Monday, 9 December 2013

Senasib episode 2

    Selamat bulan Desember semuanya!! wah kalo kata orang jawa bulan desember itu Gedene Sumber alias Besarnya Sumber. Nggak heran kalo hampir setiap hari hujan turun dengan berbagai macam bentuk. Dari yang rintik-rintik, gerimis, gerimis deres, hujan ringan, hujan, hujan deres, hujan gede-gede, hujan angin, hujan badai, pokoknya variatif banget. Kadang yang turun juga hujan monyet, tau dong hujan monyet, itu loh hujan ditengah hari dengan cuaca cerah dan matahari terik. Entah siapa yang mencetuskan nama hujan yang unik itu, syahrini barangkali. Do'i kan hobi banget tuh ngasih nama sembarangan.
     Masih nyambung masalah kemarin nih, yaitu masalah tahun baru. Inget kan kemarin saya optimis banget nih kalo tahun ini saya akan menghabiskan malam tahun baru saya dengan kawan-kawan dekat saya sewaktu SMA dulu. Alasannya sih simple, kebanyakan dari kami belum memiliki pasangan. Belum atau nggak laku sebenernya sih beda tipis kali ya, yang membedakan hanya strata dan image yang dibawa dari kedua kata tersebut. Tapi kalo buat saya mah, jomblo jomblo aja keles pake kebanyakan alibi kayak maling helem kepergok security aja.
     Teman saya yang satu ini juga salah satu yang masih setia. Setia pada kesendirian nya. Kasian tititnya cuma kepake buat kencing doang. Hhhh. Tapi begitulah, dia jomblo udah hampir 2 tahun kayaknya, hampir sama lah kayak saya. Hehehehe. Iya-iya saya jomblo lebih dari 2 tahun! Tinggal baca aja pake nggak terima segala.
      Diantara yang lain, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan kawan saya yang satu ini. Salah satu alasannya sih karena kami memiliki bisnis bersama. Saya dan dia sudah bekerja di bidang pembuatan pakaian hampir lebih dari 3 tahun. Kami kemudian mengumpulkan modal bersama untuk selanjutnya mulai memproduksi pakaian sendiri. Yah walaupun modalnya tidak seberapa namun lumayan lah buat tambah-tambahan uang jajan.
     Sewaktu SMA kami selalu satu kelas, entah kebetulan apa memang jodoh. Awalnya saya tidak terlalu mengenalnya. Di kelas satu SMA saya sangat jarang berkomunikasi dengan kawan saya yang satu ini. Dulu kelas saya terkenal sebagai gudangnya anak-anak tengil, kecuali saya tentunya. Kebanyakan dari mereka berasal dari SMP yang sama sehingga mereka sudah akrab sebelumnya. Sedangkan saya berada dari SMP beda rayon sehingga benar-benar memasuki dunia baru dan orang-orang baru di bangku SMA.
     Dulu nih ya saya sempat naksir sama salah seorang cewek di kelas saya. Yah perawakannya montok kayak ayam broiler disuntik air gitulah. Kulitnya putih, rambut hitam panjang, dan kalo kata anak-anak boncengannya enak. hehe. Entah apa maksudnya. Saya pun getol mendekati cewek ini, sampai suatu saat saya tahu bahwa mantan pacarnya waktu SMP juga sekelas dengan kami. Yo'i bener mamen, dia adalah mantan pacar dari kawan dekat saya yang lagi saya ceritain, sejak saat itu saya jadi sering memperhatikan kawan saya ini.
     Tapi namanya juga cewek cantik ya banyak juga yang deketin si cewek ini. Akhirnya saya sering melakukan hal-hal yang seutuhnya terinspirasi dari novel teenlit yang saya baca. Yah mulai dari nulis cerpen di mading kelas tentang si cewek yang cantiknya nggak ada matinya (menurut saya waktu itu), kemudian sempet juga buat puisi anonim trus diselipin ke dalam kotak pensilnya waktu istirahat, sampai salam-salam nggak jelas lewat siaran radio yang sering dia dengerin.
     Eh kok jadi bahas nostalgia saya sendiri ya, hahaha, maaf suka salah fokus. Pokoknya saya nggak begitu kenal lah sama kawan saya yang satu ini pada awalnya. Kemudian kelas dua kami ditempatkan dikelas yang sama. Nah saya mulai kenal sama dia sewaktu tau kalo dia itu pacaran sama sohib kentel saya jaman SMP. Dari sana kami sering berkomuikasi, mendengarkan dia bercerita tentang pengalamannya nembak si cewek. Dia sempat naik sepeda dari Semarang daerah bawah sampai Semarang daerah atas sambil membawa kebulatan cintanya. Maklum waktu itu masih ngetrend-ngetrend nya acara 'Nyatakan Cinta'.
     Selain itu kami juga sering mengerjakan tugas bersama. Eh saya yang mengerjakan dan dia yang menyalin lebih tepatnya. Dan semakin akrab lagi begitu kami memutuskan untuk bergabung dalam kelompok yang sama dalam mata pelajaran seni tari. Kawan saya yang satu ini adalah seorang breaker yang terkenal sewaktu SMP(katanya sih). Jadi masalah koreo dan teknik kami serahkan pada ahlinya (walau setelah itu dia mengundang temannya yang lain untuk melatih kami) akan tetapi hasilnya sangat memuaskan. Kami yang terbaik dari 3 kelas sampai ditawarin untuk perform di acara pentas seni sekolah segala.
     Sejak saat itulah kami mulai dekat. Apalagi ketika kelas tiga kami lagi lagi mendapatkan kelas yang sama. Yah begitulah ceritanya hingga kami bisa seakrab sekarang. Kalo kata Mamah Dedeh sih temen itu ada 4 macem. Yang pertama temen sebagai makanan, yang kita perlukan setiap hari pagi, siang, malam karena tanpa mereka kita akan kelaparan. Yang kedua adalah teman sebagai obat, dimana kita sangat membutuhkannya jika kita sedang sakit, ia bersifat penting namun tidak setiap hari kita membutuhkannya, karena kita tidak sakit setiap hari. Yang ketiga adalah teman sebagai penyakit, nah kalo ini kebalikan dari yang kedua nih. Mereka bisa membawa keburukan bagi kita, tapi mereka selalu bisa menyerang kita, apalagi kalo badan kita sedang tidak dalam kondisi prima. Dan yang terakhir adalah teman sebagai racun, wih kalo ini mah bahaya, harus dihindari dan dijauhi kalo nggak mau terserang virus.
     Kalo bagi saya teman saya ini adalah tipe yang pertama. Saya nggak tahu motif dia berteman dengan saya kenapa. Apa saya adalah tipe teman nomer satu juga apa mungkin nomer dua bagi dia yang hanya bisa diambil keuntungannya saja. Tapi yah karena saya tidak punya teman dekat seperti dia di dunia ini jadi ya saya singkirkan aja pemikiran itu dan nothing to lose. Yang penting kan saya tulus berteman. Au' deh die bagimane.
      Nah kalo temen saya yang satu ini juga terancam bareng lagi merayakan malam tahun baru bersama saya. Pasalnya sampai saat ini dia masih menjomblo, dan bahkan gebetan saja dia tidak punya. Lagian sih deketin cewek lewatnya chat facebook. Udah nggak jaman keles. Sudah dua tahun kami menikmati malam pergantian tahun masehi bersama dengan kawan-kawan kami yang lain. Dia selalu mendapatkan tugas membuat api untuk acara bakar-bakaran. Yah maklumlah anak laki dalam kelompok kami bisa dihitung dengan jari, jadi buat urusan bakar membakar ini kita serahkan aja buat laki tulen. Hahaha.
      Selain dia senasib dengan saya, dia juga seprinsip dengan saya. Kami menolak dengan keras bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau pun kantoran yang sekiranya gampang korup. Alasannya sih bervariasi. Maklum masih muda pak/bu jadi masih idealis. Pertanyaan nya apakah idealisme kami akan berlangsung lama? hanya tuhan yang tahu tuh jawabnya. Duileh sok bijak banget saya, kayak caleg partai A,B,C yang lagi sibuk campaign untuk dompet mereka yang lebih baik.
      Yaudah segitu dulu cuap-cuap saya tentang kawan saya yang satu ini. Saya takut ntar ceritanya merembet kemana-mana soalnya saya tahu hampir semuanya tentang dia. Ntar malah pada kepo lagi tentang sosok yang saya bicarakan ini. Lagian baru bulan lalu temen saya ini megang smartphone android, atut kalo blog tentang dia kebaca. Dia kan lagi hobi tuh berburu pin BBm kemana saja dan dimana saja. Hahaha. Oke goodbye adios amigos!! Tabe'!

