30 December 2013

Senasib episode 4

    Selamat pagi semua. Selamat hari natal juga, tuhan memberkati kita semua. amien. Selamat menikmati libur panjang juga di akhir tahun. Nggak kerasa ya,sampai juga kita di penghujung tahun 2013, tanggal 31 di bulan 12. Tanggal yang membawa aura kesenangan tersendiri bagi kita penganut kalender masehi. Siap-siap aja selama seminggu kedepan kuping kita diberisiki sama suara terompet plus suara petasan oleh orang-orang yang antusias banget. Entah antusias sama datangnya tahun yang baru atau antusias membuat keributan di dalam kampung.
    Dari kemarin saya sudah nge-post berbagai cerita tentang new years eve's mates saya. Keroco-keroco yang menemani 2 kali malam tahun baruan saya. Maklum jomblonya kelamaan, jadi jarang punya kisah romantis. Tapi bukan berarti menghabiskan malam tahun baru bareng teman-teman itu nggak asyik loh. Walau tentunya nggak ada new year kiss nya, bisa dikatakan tahun baruan sama temen-temen itu lebih asyik daripada tahun baruan sama pacar. Sebenernya saya mencoba menghibur diri sih ini.
    Yang pertama yaitu lebih bebas. Bebas nya ya kita nggak perlu bermanis-manis di depan pacar. Bisa cerita apa aja yang kita mau tanpa perlu jaim. Bisa becanda plus ketawa ngakak sampai perut kejang sekalipun tanpa perlu malu dikira kampungan di depan orang-orang. Dan bagi cewek nggak perlu tuh jaim di depan cowoknya dengan makan sesedikit mungkin, make high heels atau dress yang sedikit butuh perjuangan supaya tampil menarik. Pokoknya intinya bebas lah. Walau tetep nggak ada yang ngasih new years kisses.
     Terus yang lebih asyiknya lagi nih kita bisa hemat. Yakinlah kalo tahun baruan sama teman-teman, mereka akan lebih mengerti isi dompet kamu. Mau kemana aja pasti akan menyesuaikan dengan yang keuangannya paling buruk. Atau nggak, kalo ternyata kamu yang keuangannya paling buruk, kamu bisa berhutang dengan sangat mudah pada mereka. Asal jangan lupa dibalikin duitnya. Kan judulnya pinjem bukan sodaqoh.
      Bandingin aja kalo kamu tahun baruan sama pacar. Mau makan, mau nongkrong, mau ke hotel, mau clubbing, kamu yang bayar semua. Sebiaya-biaya parkirnya kamu juga yang bayar. Enak tuh jadi si cewek, tinggal dandan sekece mungkin terus duduk manis deh di mobil atau di motor. Nurut aja mau dibawa kemana. Tapi entah juga kalo cowoknya tukang morotin tapi si cewek nggak sadar. Lagi musim loh. Sama siap-siap kali ya ngasih new years kisses ke pacarnya. Atau lebih. Maksudnya kelebih banyak orang. Eh kok jadi murahan ya. Hahaha, becanda sist.
     Dan yang terakhir adalah lebih aman. Aman dari mana? aman dari segalanya. Sederhananya aja, kalo orang tua nanya mau tahun baruan kemana. Kamu jawab sama temen-temen. Pasti akan menghemat banyak pertanyaan yang biasanya dilontarkan sama ortu. Beda nih kalo kamu jawabnya mau tahun baruan sama pacar. Pasti deh banyak pertanyaan, baik pertanyaan dengan sistem pilihan ganda maupun uraian dilanjutkan dengan nasihat, anjuran, tausiah, puisi dan prosa. Pokoknya lebih ribet diterima sama telinga muda kita lah.
     Nah maka dari itu saya lebih memilih tahun baruan sama temen-temen daripada sama pacar. Alasannya selain lebih asyik kalo sama temen-temen, ya karena saya selama 2 tahun ini nggak punya pacar. Kayaknya itu faktor terbesarnya deh. Tapi saya pernah juga tahun baruan sama pacar saya. Suerr!! Walau seumur hidup cuma sekali sih. Yang penting pernah lah ya, daripada kayak temen saya, nggak pernah sama sekali tahun baruan sama pacarnya.