Friday, 22 November 2013

Senasib episode 1

     Hai ini hari sabtu ya, wih, udah mau masuk desember euy. pastinya udah punya rencana dong untuk malem tahun baruan. iya deh yang punya pacar, jadi bisa berduaan terus romatis-romantisan sama pacarnya. atau yang masih kuliah bisa banget seru-seruan sama temen kuliahnya. atau mungkin yang udah berkeluarga, pasti bakal menghabiskan malam tahun baru dirumah atau makan malam bersama dengan keluarga kecilnya.
     Yang repot ya potongan-potongan kayak saya ini. Pacar nggak punya, berkeluarga apalagi, pastilah belum, dan ironis nya sudah lulus kuliah. belum dapet kerja lagi. double triple bahkan multi ironis kan. yah pada dasarnya sih saya manusia sosial yang punya banyak teman. saya sih mengakui nya teman, tapi entah mereka mengakui saya apa nggak. at least saya bisa menghabiskan malam tahun baru dengan teman yang mana saja. selama mereka juga tidak memiliki rencana dengan teman yang lain.
     Tapi tengsin juga kalo setiap tahun baru harus ngeribetin temen-temen untuk buat acara. konsep dasarnya sih untuk menjalin tali silaturahmi, tapi selalu ada udang di balik batu. udang nya ya supaya malam tahun baruan nggak sendiri, alias keliatan sibuk kayak yang lain. nggak mau dong ya di cap anti sosial sama keluarga sendiri gara-gara malam tahun baruan malah tidur dirumah. kesannya kasihan banget gitu nggak punya temen.
     Beruntungnya saya yang memiliki teman-teman senasib seperjuangan. yah mereka sama gitu kayak saya, single, belum berkeluarga, dan sudah lulus kuliah. cuma bedanya mereka sudah bekerja sedangkan saya masih santai dirumah. namun diluar itu semua kami bisa punya perasaan yang sama apabila malam tahun baru tiba. jadi jauh-jauh hari sebelumnya biasanya kami sudah merencanakan pesta kami sendiri secara detail. awalnya terasa ironis sekali ketika beberapa pemuda dan pemudi berkumpul tanpa kekasih dengan masalah masing-masing di sebuah rumah. namun entah mengapa kami menikmatinya. but it is not better than sex. sex still better than it.
     Saya selalu datang dengan kisah yang sama di setiap tahun. berusaha mendekati wanita, si wanita tidak merespon, lalu berhenti di tengah jalan. Sedangkan kawan-kawan saya yang lain datang dengan kisah yang berbeda. lebih baik dari saya? tidak juga. lebih ironis dari saya? bisa jadi. lebih drama daripada saya? itu pasti.
     Salah seorang teman saya, ia wanita dengan sisi urban yang tinggi. kadang ia tertawa kencang sekali, kadang ia mengumpat dengan kesal, dan selebihnya ia hanya berbicara dengan suara yang keras. ia mengalami banyak perubahan semenjak terakhir kami bersama di SMA. Kemudian ia masuk universitas negeri terpandang dan mulai menata penampilannya. jika dulu ia jarang mendapat pacar, justru sekarang ia dipusingkan dengan pacarnya.
     Ia datang dengan cerita orang tua yang menentang hubungannya dengan sang pacar. penyebabnya banyak namun teman saya terlalu keras untuk membuka matanya dan melihat kenyataan yang ada. ia pernah sekali bercerita kepada saya tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh pacarnya. kemudian ia juga pernah bercerita tentang keadaan motornya yang rusak karena dijatuhkan pacarnya dan kemudian motor itu juga hilang di rumah sang pacar. mungkin terdengar wajar, namun hal ini menjadi tidak wajar ketika hal ini menimpa putra atau putri kita besok.
     Alasan sang orang tua jelas, si pacar tidak bisa menunjukkan sikap gentleman kepada keluarga teman saya. bahkan teman saya harus menjelaskan sendiri duduk perkara mengenai peristiwa tersebut. menyedihkan memang, dan tentu saja ketika ia bercerita ada banyak drama di dalam sana. tapi begitulah orang tua, mereka setia pada sudut pandangnya dan sulit untuk bisa merubahnya. kecuali jika kita mampu dan bersungguh-sungguh melakukannya.
      Bahkan ada juga pasangan yang sudah menikah namun tidak mengantongi restu dari orang tua nya. cinta itu rumit karena manusia yang membuatnya rumit. jangan sampai aja kalo ada masalah dalam rumah tangga kemudian orang tua kita tau dan berkata, "Bapak/ibu bilang juga apa,kamu sih nggak mau nurut." itu double tekanan batin kalo menurut saya.
      Sampai pada akhirnya teman saya itu serius mengakhiri hubungannya dengan pacarnya. ternyata bukan hanya orang tua nya yang tidak setuju, teman-teman saya yang lain juga menyatakan keberatannya. watch out boy, girl is always follow her friend's suggest. namun nama nya cinta mau apa lagi. setelah putus pun teman saya ini masih terus memikirkan mantannya sampai berharap untuk balikan. nggak tahu juga ding si mantan berpikiran yang sama apa nggak. kalo uda punya gebetan lain bisa apa.
      Mungkin karena trauma dengan pengalaman yang lalu sampai sekarang pun teman saya belum menggandeng pasangan lagi. secara fisik dan sifat teman saya bukan ciri orang yang susah mendapatkan pasangan. namun entah karena standar yang tinggi atau belum bisa membuka hati, temen saya ini masih setia sendiri. ya sebelas duabelas lah sama saya. cuma bedanya kalo saya karena nggak laku, dan perempuan-perempuan merasa lebih nyaman berteman dengan saya daripada pacaran. ya saya juga bisa apa. i deserve to be girlfriend not to be boyfriend.
      Itu salah satu teman saya yang mungkin tahun ini juga bakal merayakan malam tahun baru dengan saya. We'll see apakah dia masih single sampai akhir bulan depan. Kalo saya sih optimisnya saya yang masih single. hehehe. yaudah bye dulu sementara. sebelum ngomongin temen saya yang lainnya. tabe'!!