     Masih berkutat ke anggota setia tahun baruan tanpa pacar sih. Temen lama saya dari SMA. Sering jadi bulan-bulanan kami karena tubuhnya yang ringan dan tidak memiliki kemauan sedikitpun untuk membalas. Jangankan membalas, sekedar ngatain aja nggak. Pokoknya dia orangnya nerimonan. Pasrah. Mungkin kalo dia dipasung juga bakalannya nurut-nurut aja. Nah saking nurutnya temen saya ini sampe dia itu nggak pernah tahun baruan sama pacarnya. Jangankan sama pacar, sama temen-temennya aja maksimal jam 9 sudah disuruh pulang. Mau tahun baruan gimana kalo belum tahun baru aja udah disuruh pulang.
     Waktu tahun baru 2012 yang lalu dia merasa sangat terharu. Karena itu adalah awal diperbolehkannya dia untuk menghabiskan malam tahun baru diluar rumah. Walaupun dengan catatan tidak boleh menginap dan jam berapapun selesai acara harus pulang malam itu juga. Memang sih dia anak cewek tapi ya kita sebagai teman-temannya mana ada yang doyan sama dia. Namanya juga temen. Mungkin kalo dia berbentuk serundeng daging baru deh kita doyan.
     Dia salah satu temen deket saya juga sih. Walau dia tampak kecil dan tak berdaya tapi dia punya beberapa mantan. Kisah cintanya ruwet kayak benang kasur. Setau saya sih dia paling tergila-gila sama sesosok abang-abang yang jauh lebih dewasa daripada kami semua namun bisa bertingkah seperti orang seusia kami. Suka bermain dan belajar, kayak bobo gitu deh.
     Temen saya ini setia nungguin si abang-abang tadi dari waktu si abang ini punya pacar sampe putus. Entah jenis jenglot apa yang dipake sama temen saya, sampai si abang yang pernah jadi penyiar radio itu jatuh ke pangkuannya. Namun namanya juga hidup, ada pro dan kontra. Dan orang tua temen saya adalah manusia-manusia yang kontra dengan hubungan anaknya dengan si abang ini yang belum mapan menurut mereka. Inilah dilema memiliki orang tua. Kadang saya pengen seperti sun gokong yang lahir dari batu atau Vicky prasetyo yang orang tuanya mau an asal bisa nongol di tv. Tapi sejak kapan saya bisa memilih hidup. Memilih pacar aja saya kesusahan. Duh.
     Mungkin banyak hal-hal buruk yang terjadi pada kita di tahun 2013 ini. Salah satunya makin banyaknya settingan pertistiwa di infotaiment yang bertujuan mendongkrak popularitas. Terus peristiwa meletusnya gunung sinabung yang sampai saat ini kondisinya belum stabil. Termasuk juga naiknya nilai tukar dollar amerika terhadap rupiah yang membuat harga barang-barang impor jadi mahal, kecuali blackberry yang nampaknya kalah saing sama smartphone android dan produk apple semenjak dijualnya aplikasi bbm.
     Pokoknya apapun yang terjadi diluar sana saya harap tidak mengganggu kesehatan kita, kesehatan orang tua kita, dan kesehatan orang-orang di sekitar kita. Walau saya juga tidak kunjung diberi jodoh di tahun ini harapan saya semoga saya bisa selalu makan nasi 3 kali sehari, atau 2 kali sehari kalo lagi puasa, atau minimal sehari sekali kalo uang makan habis buat beli pakaian atau sepatu. Dan walau Rhoma irama mau nyalon presiden di 2014 semoga HP saya mendapatkan pulsa yang cukup untuk langganan. Yang paling penting semoga ditahun kuda besok saya bisa berpergian dalam rangka bekerja sambil jalan-jalan. Amien.
     Intinya, apapun yang terjadi diluar sana nggak ganggu dapur kita aja. Sama satu lagi, nggak ngerusak taneman. Oke sekian dulu post terakhir saya di tahun ini. Inshaallah saya akan kembali dengan post baru di bulan januari besok. Wasalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh. Tabe' mace' pace'. Mari ki di'. Happy New Year. Tototoeeet!! Tototoeeeeet!!!
   

Sunday, 15 December 2013

Senasib episode 3

      Idiih udah main pertengahan bulan desember euy. Udah hampir mendekati tahun baru dong ini. Ayo udah punya planning belum buat menghabiskan malam tahun baru kalian. Bukannya mau sok heboh atau membesar-besarkan malem tahun baru masehi sih, tapi emang nyatanya udah heboh. Jadi saya juga nggak mau munafik karena malam ini memang salah satu malam spesial sepanjang tahun.
     Baru aja tadi sore saya ketemu dan berbincang sama sohib-sohib tahun baruan saya. Tapi kami berkumpul bukan mau membahas masalah tahun baru, kami berkumpul untuk sekedar bercengkrama. Sudah lama kami tidak bertemu dan banyak sekali cerita yang belum tersebar diantara kami. Maklumlah kalo para bigos belum berkumpul berarti mereka lagi sibuk mengumpulkan bahan gosip. Salah satu yang terheboh adalah berita tentang salah satu anggota kami yang sudah mantep melepas masa lajangnya. Ya sedikit banyak membuat yang lain merasa envy sih, pasalnya dia orang pertama di dalam kelompok kami yang hampir berstatus menikah.
      Tentu saja kawan saya ini adalah wanita, dan membuat anggota wanita yang lain jadi terlihat iri hati. Padahal kebanyakan dari mereka masih single dan menjomblo, jadi apa coba yang harus di envy in, orang mereka aja pada nggak punya pacar. Hahaha. Kalo saya sih orangnya santai. Santai kayak di pantai. Tapi nggak pake bikini juga kalik. Pasalnya saya kan pria, masih banyak cita-cita yang harus saya capai. Lagian saya juga salah satu anggota yang jomblo sih ya (balik kanan, hadap tembok, jeduk-jedukin kepala).
       Tapi kalo ngomong masalah track record, teman saya yang mau menikah ini bisa di bilang jempol. Waktu jaman SMA aja pacarnya anak kuliahan dan nggak terima satu. Kerenkan. Disaat yang lain bingung nggak punya pacar eh dia malah asyik koleksi pacar. Pacar disamaain kayak perangko ya, pasti dia filatelis. Hal ini sebelas duabelas sama anggota kami yang lain. Anggota dengan badan teraduhai (menurut dia), sering memuji dirinya sendiri sebagai si cantik, dan terobsesi banget jadi artis (entah ini candaan atau seriusan). Bahkan dulu waktu SMA dia sempat maju ke depan kelas untuk meminta dukungan orang satu kelas akan keikutsertaannya dalam ajang Indonesian Idol. Keren kan? Keren percaya dirinya.
       Nah kalo temen saya yang ini adalah anggota aktif perkumpulan malam tahun baru nggak punya pacar. Jadi dia sepertinya akan merayakan malam tahun baru tahun ini bareng kami lagi. Nggak papa sih, jadi ada objek penderita yang bisa dibully namun nggak bakal marah. Karena kalo marah dia sukanya ngobrak ngabrik rumah. Rumah siapa aja di obrak abrik. Terutama rumah kosong, entah apa yang mau diobrak-abrik.
       Ceritanya si temen saya yang dulu juga sempat satu bangku sama saya ini adalah seorang play-girl. Maksudnya bukan cewek yang suka nyetel DVD loh, tapi ya cewek yang punya pacar lebih dari satu. Waktu SMA tu dihabisin dengan chating sana sini, ikut grup itu ini, sampe kopdar alias ketemuan kesana kemari. Saya juga addict sih sama salah satu aplikasi chating yang dia kasih. Tapi temen saya ini bisa sampe punya pacar dimana-mana. Gilak nggak tuh. Macam supir trek aja si do'i. Kalo saya mah stay jomblo walau eksis chating diberbagai aplikasi. Parah banget!
       Lah tapi ketika kuliah ternyata temen saya ini kejatuhan durian sepohon-pohon nya se yang jual sekalian, sampe dia memutuskan untuk insyaf. Dia janji nih sama dirinya sendiri untuk mencari yang bisa selamanya, dan bakal satu-satunya di hidup dia. ceila bahasanya udah kayak novel teenlit aja nih saya. Pokoknya kalo nanti dia punya pacar bakal dia sayang dan dia jaga 24 jam lah  macam pos kamling. Sampai pada akhirnya seorang pemuda yang nampak khilaf datang ke pangkuan temen saya ini. Entah mantra apa yang dipake. Mantra cafe and club kalik (tulung kuwi tahun piro kas!?).