Wednesday, 13 November 2013

Ekosistem Pertemanan

      Hai selamat malam dan selamat menikmati bulan november. dimana hujan lebih sering turun dengan deras ditemenin sama petir yang nggak nyante. yah, tipikal akhir tahun lah ya. musim hujan. tegarkan diri kalian masing-masing dengan berita banjir di berbagai daerah yang akan menjajah isi berita. yah nggak papa lah, daripada harus mengkonsumsi berita si aryes wigunes yang notabene nya produk acara infotaiment tapi eksis di beberapa program berita.
      Sudah lumayan lama nih saya nggak nge-blog. blog terakhir ya cerita saya tentang perjalanan ke Jakarta. setelah itu saya agak disibukkan dengan pengerjaan skripsi teman saya. temen saya yang skripsi tapi saya yang sibuk. yah namanya juga teman. saya kan orangnya sungkan menolak. sungkan menolak dan pintar mengintimidasi. tipikal orang gemini.hehe
     Jadi ceritanya teman saya itu melanjutkan studi yang sama dengan saya. awalnya sih dia udah masuk di fakultas ekonomi di kampus biru, kampus yang sama dengan saya. tapi kemudian dia banting setir dan masuk ke jurusan desain walau dia tidak memiliki bakat seni. mungkin dia tipe pemikir praktis yang berpendapat bahwa seni bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.
     Singkat cerita walau kami teman yang akrab sewaktu di SMA tapi kami jarang mengambil kelas yang sama di universitas. saya lebih senang merencanakan kelas yang sama dengan beberapa teman satu jurusan dan sepertinya dia lebih senang mengambil kelas yang sesuai dengan jam kuliah kekasihnya yang berada di kampus berbeda. padahal kalau menurut saya salah satu faktor penentu kelulusan di universitas ya ekosisistem pertemanan yang kita bangun dari awal masuk universitas. jadi ya sebenarnya cepat atau lambatnya kelulusan kita tergantung dari bagaimana kita memanage kehidupan kita sendiri di kampus.
      Ada nih teman saya yang notabene nya tidak terlalu pintar dalam bidang akademik. tapi ia bisa lulus tepat waktu dengan IPK diatas tiga. kalo kata dia resepnya ya satu, carilah teman yang memberikan energi positif. bukan berarti harus nge-gank dan selalu kumpul dengan para kutu buku dan manusia cupu di kampus. tapi jalinlah hubungan yang baik dengan mereka. simbiosis mutualisme gitulah. kalo mereka butuh bantuan ya kita siap membantu dan begitupun sebaliknya. selain itu jangan anggap dia tidak ada. dengan komunikasi yang baik bisa loh menjalin sebuah ikatan pertemanan dengan mereka. pasti deh mereka akan merasa bahagia. Mahasiswa tipe ini umumnya mudah merasa berhutang budi karena terkadang mereka merasa kesepian. sok tau deh gue.
     Berikutnya yang patut dilaksanakan adalah menjalin hubungan yang hangat dengan kakak angkatan. fungsinya apa? ya fungsinya supaya kita bisa tau lebih dalem tentang sifat berbagai dosen yang ajaib, bisa tau kiat-kiat mendapatkan nilai A, atau arsip tugas mereka yang terdahulu. kan lumayan tuh kalo dapet arsip skripsi mereka sekalian. bisa nyontek konsep penulisannya atau tinjauan teorinya sekalian. kalau di kampus saya sih nggak begitu diperhatiin soalnya. yang penting lulus. hehe
     Nah kalo sudah bisa ngelaksanain dua hal itu dijamin deh tingkat kelancaran menuju wisuda bakal bertambah 70%. Lalu sisanya apa? sisanya ya manage rencana dan ambisi kamu selama kuliah. kalo cuma biar dapet gelar sarjana mah sekarang tinggal bayar aja udah bisa dapet ijazah sarjana. atau mau mengangkat ekonomi keluarga? banyak loh pengusaha yang hanya bermodalkan ijazah SMA, SMP, bahkan putus sekolah tapi punya penghasilan sebesar pejabat teras kantor-kantor PNS.
     Tapi punya rencana masa depan bukan berarti kamu aman dari masalah loh ya. contohnya saya, beberapa hari lalu saya sempet nih di SMS sama ayah saya. saya dibilang kurang agresif dalam menggapai masa depan. dikiranya saya cuma bisa buat kopi di pagi buta, ngacir ke teras rumah, dan menghisap rokok. rupanya beliau kurang mengenal anaknya dengan baik. maklumlah beliau pegawai yang lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor daripada di rumah.
     Ini dia yang terkadang membuat kita sebagai manusia di korupsi hak asasi nya. ujung-ujungnya kita akan dipaksa untuk bekerja di tempat yang tidak kita inginkan. aman secara finansial bukan berarti kita bisa hidup bahagia kan. lebih baik ya aman secara finansial tapi kita tetap bisa menikmati hidup kita sebagai manusia, bukan sebagai pemburu harta. oke, mungkin segitu dulu aja ya omongan ngelanturnya. tetap berkarya dan jangan kebanyakan nonton TV kecuali TV kabel. hehehe. tabik!!
   
   