       Bener aja, hubungan mereka langgeng banget kayak nama taman di Magelang. Sampai akhirnya sebelum tahun terakhirnya di universitas si temen saya ini diputusin sama pacarnya. Padahal mereka udah pacaran selama kuliah, kemana-mana bareng, bahkan saya juga sempat kenal sama pacarnya temen saya ini. Tapi takdir berkata sebaliknya. Mungkin tuhan menyiapkan pria yang lebih baik untuk teman saya ini. Bukan anak cowok yang tidak bisa memperjuangkan cintanya di depan kedua orang tuanya. Eh mulut, mulut, mulut emang agak licin kalo ngomongin masalah orang lain.
       Semenjak putus itu sampai sekarang temen saya ini belum mendapatkan pria idaman lain. Setau saya sih pria idamannya sekarang adalah Hae Chul anggota Suju, tapi itu hanyalah khayalan si miskin. Pokoknya sampai sekarang dia betah menjomblo. Jadinya saya juga betah berteman sama dia soalnya merasa senasib sepenanggungan. hahahaha. Soalnya kalo temen deket kita punya pacar jadinya nggak asyik. Nggak asyik bagi kita yang menjomblo karena bingung mau ngapain. Mati gaya. Mau maen jadi nggak ada temennya. Nggak seru kan kalo mesti kemana-mana sendirian, ntar kalo diculik alien gimana coba. Atau di doktrin sama golongan tertentu untuk ikut MLM mereka. Syerem abitch kan.
       Pokoknya hidup itu udah ada yang ngatur. Mau kita rencanain sedetail apa juga kemungkinan buat meleset masih amatlah besar. Apalagi kalo kita nggak punya rencana hidup, ngalir kayak air, kesannya kita kayak eek di atas kali. Kita maunya jadi kapal dong ya yang punya tujuan walau kemungkinan tenggelam ada tapi semangat buat sampe tujuan lebih ada lagi. Segitu dulu cuap-cuap saya. Selamat sekali lagi buat temen baik saya yang kemarin habis diketuk pintu rumahnya sama mas calon. Semoga semua lancar sampai pelaminan. Saya nggak akan ganggu kok, hahahaha. Oke deh. Tabe' ma ki. Bye!

Monday, 9 December 2013

Senasib episode 2

    Selamat bulan Desember semuanya!! wah kalo kata orang jawa bulan desember itu Gedene Sumber alias Besarnya Sumber. Nggak heran kalo hampir setiap hari hujan turun dengan berbagai macam bentuk. Dari yang rintik-rintik, gerimis, gerimis deres, hujan ringan, hujan, hujan deres, hujan gede-gede, hujan angin, hujan badai, pokoknya variatif banget. Kadang yang turun juga hujan monyet, tau dong hujan monyet, itu loh hujan ditengah hari dengan cuaca cerah dan matahari terik. Entah siapa yang mencetuskan nama hujan yang unik itu, syahrini barangkali. Do'i kan hobi banget tuh ngasih nama sembarangan.
     Masih nyambung masalah kemarin nih, yaitu masalah tahun baru. Inget kan kemarin saya optimis banget nih kalo tahun ini saya akan menghabiskan malam tahun baru saya dengan kawan-kawan dekat saya sewaktu SMA dulu. Alasannya sih simple, kebanyakan dari kami belum memiliki pasangan. Belum atau nggak laku sebenernya sih beda tipis kali ya, yang membedakan hanya strata dan image yang dibawa dari kedua kata tersebut. Tapi kalo buat saya mah, jomblo jomblo aja keles pake kebanyakan alibi kayak maling helem kepergok security aja.
     Teman saya yang satu ini juga salah satu yang masih setia. Setia pada kesendirian nya. Kasian tititnya cuma kepake buat kencing doang. Hhhh. Tapi begitulah, dia jomblo udah hampir 2 tahun kayaknya, hampir sama lah kayak saya. Hehehehe. Iya-iya saya jomblo lebih dari 2 tahun! Tinggal baca aja pake nggak terima segala.
      Diantara yang lain, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan kawan saya yang satu ini. Salah satu alasannya sih karena kami memiliki bisnis bersama. Saya dan dia sudah bekerja di bidang pembuatan pakaian hampir lebih dari 3 tahun. Kami kemudian mengumpulkan modal bersama untuk selanjutnya mulai memproduksi pakaian sendiri. Yah walaupun modalnya tidak seberapa namun lumayan lah buat tambah-tambahan uang jajan.
     Sewaktu SMA kami selalu satu kelas, entah kebetulan apa memang jodoh. Awalnya saya tidak terlalu mengenalnya. Di kelas satu SMA saya sangat jarang berkomunikasi dengan kawan saya yang satu ini. Dulu kelas saya terkenal sebagai gudangnya anak-anak tengil, kecuali saya tentunya. Kebanyakan dari mereka berasal dari SMP yang sama sehingga mereka sudah akrab sebelumnya. Sedangkan saya berada dari SMP beda rayon sehingga benar-benar memasuki dunia baru dan orang-orang baru di bangku SMA.
     Dulu nih ya saya sempat naksir sama salah seorang cewek di kelas saya. Yah perawakannya montok kayak ayam broiler disuntik air gitulah. Kulitnya putih, rambut hitam panjang, dan kalo kata anak-anak boncengannya enak. hehe. Entah apa maksudnya. Saya pun getol mendekati cewek ini, sampai suatu saat saya tahu bahwa mantan pacarnya waktu SMP juga sekelas dengan kami. Yo'i bener mamen, dia adalah mantan pacar dari kawan dekat saya yang lagi saya ceritain, sejak saat itu saya jadi sering memperhatikan kawan saya ini.
     Tapi namanya juga cewek cantik ya banyak juga yang deketin si cewek ini. Akhirnya saya sering melakukan hal-hal yang seutuhnya terinspirasi dari novel teenlit yang saya baca. Yah mulai dari nulis cerpen di mading kelas tentang si cewek yang cantiknya nggak ada matinya (menurut saya waktu itu), kemudian sempet juga buat puisi anonim trus diselipin ke dalam kotak pensilnya waktu istirahat, sampai salam-salam nggak jelas lewat siaran radio yang sering dia dengerin.
     Eh kok jadi bahas nostalgia saya sendiri ya, hahaha, maaf suka salah fokus. Pokoknya saya nggak begitu kenal lah sama kawan saya yang satu ini pada awalnya. Kemudian kelas dua kami ditempatkan dikelas yang sama. Nah saya mulai kenal sama dia sewaktu tau kalo dia itu pacaran sama sohib kentel saya jaman SMP. Dari sana kami sering berkomuikasi, mendengarkan dia bercerita tentang pengalamannya nembak si cewek. Dia sempat naik sepeda dari Semarang daerah bawah sampai Semarang daerah atas sambil membawa kebulatan cintanya. Maklum waktu itu masih ngetrend-ngetrend nya acara 'Nyatakan Cinta'.
     Selain itu kami juga sering mengerjakan tugas bersama. Eh saya yang mengerjakan dan dia yang menyalin lebih tepatnya. Dan semakin akrab lagi begitu kami memutuskan untuk bergabung dalam kelompok yang sama dalam mata pelajaran seni tari. Kawan saya yang satu ini adalah seorang breaker yang terkenal sewaktu SMP(katanya sih). Jadi masalah koreo dan teknik kami serahkan pada ahlinya (walau setelah itu dia mengundang temannya yang lain untuk melatih kami) akan tetapi hasilnya sangat memuaskan. Kami yang terbaik dari 3 kelas sampai ditawarin untuk perform di acara pentas seni sekolah segala.
     Sejak saat itulah kami mulai dekat. Apalagi ketika kelas tiga kami lagi lagi mendapatkan kelas yang sama. Yah begitulah ceritanya hingga kami bisa seakrab sekarang. Kalo kata Mamah Dedeh sih temen itu ada 4 macem. Yang pertama temen sebagai makanan, yang kita perlukan setiap hari pagi, siang, malam karena tanpa mereka kita akan kelaparan. Yang kedua adalah teman sebagai obat, dimana kita sangat membutuhkannya jika kita sedang sakit, ia bersifat penting namun tidak setiap hari kita membutuhkannya, karena kita tidak sakit setiap hari. Yang ketiga adalah teman sebagai penyakit, nah kalo ini kebalikan dari yang kedua nih. Mereka bisa membawa keburukan bagi kita, tapi mereka selalu bisa menyerang kita, apalagi kalo badan kita sedang tidak dalam kondisi prima. Dan yang terakhir adalah teman sebagai racun, wih kalo ini mah bahaya, harus dihindari dan dijauhi kalo nggak mau terserang virus.
     Kalo bagi saya teman saya ini adalah tipe yang pertama. Saya nggak tahu motif dia berteman dengan saya kenapa. Apa saya adalah tipe teman nomer satu juga apa mungkin nomer dua bagi dia yang hanya bisa diambil keuntungannya saja. Tapi yah karena saya tidak punya teman dekat seperti dia di dunia ini jadi ya saya singkirkan aja pemikiran itu dan nothing to lose. Yang penting kan saya tulus berteman. Au' deh die bagimane.