Saturday, 19 October 2013

Jekardah

       Nah kan dibilang juga apa. waktu itu nggak bisa dibendung. tau-tau udah mau masuk akhir oktober. kerasa cepet banget, apalagi buat mereka yang menikmati setiap detik dalam hidupnya. waktu akan terasa lebih cepat daripada seharusnya. beda nih sama mas-mas mbak-mbak kantoran yang update terus di sosial media gara-gara nungguin jam 5 sore yang lamanya minta ampun. hehe.
       Ngomongin masalah kantoran, kemarin awal bulan saya sempet nih ngelamar disalah satu kantor majalah gitu. sebabnya apa saya juga kurang paham, tapi saya tetep berangkat interview ke jakarta. bisa dibilang ini pertama kalinya saya ke jakarta untuk mencari pekerjaan. memang sih saya punya keinginan untuk kerja di majalah. jadi kesempatan itu saya ambil aja.
       Saya berangkat bareng temen saya yang notabene nya juga buta wilayah Jakarta. orang Jakarta aja bingung sama wilayah mereka sendiri, apalagi kami yang perantauan dari jawa. akhirnya dengan bermodalkan nekat, Google map, dan bismillah tentunya kami berangkat ke ibu kota.
       Awalnya semua berjalan smooth, kayak rambut para model di iklan sunsilk. kami tiba di stasiun Senen jam 3 dinihari dan langsung mencari guesthouse terdekat untuk beristirahat. jadwal interview saya pukul 5 sore, jadi ya agak jaim juga kalo musti istirahat di stasiun ala ala backpacker. bukannya keren yang ada malah kayak gembel kesasar.
       Setelah men-charge tenaga dan smartphone kami pun langsung check out dan mencari transportasi umum ke lokasi interview. ternyata butuh 2 jam perjalan dari Senen yang letaknya di Jakarta pusat sampai lokasi interview yang terletak di Jakarta Selatan. kantor majalah yang saya lamar terletak di bilangan Gandaria tepatnya di gedung perkantoran Gandaria 8 yang bersebelahan dengan Gandaria City Mall.
       Karena merasa akrab dengan mall kami pun berniat mengisi perut dengan makanan yang dijajakan di dalam mall tersebut. tapi apa mau dikata, setelah masuk ke dalam mall yang bisa dibilang mewah itu kami kebingungan mencari tempat makan. bukan karena kami nggak bisa membaca menu, tapi karena nama semua venue makanan disana terdengar asing bagi kami. yah namanya juga perantauan, kami pun nggak tega mempertaruhkan isi dompet kami dengan harga makanan yang belum jelas.
      Akhirnya dengan anggun kami meninggalkan mall dan mencari warung makan terdekat di pinggiran jalan. yang penting ada nasi lah buat hari itu. lagian orang-orang juga nggak pada kenal sama kami. hehe.
      Setelah selesai melahap nasi ramesan kami kembali kedalam mall dengan gagah dan nongkrong di salah satu tempat ngopi yang udah familiar nama dan harganya. setelah berbincang sebentar saya pun segera bersiap untuk melaksanakan misi utama saya yaitu interview.
      Saya berjalan dengan jumawa menuju gedung perkantoran dan menukarkan ktp saya dengan visitor card. setelah bersikap angkuh saya pun bingung mau masuk pintu sebelah mana. tapi saya pura-pura nggak bingung dan stay cool ngikutin bapak-bapak berdasi yang jalan di depan saya. ketika bapak itu masuk jalur khusus seorang security menghampiri saya dan menanyakan tujuan saya. saya pun dengan percaya diri menyebut nama perusahaan majalah yang saya tuju.
     Si security dengan ramah menunjukkan lift paling pojok dan menyuruh saya menempelkan visitor card ke pintu masuk agar bisa sampai ke deretan lift tersebut. udah sok kepedean, jalan dengan angkuh dan jumawa, eh ternyata ndeso juga. mungkin itu yang terlintas di benak si security. fak.
     Setelah sampai di kantor majalah saya langsung melihat beberapa pelamar lain yang asyik berbincang. kebanyakan dari mereka adalah wanita yang dari cara berpakaian nya terbilang stylish. Mbak sebelah saya tampil casual dengan kaos putih tipis dan rok lipit bermotif floral dengan warna kalem selutut. membawa tas slempang kecil dari kulit berwarna cokelat serta peeptoe berwarna gading.
     Menurut kata hati saya sih dia cantik, sampe saya nggak berani noleh dan melihat wajahnya secara langsung. dia juga lagi asyik ngobrol dengan mbak-mbak sebelahnya lagi yang penampilannya cetar. awalnya saya cuma bisa lihat high heels berwarna perak blink-blink nya. kemudian saya telusuri keatas, dia memakai rok sepan selutut berwarna merah tua, tas jinjing berwarna hitam dengan atasan blouse berwarna gelap. rambutnya disemir merah tembaga di curly dan di urai ala syahrini, dan lipstik berwarna merah terang. kedengerannya sih lebay ya, tapi kok ya pantes-pantes aja buat dia.
    Di sebelahnya lagi ada mbak-mbak yang asyik baca majalah. penampilannya bold dengan alis tebal dan lipstik hitam. atasan berupa sweater kelelawar berbahan woll berwarna abu-abu tua. bawahannya celana pensil tiga perempat berwarna hitam dan wadges berwarna hitam. dan beberapa mbak-mbak lain yang penampilannya juga nggak kalah stylish.