      Nah kalo temen saya yang satu ini juga terancam bareng lagi merayakan malam tahun baru bersama saya. Pasalnya sampai saat ini dia masih menjomblo, dan bahkan gebetan saja dia tidak punya. Lagian sih deketin cewek lewatnya chat facebook. Udah nggak jaman keles. Sudah dua tahun kami menikmati malam pergantian tahun masehi bersama dengan kawan-kawan kami yang lain. Dia selalu mendapatkan tugas membuat api untuk acara bakar-bakaran. Yah maklumlah anak laki dalam kelompok kami bisa dihitung dengan jari, jadi buat urusan bakar membakar ini kita serahkan aja buat laki tulen. Hahaha.
      Selain dia senasib dengan saya, dia juga seprinsip dengan saya. Kami menolak dengan keras bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau pun kantoran yang sekiranya gampang korup. Alasannya sih bervariasi. Maklum masih muda pak/bu jadi masih idealis. Pertanyaan nya apakah idealisme kami akan berlangsung lama? hanya tuhan yang tahu tuh jawabnya. Duileh sok bijak banget saya, kayak caleg partai A,B,C yang lagi sibuk campaign untuk dompet mereka yang lebih baik.
      Yaudah segitu dulu cuap-cuap saya tentang kawan saya yang satu ini. Saya takut ntar ceritanya merembet kemana-mana soalnya saya tahu hampir semuanya tentang dia. Ntar malah pada kepo lagi tentang sosok yang saya bicarakan ini. Lagian baru bulan lalu temen saya ini megang smartphone android, atut kalo blog tentang dia kebaca. Dia kan lagi hobi tuh berburu pin BBm kemana saja dan dimana saja. Hahaha. Oke goodbye adios amigos!! Tabe'!

Friday, 22 November 2013

Senasib episode 1

     Hai ini hari sabtu ya, wih, udah mau masuk desember euy. pastinya udah punya rencana dong untuk malem tahun baruan. iya deh yang punya pacar, jadi bisa berduaan terus romatis-romantisan sama pacarnya. atau yang masih kuliah bisa banget seru-seruan sama temen kuliahnya. atau mungkin yang udah berkeluarga, pasti bakal menghabiskan malam tahun baru dirumah atau makan malam bersama dengan keluarga kecilnya.
     Yang repot ya potongan-potongan kayak saya ini. Pacar nggak punya, berkeluarga apalagi, pastilah belum, dan ironis nya sudah lulus kuliah. belum dapet kerja lagi. double triple bahkan multi ironis kan. yah pada dasarnya sih saya manusia sosial yang punya banyak teman. saya sih mengakui nya teman, tapi entah mereka mengakui saya apa nggak. at least saya bisa menghabiskan malam tahun baru dengan teman yang mana saja. selama mereka juga tidak memiliki rencana dengan teman yang lain.
     Tapi tengsin juga kalo setiap tahun baru harus ngeribetin temen-temen untuk buat acara. konsep dasarnya sih untuk menjalin tali silaturahmi, tapi selalu ada udang di balik batu. udang nya ya supaya malam tahun baruan nggak sendiri, alias keliatan sibuk kayak yang lain. nggak mau dong ya di cap anti sosial sama keluarga sendiri gara-gara malam tahun baruan malah tidur dirumah. kesannya kasihan banget gitu nggak punya temen.
     Beruntungnya saya yang memiliki teman-teman senasib seperjuangan. yah mereka sama gitu kayak saya, single, belum berkeluarga, dan sudah lulus kuliah. cuma bedanya mereka sudah bekerja sedangkan saya masih santai dirumah. namun diluar itu semua kami bisa punya perasaan yang sama apabila malam tahun baru tiba. jadi jauh-jauh hari sebelumnya biasanya kami sudah merencanakan pesta kami sendiri secara detail. awalnya terasa ironis sekali ketika beberapa pemuda dan pemudi berkumpul tanpa kekasih dengan masalah masing-masing di sebuah rumah. namun entah mengapa kami menikmatinya. but it is not better than sex. sex still better than it.
     Saya selalu datang dengan kisah yang sama di setiap tahun. berusaha mendekati wanita, si wanita tidak merespon, lalu berhenti di tengah jalan. Sedangkan kawan-kawan saya yang lain datang dengan kisah yang berbeda. lebih baik dari saya? tidak juga. lebih ironis dari saya? bisa jadi. lebih drama daripada saya? itu pasti.
     Salah seorang teman saya, ia wanita dengan sisi urban yang tinggi. kadang ia tertawa kencang sekali, kadang ia mengumpat dengan kesal, dan selebihnya ia hanya berbicara dengan suara yang keras. ia mengalami banyak perubahan semenjak terakhir kami bersama di SMA. Kemudian ia masuk universitas negeri terpandang dan mulai menata penampilannya. jika dulu ia jarang mendapat pacar, justru sekarang ia dipusingkan dengan pacarnya.
     Ia datang dengan cerita orang tua yang menentang hubungannya dengan sang pacar. penyebabnya banyak namun teman saya terlalu keras untuk membuka matanya dan melihat kenyataan yang ada. ia pernah sekali bercerita kepada saya tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh pacarnya. kemudian ia juga pernah bercerita tentang keadaan motornya yang rusak karena dijatuhkan pacarnya dan kemudian motor itu juga hilang di rumah sang pacar. mungkin terdengar wajar, namun hal ini menjadi tidak wajar ketika hal ini menimpa putra atau putri kita besok.
     Alasan sang orang tua jelas, si pacar tidak bisa menunjukkan sikap gentleman kepada keluarga teman saya. bahkan teman saya harus menjelaskan sendiri duduk perkara mengenai peristiwa tersebut. menyedihkan memang, dan tentu saja ketika ia bercerita ada banyak drama di dalam sana. tapi begitulah orang tua, mereka setia pada sudut pandangnya dan sulit untuk bisa merubahnya. kecuali jika kita mampu dan bersungguh-sungguh melakukannya.
      Bahkan ada juga pasangan yang sudah menikah namun tidak mengantongi restu dari orang tua nya. cinta itu rumit karena manusia yang membuatnya rumit. jangan sampai aja kalo ada masalah dalam rumah tangga kemudian orang tua kita tau dan berkata, "Bapak/ibu bilang juga apa,kamu sih nggak mau nurut." itu double tekanan batin kalo menurut saya.
      Sampai pada akhirnya teman saya itu serius mengakhiri hubungannya dengan pacarnya. ternyata bukan hanya orang tua nya yang tidak setuju, teman-teman saya yang lain juga menyatakan keberatannya. watch out boy, girl is always follow her friend's suggest. namun nama nya cinta mau apa lagi. setelah putus pun teman saya ini masih terus memikirkan mantannya sampai berharap untuk balikan. nggak tahu juga ding si mantan berpikiran yang sama apa nggak. kalo uda punya gebetan lain bisa apa.
      Mungkin karena trauma dengan pengalaman yang lalu sampai sekarang pun teman saya belum menggandeng pasangan lagi. secara fisik dan sifat teman saya bukan ciri orang yang susah mendapatkan pasangan. namun entah karena standar yang tinggi atau belum bisa membuka hati, temen saya ini masih setia sendiri. ya sebelas duabelas lah sama saya. cuma bedanya kalo saya karena nggak laku, dan perempuan-perempuan merasa lebih nyaman berteman dengan saya daripada pacaran. ya saya juga bisa apa. i deserve to be girlfriend not to be boyfriend.
      Itu salah satu teman saya yang mungkin tahun ini juga bakal merayakan malam tahun baru dengan saya. We'll see apakah dia masih single sampai akhir bulan depan. Kalo saya sih optimisnya saya yang masih single. hehehe. yaudah bye dulu sementara. sebelum ngomongin temen saya yang lainnya. tabe'!!

Wednesday, 13 November 2013

Ekosistem Pertemanan

      Hai selamat malam dan selamat menikmati bulan november. dimana hujan lebih sering turun dengan deras ditemenin sama petir yang nggak nyante. yah, tipikal akhir tahun lah ya. musim hujan. tegarkan diri kalian masing-masing dengan berita banjir di berbagai daerah yang akan menjajah isi berita. yah nggak papa lah, daripada harus mengkonsumsi berita si aryes wigunes yang notabene nya produk acara infotaiment tapi eksis di beberapa program berita.