     Dari mereka semua ternyata cuma saya yang baru interview pertama di kantor itu. setelah menunggu lebih dari 30 menit akhirnya saya pun dipanggil. bukan dipanggil sama suster, apalagi gusti allah, tapi dipanggil sama ibu HRD. dengan melenggak-lenggok ala model papan atas, nggak ding, saya pun masuk kedalam ruang rapat. disana cuma ada seorang wanita muda berumur sekitar akhir 20 an yang geulis pisan. saya menghabiskan 15 menit saya dengan wanita itu. untuk interview tentunya.
     Banyak hal yang ia tanyakan pada saya temasuk asmara dan keuangan (dikira mama loren kali ah). tapi saya tertarik pada satu pertanyaan yang sebenarnya simple tapi membuat saya berpikir ulang.
ibu geulis : "Kenapa kamu mau kerja sebagai desainer grafis disini?"
saya        : "Karena saya tertarik di dunia fashion bu. saya rasa passion saya disini dan ini salah satu cara                        untuk bisa masuk ke dalam industri fashion."
ibu geulis : "Kalo kamu tertarik dengan dunia fashion, kenapa kamu apply nya di desainer grafis?"
saya        : ".....(selama beberapa detik) karena sesuai sama major of degree saya bu, saya punya basic di                      desain grafis jadi ya saya gunakan basic itu."
      Mungkin kedengarannya jawaban saya sudah benar dan rasional. tapi kemudian justru pertanyaan itu yang menjadi alasan bagi saya untuk tidak melanjutkan tes berikutnya.
      Setelah selesai interview saya menghampiri partner berpergian saya yang saya tinggal di caffee. jam sudah menunjukkan pukul 6 sore tapi kami malah asyik ngobrol sambil ngopi berkelas ditempat itu. kami pikir semua sudah selesai tinggal menuju terminal dan memesan tiket bis untuk pulang.
     Lokasi Gandaria memang lebih dekat menuju terminal Lebak Bulus daripada harus kembali ke stasiun Senen. dengan berbekal info dari kawan mengenai nama bis, harga, dan waktu keberangkatan kami pun menuju terminal Lebak Bulus. begitu naik kami langsung di sambut oleh calo tiket. ya seperti terminal lainnya, dan kami anggap itu adalah calo dari agen bus yang mau kami naiki.
     Harga tiket yang ditawarkan ternyata jauh dari ekspektasi kami sehingga kami melakukan proses tawar menawar terlebih dahulu. setelah deal kami pun menunggu bis dengan santai. sekitar 15 menit kemudian kami didatangi oleh calo dan membawa kami kembali ke loket.
     Ternyata sampai di loket kami diminta menambah sejumlah uang agar bisa mendapatkan tiket dan langsung pulang ke Semarang. kami pun tidak terima dengan permintaan mereka karena kami sudah deal dengan harga yang pertama diberikan. namun si calo dan si penjaga loket tetap bersikeras meminta uang tambahan. dengan emosi yang memuncak tapi berusaha tetap kalem kami meminta uang kami dikembalikan.
     Awalnya mereka menolak dan membuka proses tawar menawar lagi. saya pun mengambil jalan tengah dengan menawar setengah dari yang mereka minta. namun ternyata mereka kekeuh tidak mau dan memilih mengembalikan setengah dari uang yang telah kami berikan.
     Ya hanya setengah, dengan alasan potongan 50% karena membatalkan. semoga berkah deh bu uangnya. dengan perasaan kecewa kami keluar terminal dan menenangkan diri di mushola terdekat. kawan saya yang emosi nya 2 kali lipat menyesalkan perbuatannya yang sembarangan memesan tiket bis. dia juga pernah mendengar bahwa calo terminal lebak bulus memang nggak ada yang nyante. tapi merasakan sendiri ternyata memang lebih mantap daripada hanya mendengar kata ini kata itu.
      Setelah menenangkan pikiran kami akhirnya memutuskan untuk kembali ke stasiun Senen. jam sudah menunjukkan pukul 10 malam dan beruntungnya kami menemukan bis kopaja yang langsung menuju arah Senen. di atas bis kami menertawai nasib kami sendiri. perjalanan yang begitu smooth di awal ternyata tidak menjanjikan akhir yang smooth juga.
      Sesampainya di Senen kami terpaksa menghabiskan malam di stasiun karena kereta menuju Semarang baru akan berangkat keesokan paginya. yah emang dari awal niatnya di Jakarta nggembel ya akhirnya kesampean beneran nggembel disana. walaupun awalnya udah sok jaim pake acara tidur di guesthouse pada akhirnya tetep aja tidur di emperan stasiun. yah begitulah yang namanya travelling. kalo nggak begitu nggak akan ada ceritanya.
      Ini baru pengalaman travelling pertama yang benar-benar unik dari saya. semoga besok-besok lagi saya bisa lebih siap berpergian dan tidak terlantar lagi seperti perjalanan saya yang satu ini. selamat siang, selamat berhari minggu. salam cup cup emuah emuah!! hehe