      Sudah lumayan lama nih saya nggak nge-blog. blog terakhir ya cerita saya tentang perjalanan ke Jakarta. setelah itu saya agak disibukkan dengan pengerjaan skripsi teman saya. temen saya yang skripsi tapi saya yang sibuk. yah namanya juga teman. saya kan orangnya sungkan menolak. sungkan menolak dan pintar mengintimidasi. tipikal orang gemini.hehe
     Jadi ceritanya teman saya itu melanjutkan studi yang sama dengan saya. awalnya sih dia udah masuk di fakultas ekonomi di kampus biru, kampus yang sama dengan saya. tapi kemudian dia banting setir dan masuk ke jurusan desain walau dia tidak memiliki bakat seni. mungkin dia tipe pemikir praktis yang berpendapat bahwa seni bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.
     Singkat cerita walau kami teman yang akrab sewaktu di SMA tapi kami jarang mengambil kelas yang sama di universitas. saya lebih senang merencanakan kelas yang sama dengan beberapa teman satu jurusan dan sepertinya dia lebih senang mengambil kelas yang sesuai dengan jam kuliah kekasihnya yang berada di kampus berbeda. padahal kalau menurut saya salah satu faktor penentu kelulusan di universitas ya ekosisistem pertemanan yang kita bangun dari awal masuk universitas. jadi ya sebenarnya cepat atau lambatnya kelulusan kita tergantung dari bagaimana kita memanage kehidupan kita sendiri di kampus.
      Ada nih teman saya yang notabene nya tidak terlalu pintar dalam bidang akademik. tapi ia bisa lulus tepat waktu dengan IPK diatas tiga. kalo kata dia resepnya ya satu, carilah teman yang memberikan energi positif. bukan berarti harus nge-gank dan selalu kumpul dengan para kutu buku dan manusia cupu di kampus. tapi jalinlah hubungan yang baik dengan mereka. simbiosis mutualisme gitulah. kalo mereka butuh bantuan ya kita siap membantu dan begitupun sebaliknya. selain itu jangan anggap dia tidak ada. dengan komunikasi yang baik bisa loh menjalin sebuah ikatan pertemanan dengan mereka. pasti deh mereka akan merasa bahagia. Mahasiswa tipe ini umumnya mudah merasa berhutang budi karena terkadang mereka merasa kesepian. sok tau deh gue.
     Berikutnya yang patut dilaksanakan adalah menjalin hubungan yang hangat dengan kakak angkatan. fungsinya apa? ya fungsinya supaya kita bisa tau lebih dalem tentang sifat berbagai dosen yang ajaib, bisa tau kiat-kiat mendapatkan nilai A, atau arsip tugas mereka yang terdahulu. kan lumayan tuh kalo dapet arsip skripsi mereka sekalian. bisa nyontek konsep penulisannya atau tinjauan teorinya sekalian. kalau di kampus saya sih nggak begitu diperhatiin soalnya. yang penting lulus. hehe
     Nah kalo sudah bisa ngelaksanain dua hal itu dijamin deh tingkat kelancaran menuju wisuda bakal bertambah 70%. Lalu sisanya apa? sisanya ya manage rencana dan ambisi kamu selama kuliah. kalo cuma biar dapet gelar sarjana mah sekarang tinggal bayar aja udah bisa dapet ijazah sarjana. atau mau mengangkat ekonomi keluarga? banyak loh pengusaha yang hanya bermodalkan ijazah SMA, SMP, bahkan putus sekolah tapi punya penghasilan sebesar pejabat teras kantor-kantor PNS.
     Tapi punya rencana masa depan bukan berarti kamu aman dari masalah loh ya. contohnya saya, beberapa hari lalu saya sempet nih di SMS sama ayah saya. saya dibilang kurang agresif dalam menggapai masa depan. dikiranya saya cuma bisa buat kopi di pagi buta, ngacir ke teras rumah, dan menghisap rokok. rupanya beliau kurang mengenal anaknya dengan baik. maklumlah beliau pegawai yang lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah.
     Ini dia yang terkadang membuat kita sebagai manusia di korupsi hak asasi nya. ujung-ujungnya kita akan dipaksa untuk bekerja di tempat yang tidak kita inginkan. aman secara finansial bukan berarti kita bisa hidup bahagia kan. lebih baik ya aman secara finansial tapi kita tetap bisa menikmati hidup kita sebagai manusia, bukan sebagai pemburu harta. oke, mungkin segitu dulu aja ya omongan ngelanturnya. tetap berkarya dan jangan kebanyakan nonton TV kecuali TV kabel. hehehe. tabik!!