Saturday, 5 October 2013

Time is T-I-M-E

     Wah udah masuk bulan oktober cuy. oh iya, selamat berakhir pekan untuk semua pekerja baik pekerja lepas, nggak lepas, maupun yang mau lepas. tapi kurang pas kayaknya kalo saya ngucapin sekarang. soalnya besok udah hari senin, dan kata temen-temen saya hari minggu justru hari yang menyebalkan. kalo mau nongkrong atau hangout di hari minggu pasti selalu keinget kalo besok hari senin. kalo menurut saya yang pengangguran ini sih semua hari sama aja. sama-sama nganggur soalnya, hahahaha.
     Ngomong-ngomong oktober jadi keinget kalo tahun baruan udah tinggal 2 bulanan lagi. nggak berasa kan ya waktu udah berlalu hampir setahun. kalo saya sih dulu waktu tahun baru 2013 buat list pencapaian banyak banget tuh. yah antara masih menjadi impian, harapan, atau angan-angan yang penting saya pengen mencapai beberapa hal di tahun 2013 ini. alhamdulillah ada yang tercapai, tapi ya seperti biasa lebih banyak yang belum.
     Waktu emang nggak pernah bisa kita kendalikan ya. dia akan terus berjalan tanpa peduli apa yang masih belum sempat kita perbuat. jadi jangan harap si waktu bakal nungguin kita melakukan sesuatu. pernah lihat dong film Click yang dimainin sama abang Adam Sandler. ceilaah abang, maklum saya adek bontotnya dari mantan pembokatnya. di film itu waktu yang bisa dikendalikan malah membuat kita nggak akan focus sama hidup kita sendiri. nggak pernah menghargai dan bersyukur atas apa yang kita miliki. jadi ya gunakanlah setiap detik dalam hidupmu berharga.
     Saya pernah buat tweet begini "If you aint comfort with your life, find something new. comfort is not always about money" ya kurang lebih begitulah. saya nge-tweet begitu gara-gara agak nggak nyaman sama keluhan temen-temen saya mengenai pekerjaan mereka masing-masing. Ya bukannya saya mau sok idealis sih, tapi ya bagaimana pun mereka sendiri yang memilih jalan hidup mereka, kemudian apalagi yang mau mereka keluhkan. cinta saya nggak diterima-terima aja saya nggak pernah ngeluh. aiiihhh.
     Ya intinya kita hidup di dunia ini cuma sekali. nggak ada rewind atau replay atau try again dalam hidup. kalo toh tuhan memberi kesempatan kedua itu adalah kesempatan untuk kita memperbaiki, bukan kesempatan untuk kita mengulang dari awal. jadi kita harus lebih bijak memanfaatkan waktu yan kita miliki.
      Saya juga pernah lihat quote yang bener-bener membangunkan saya. bukan membangunkan saya dari tidur loh ya. bukan juga membangunkan yang lain. tapi membangunkan saya dari sikap terlalu santai yang saya miliki. 
       begini quote nya, "Ini adalah hidupmu, lakukan apa yang kamu cintai. jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah. jika kamu tidak menyukai pekerjaanmu, keluarlah. jika kamu tidak memiliki cukup waktu, berhenti menonton tv. jika kamu sedang mencari apa yang kamu cintai dalam hidupmu, berhentilah, mereka akan menunggumu ketika kamu mulai melakukan hal-hal yang kamu cintai. berhenti terlalu menganalisa, hidup itu sederhana. semua emosi itu indah. ketika kamu makan, hargai setiap gigitan terakhir. bukalah pikiranmu, tanganmu, dan hatimu untuk hal-hal dan orang-orang baru, kita bersatu karena adanya perbedaan. tanyakan orang lain apa bidang kesukaan mereka, dan bagikan impianmu pada mereka. seringlah berpergian, tersesat akan membantumu menemukan jatidirimu. hidup adalah mengenai orang-orang yang kamu jumpai, dan hal-hal yang kamu buat dengan mereka, jadi bersosialisasilah dan mulai berkreasi. hidup itu singkat. teruslah bermimpi dan bagikan gairahmu."
        gimana? masih mau berkompromi dengan hidupmu sendiri? kalo saya sih masih tetep menulis dalam wish list saya sebagai seorang joy oriented dan life adventurer. selamat menikmati setiap detik dalam hidupmu. terus berkarya. dan selamat menikmati hari minggu dan hari-hari lainnya. tabik!!
    

Wednesday, 25 September 2013

Sang Primadona

          waduh udah akhir september nih. lama banget saya nggak nge-post. maklum lah ya namanya juga pengangguran sok sibuk, jadi ya sibuk aja mikirin mau apa dan kemana setiap harinya. hahaha. tapi asli kemarin saya sibuk mempersiapkan segala sesuatu buat lomba paduan suara di Jakarta. saya udah sempet bilang kan ya di post sebelumnya.
          waktu di ibu kota saya sempet sih mau sok canggih dengan nge-post lewat smartphone saya. tapi ternyata smartphone saya nggak smart-smart amat. buktinya belum selese nulis udah main nge-hang aja, trus mati sendiri, trus saya ulangi lagi deh nulisnya. eh belum selese lagi udah nge-hang lagi kemudian mati lagi, begitulah seterusnya.
          kalau mau ditanya tentang cerita, akhir-akhir ini saya punya seabrek. mulai dari si anak baru yang jadi primadona diantara laki-laki gemulai di organisasi sampai malam keramat dimana banyak rahasia terbongkar tak sengaja. dan ya semua itu masih ada benang merahnya sama postingan saya sebelumnya tentang pecinta sesama jenis. terberkatilah saya bisa hidup diantara mereka, karena mereka adalah inspirasi tulisan saya.
          cerita hari ini kita mulai aja sama sang primadona. sang primadona itu cowok tulen (kayaknya) dengan kondisi fisik tanpa reject. eh tapi nggak tahu juga ding kondisi mentalnya sehat apa nggak. oke tanpa pikir panjang dia langsung jadi primadona baik di kalangan wanita-wanita tulen dan yang nggak tulen. banyak sih yang bilang dia good looking, vitamin, obat mata, dan istilah-istilah lain yang intinya memuji fisik si primadona. tapi belakangan banyak juga yang ngerasa ilfil alias ilang feeling ketika melihat ada sisi keangkuhan dan anti-sosial pada diri si primadona. sebelas dua belas lah sama saya.
          nah ketika si wanita-wanita tulen mundur perlahan maju lah prajurit-prajurit berhati bidadari yang terlihat agresif sekali pada si primadona. segala cara di halalkan supaya bisa berinteraksi dengan si primadona, walau hanya sekedar ngobrol. entah si primadona sadar apa nggak kalo ada modus di balik peristiwa tapi dia tampak fine-fine aja. malah keliatannya dia lebih nyaman berteman dengan mereka dibanding dengan pria-pria yang benar-benar pria.
         hal ini lah yang membuat saya ragu akan ke-pria an si primadona. ketika saya melihat maraknya fenomena pecinta sesama di antara teman-teman saya kemudian saya mulai menjadi was-was. saya selalu mencurigai orang apabila ada hal-hal yang sepertinya tidak seharusnya. nggak tahu nih kelakuan saya ini normal apa nggak. tapi ini dikarenakan adanya traumatik mendalam atas kebohongan teman-teman saya tersebut. asik bahasa saya udah kayak psikolog aja.
         usut punya usut ternyata si primadona adalah orang yang idealis. entah idealis entah polos entah juga memoloskan diri. dia sebenernya sudah tahu tentang para pecinta sesama yang selalu menghantui setiap langkahnya. ariel peterpan kali ah. tapi dia berpikiran bahwa mungkin dengan aura positif yang terpancar dari si primadona, para fans fanatik nya bisa kembali ke jalan yag lurus. idealis apa polos apa cuma alibi saya juga nggak paham. yang saya dengar sih ya seperti itu.
         ya semoga aja si primadona mendengarkan kata-kata saya bahwa pemikirannya itu perlu dikoreksi lagi. macam lembar jawaban ujian yang belum tentu bener sepenuhnya. jangan sampe deh udah pede ngumpulin lembar jawaban pertama terus pas dikoreksi sama dosen malah banyak yang salah. dapet nilai E kan berabe. duh malah ngomongin ujian. kayak masih kuliah aja.
        untung aja si primadona cuma sementara aja ikutan di organisasi ini. ee semoga saja. coba aja kalo seterusnya, bisa kemakan kode-kode nya para fans fanatiknya yang tentunya lebih sangar dari kode-kode kepramukaan. percayalah iman dan taqwa sangat diperlukan di jaman serba kebalik ini. yuk sholat sholat. hehehehe. tabik!
       


Saturday, 7 September 2013

Semarang oh Semarang

         Brrr, malam ini Semarang diguyur hujan. di hari kelima bulan September ini hujan yang turun makin deres. sederes air mata yang netes waktu kalian putus. eaaaa. tapi malem ini skip dulu deh ngomongin cinta-cintaan. soalnya saya lagi nggak mood mengingat gebetan saya yang terakhir mlempem lagi. lagi? sorry saya ini keseringan ngegebet orang jadinya ya sering juga kandasnya.
         Saya udah lama berdomisili di kota Semarang. kira-kira 11 tahun saya berpijak di tanah Semarang dan minum air Semarang. banyak hal yang saya dapatkan dari ibu kota Jawa Tengah ini. mulai dari kenalan, teman, sahabat, sampai cinta. eh lupa, nggak lagi ngomongin cinta ding. pokoknya sebagian besar hidup saya terpengaruh oleh kota Semarang yang relief nya naik turun kayak hubungan cinta. aih, cinta lagi cinta lagi.
         Dari segi suhu dan iklim Semarang termasuk salah satu kota yang panas. ini bukan pertama kali nya bagi saya untuk tinggal di daerah yang panas. saya pernah tinggal di probolinggo dan makassar yang notabene nya adalah kota pesisir sehingga panasnya nggak nyantai. tapi keramahan orang Semarang memang tidak ada duanya. ini lah yang membuat saya menjadi orang bersahabat dan tidak susah mencari teman ngobrol dimana pun.
         Saya kurang begitu paham dengan sejarah kota Semarang sendiri, namun setau saya Semarang tidak memiliki latar belakang kerajaan. Semarang merupakan pelabuhan besar yang sering disinggahi oleh pedagang dari berbagai negara. dan orang Semarang sendiri adalah para pelarian dari kerajaan Mataram Kuno (setau saya). ada juga yang bilang kalau orang Semarang asli justru tinggal di Semarang bagian atas atau daerah Ungaran. hal ini dikarenakan banyaknya pendatang dari berbagai daerah yang membuat ketenangan orang Semarang asli terusik dan berpindah tempat. dan setau saya juga orang daerah atas lebih cantik-cantik daripada orang daerah bawah. hehehehe.
          Semarang sama seperti Bandung, dibagi menjadi 2 bagian, daerah atas dan daerah bawah. dulu daerah bawah adalah laut dengan gugusan pulau-pulau kecil, namun karena ada pengendapan gugusan-gugusan itu bersatu dan menjadi daratan. itu lah mengapa Semarang bawah berada justru dibawah garis laut. macam Belanda aja. kalo menurut orang jaman dulu, orang Semarang Bawah itu minum air kencing orang Semarang Atas. tentunya ini cuma perumpamaan. pasalnya Semarang atas dikenal dengan rumah-rumah megah dan elite yang berbeda dengan kondisi pemukiman di daerah Semarang bawah.
          Usut punya usut ternyata dulu Semarang itu macam dua dunia. daerah bawah merupakan pusat aktivitas ekonomi, politik, dan sebagainya. sedangkan daerah atas merupakan daerah perumahan yang pada jamannya di kuasai oleh bangsa eropa. bisa dilihat kok dari arsitekturnya yang sangat art noveau sekali.
          Nah kalo jaman sekarang Semarang udah semakin maju. yah walaupun didaerah bawah masih sering banjir rob tapi udah nggak begitu sering lah. rob sendiri adalah pengaruh dari air laut yang naik. yah walau Semarang sama kayak Belanda yang kotanya berada di bawah laut tapi Semarang tidak secanggih Belanda yang bisa mengakali agar daratan tidak tergenang oleh air laut yang naik. Semarang itu juga dikenal sebagai venesia nya jawa. hal ini dikarenakan banyaknya sungai-sungai besar yang malang-melintang di daerah bawah. tapi yaa ada tapinya, nasibnya nggak sama kayak venesia di eropa sono noh.
          Yah apa pun yang ada di Semarang tentunya akan sangat ngangeni sekali. belum pernah kan berkeliaran tengah malam untuk sekedar menyantap nasi kucing dan mengobrol dengan orang entah siapa seputar apapun yang bisa diobrolkan. atau wisata kuliner di daerah pecinan untuk sekedar mencari suasana khas tiong hoa. memakan sate babi atau nasi goreng babi (untuk non-muslim) sambil mendengar karaoke lagu mandarin yang terdengar dari berbagai sudut.
           Atau ingin sekedar berkumpul dan cuci mata di daerah pahlawan. melihat club vespa dan club motor gede bersebelahan untuk memamerkan kecantikan visual masing-masing kendaraan. mengamati anak-anak street dance berlatih dengan semangat, atau bahkan jika beruntung bisa melihat flash mob atau battle dance di sepanjang trotoar jalan pahlawan. atau bisa jadi beberapa model cantik dengan pakaian minim akan berlenggak-lenggok di sekitar anda untuk memberikan pose terbaiknya pada fotografer-fotografer Semarang.
         Keanekaragaman ini lah yang membuat warga Semarang dapat melupakan penatnya kesibukan sehari-hari. work hard play hard. dimana jam berangkat kantor dan pulang kantor berbanding lurus dengan padatnya lalu lintas di jumat malam dan sabtu malam di Kota Semarang. tapi jangan takut akan kehabisan ide untuk sekedar nongkrong atau dinner di kota ini. hal ini dikarenakan ada banyak sekali pilihan untuk menghabiskan malam anda. yang mahal, setengah mahal, standard, murah, sampai gratis pun ada. tergantung bagaimana anda ingin menghibur dan merefresh diri. mungkin dengan siapa anda pergi juga akan berpengaruh. Semarang oh Semarang.